
"Tunggu, apa jangan-jangan—"
"Apa yang ada dipikiran Tuan saat ini adalah benar. Yang ada bersama Tuan ketika berlibur ke pulau pribadi Mou Bukanlah Nona Yuki, melainkan Nona Yuka. Nona Yuka adalah kembaran Nona Yuki. Tapi, Nona Yuki tidak pernah menganggap Nona Yuka adalah saudaranya, dia sangat membenci Nona Yuka karena semasa hidupnya Nona Yuka selalu menjadi saingan terberatnya. Dia tidak suka dengan Nona Yuka— karena iri dengan kehebatan dan kecerdasan yang Nona Yuka miliki. Orang suruhan kita menemukan kalau Nona Yuka tinggal di rumah terpencil bersama Ibunya. Ibunya menderita gagal ginjal. Nona Yuka terpaksa meminta bantuan Nona Yuki untuk membiayai pengobatan dan juga mau mendonorkan ginjalnya untuk sang Ibu. Nona Yuki setuju, dengan syarat Nona Yuka harus mencelakai Nona Kaili. Mungkin karena Nona Yuka tidak tega melukai Nona Kaili, untuk itulah dia rela melukai dirinya sendiri." Jelas Sekretatis Fade panjang kali lebar.
"Astaga, apa dulu aku gila dan buta hingga bisa mencintai perempuan monster seperti Yuki." Sesal Lee.
"Akhirnya Tuan mengakui juga kalau Tuan itu gila," gumam Sekretaris Fade tak sadar.
"Kau bilang apa!?" Bentak Lee.
"Saya tidak mengatakan apa-apa, Tuan. Maksud saya, mungkin saat itu Tuan hanya tertipu dengan kebaikkannya di depan," ralat Sekretaris Fade.
__ADS_1
"Lalu, dimana Ibunya sekarang? Setidaknya aku harus menolong Ibunya Nona Yuka karena dia rela berkorban nyawa demi tidak melukai Istriku." Ucap Lee tulus.
"Sayangnya, Nona Yuki telah membunuh Ibunya sendiri." Jawab Sekretaris Fade turut iba.
"Apa!?" Teriak Lee bangkit dari singasananya. "Dia benar-benar monster, bagaiman mungkin dia tega menghabisi nyawa kembaran juga nyawa Ibunya sendiri. Tapi, apa benar dia telah membunuh Ibunya? Berikan buktinya kepadaku, biar aku sendiri yang mengatarkannya ke penjara, akan aku pastikan hukuman mati untuknya," Tegas Lee.
"Tuan tenang saja, saya tau rencana Nona Yuki. Dia ingin menyamar menjadi Nona Yuka dihadapan Tuan. Sedangkan dia tetap manjadi Yuki di hadapan media. Saya rasa akan cukup menarik kalau kita ikuti lebih dulu rencananya. Setelah dia kembali di puncak karirnya, kita akan bongkar semua kejahatannya. Tuan tau fans fanatiknya ada banyak, meyakinkan fans yang seperti itu akan sulit, saya yakin mereka akan membela Nona Yuki. Jadi, kita harus membuat seolah-olah kita terjebak dalam rencananya, saya akan merekam semua gerak geriknya. Dan saya pastikan hukuman mati untuknya." Jelas Sekretatis Fade menyampaikan rencana yang telah dia rancang.
"Bagus, aku setuju dengan idemu. Aku ingin dia mendapatkan balasan yang setimpal. Aku ingin semua penduduk bumi membencinya bahkan saat nyawanya tidak lagi ada," saut Lee.
"Sebentar, Tuan." Ucap Sekretaris Fade sopan, lalu meraba sakunya guna mengambil ponselnya yang berdering.
__ADS_1
"Hallo, ada apa? Apa ada kabar terbaru?"
"Benarkah? Baiklah." Ucap Sekretaris Fade lalu memutuskan panggilan sepihak.
"Apa yang terjadi?"
"Nona Yuki, Tuan. Nona Yuki ada dibawah, dia ingin menemui Tuan. " Lapor Sekretatis Fade.
"Benarkah, biarkan dia menemuiku."
"Baik, Tuan." Jawab Sekretaris Fade lalu segera keluar dari ruangan Tuannya.
__ADS_1
Beberapa menit kemudian, Yuki masuk ke ruangan Lee dengan pakaian serba hitam. Yuki langsung membuka topi, dan maskernya, dan saat itu terjadi, Lee berpura-pura terkejut.
"Ka-kau—" tunjuk Lee dengan raut wajah terkejut sekaligus tak percaya.