Istri Buta Presdir Dingin

Istri Buta Presdir Dingin
IBPD BAB 31


__ADS_3

Akhirnya lega juga," ujar Kaili begitu keluar dari toilet.


Ceklek!


Membuka pintu kamar, Kaili segera keluar untuk kembali ke halaman depan. Meraba-raba berusaha mengingat setiap sudut yang pernah dia lalui.


Kaili berteriak histeris ketika lengannya diseret paksa seseorang. Terjadi adegan tarik-menarik di depan kamar Kaili. Kaili terus menahan tubuhnya berusaha agar tidak ikut terseret. Dari tenaganya, Kaili menebak bahwa yang menyeret paksa dirinya adalah perempuan.


"Lepaskan! Tolong! Tolong!" Teriak Kaili semakin kencang. Sekencang apa pun Kaili berteriak, tidak ada satu pun yang dapat mendengar teriakannya. Karena semua orang termasuk Nupu sedang berada di halaman depan.


"Siapa kamu? Aku mohon lepaskan!" Pinta Kaili sambil terus herontak.


Aaaaaakh!


Teriak Kaili ketika tubuhnya dihempaskan ke lantai di sebuah gudang.


"Siapa kamu, apa yang ingin kamu lakukan kepadaku!?" Bentak Kaili beringsut memundurkan tubuhnya.


"Aku harus membunuhmu," jawabnya sinis.

__ADS_1


"Yu-yuki, apa yang kau inginkan? Kenapa kau ingin membunuhku? Aku tidak pernah berbuat salah padamu?" Tanya Kaili gemetar katakutan.


"Kau mati, aku ingin kau mati," jawabnya membuat bulu kuduk Kaili berdiri. Tubuhnya meremang serta menegang seketika. Bagaimana caranya untuk melarikan diri dengan kondisinya yang tidak bisa melihat.


"Tuhan, aku mohon tolong aku," batin Kaili.


"Apa yang kau lakukan Yuki? Sadarlah! Apa kau tidak waras!" Bentak Kaili berusaha menahan ketakutannya.


"Rasakan ini!" Teriak Yuki akan menancapkan sebilah pisau penjang, tajam, serta lancip diujungnya.


Pisau tajam itu menancap di udara kosang ketika Kaili berhasil menghindar. Dengan instingnya yang kuat, Kaili dapat memperhitungkan pergerakan Yuki.


"Rasakan ini!" Teriak Yuki sambil berbalik lalu kembali akan menancapkan pisau itu ke dada Kaili, yang tadinya bersembunyi di belakangnya. Sekuat tenaga, Kaili menahan pisau itu agar tidak menancap di dadanya. Darah segar mengalir deras dari jari-jari kecil kaili. Rasa perih yang sangat menyakitkan Kaili rasakan. Tangannya sampai bergetar, tumpahan air mata kesakitan tak dapat Kaili bendung. Kaili semakin mundur hingga mentok di dinding beton. Rasa sakit yang sangat-sangat perih membuat Kaili tidak lagi dapat menahan pisau itu. Hingga akhirnya ....


Aaaaaakh!


.


.

__ADS_1


.


.


"Kaili, Yuki, dan Yeji kemana? Dimana mereka semua?" Tanya Nyonya Aeri yang tampak sangat mengkhawatirkan menantunya Kaili.


"Kalau Yuki dia bilang ingin ke toilet, tapi aku tidak tau kemana Kaili dan Yeji," jawab Presdir Lee.


"Astaga, bagaimana ini? Bagaimana kalau terjadi sesuatu kepada Kaili!?" Pekik Nyonya Aeri.


"Tenanglah Sayang. Ayo kita cari mereka semua. Aku yakin Kaili tidak akan tersesat." Ucap Tuan Shilin menenangkan Istrinya.


Untuk yang kedua kalinya, semua orang berpencar guna mencari keberadaan Kaili, Yuki, dan Yeji. Tapi yang paling mereka utamakan adalah keberadaan Kaili. Karena Yuki dan Yeji tidak akan mungkin tersesat.


"Yeji kamu darimana saja?" Tanya Presdir Lee yang bertemu dengan adik angkatnya itu ketika akan menuju kamar Kaili.


"Kakak, aku takut kak!" Teriak Yeji sambil menangis histeris.


Bersambung ....

__ADS_1


Jangan lupa follow IG Othor di @Oniya_99🤗🤗


__ADS_2