
"A-apa!" Tariak Nyonya Aeri begitu kaget ketika mengetahui kebenaran tentang susu vitamin yang selama ini Kaili konsumsi.
Braak!
Saking kagetnya dia tidak sadar telah menjatuhkan ponselnya ke lantai.
"Ya Tuhan, itu artinya Kaili tidak bersalah. Dia hanya korban disini, astaga kemana saja aku selama ini? Kenapa aku tidak mempercayai apa yang gadis malang itu katakan. Aku harus memberitahu Lee sekarang juga. Aku akan pergi ke kamar Lee sekarang juga." Ujar Nyonya Aeri memasang pakainnya dengan tergesa-gesa. Lalu berlari masuk ke dalam lift menuju lantai 4 dimana Putra dan menantunya berada.
Tok! Tok! Tok!
"Lee Kaili, tolong buka pintunya, Sayang." Ucap Nyonya Aeri diluar sana.
Lee yang baru beberap jam terlelap, seketika terbangun ketika mendengar suara pintu yang diketuk begitu kencang. Tergesa-gesa Lee segera turun dari ranjang, memungut handuknya yang tergelatak di lantai dan melilitkan ke pinggangnya, lalu menuju pintu dan langsung membukanya.
"Ada apa Mommy? Apa yang terjadi?" Tanya Presdir Lee panik.
"Dimana Kaili?" Tanya Nyonya Aeri.
__ADS_1
"Dia," Lee menoleh kebelakang untuk memeriksa Kaili yang dia kira berada di tempat tidurnya.
"Dimana?" Tanya Nyonya Aeri langsung menerobos masuk kedalam kamar Putranya.
"Tadi dia ditempat tidur bersamaku." Jawab Lee lalu menoleh ke pintu kamar mandi yang tertutup. "Sepertinya dia ada didalam kamar mandi, Mommy." Sambungnya. Dan Nyonya Aeri langsung menuju kamar mandi lalu mengetuknya keras sambil berteriak memanggil Kaili.
"Mommy apa yang mommy lakukan?"
"Lee, apa yang terjadi? Kenapa Kaili tidak menjawab?"
"Lee, cepat kamu dobrak saja pintunya! Sepertinya terjadi sesuatu kepada Kaili. Cepatlah Lee!" Bentak Nyonya Aeri panik.
"Baiklah, Mommy minggirlah." Jawab Presdir Lee, lalu mengambil ancang-ancang dan mulai mendobrak pintu hingga terbuka.
"Astaga Kaili!" Teriak Nyonya Aeri begitu terkejut melihat Kaili yang tergeletak tak sadarkan diri dibawah guyuran shower. Kondisinya sangat mengenaskan, tanpa busana dengan tanda-tanda merah bahkan keunguan memenuhi setiap sudut ditubuhnya.
"Lee! Apa yang kamu lakukan kepada Kaili!? Astaga!" Teriaknya membentak Putranya sendiri.
__ADS_1
Tak hanya Nyonya Aeri, Lee pun juga tak kala kagetnya dengan tubuh Kaili yang begitu pucat pasi. Cekatan, dia langsung mengambil handuk dan segera membungkus tubuh dingin Kaili, dan dia bawa keluar dari kamar mandi.
Perlahan dia baringkan Kaili ke atas kasur. Nyonya Aeri segera menyelimuti Kaili seraya menangis pilu menatap gadis malang yang kini tak sadarkan diri.
Presdir Lee dengan cepat menyambar ponselnya lalu menghubungi Dokter Ling.
"Lee kenapa kau melakukan ini, Sayang. Mommy juga perempuan dan Mommy tidak terima perempuan selemah Kaili kau perlakukan seperti ini. Mommy benar-benar kecewa padamu," tangis Nyonya Aeri sambil melumuri tubuh dingin Kaili dengan minyak kayu putih.
"Mommy, aku—" Lee tak dapat melanjutkan kalimatnya karena dari lubuk hati yang terdalam, dia juga merasa sangat bersalah. Bukan hanya itu saja, dia juga merasa bersalah pada Daddy-nya karena telah melanggar janjinya sendiri.
"Lee, Mommy sudah menemukan bukti bahwa Kaili tidak bersalah. Dia hanya gadis malang yang menjadi bidak catur Ibu tirinya." Jelas Nyonya Aeri.
"Apa maksud Mommy?" Tanya Presdir Lee.
"Kaili memang tidak buta. Dia tidak bisa melihat karena selalu diberikan susu yang mengandung Antiesterogen yang berlebihan. Kau ingat susu yang selalu dia konsumsi, susu yang dia katakan adalah vitamin untuk matanya. Itu semua hanya tipu daya Ibu tirinya, Ibu tirinya sengaja membuatnya mengkonsumsi obat itu hingga dia buta. Dan itu artinya Kaili tidak bersalah, disini Kaili hanyalah korban. Dan untuk insiden di Villa, Mommy sangat yakin Kaili bukanlah pelakunya. Kalau pun dia melakukan itu, Mommy yakin dia melakukannya untuk melindungi dirinya sendiri." Jelas Nyonya Aeri panjang kali lebar.
Lee begitu terkejut dengan penjelasan sang Mommy. Rasa bersalahnya kepada Kaili semakin besar.
__ADS_1