Istri Buta Presdir Dingin

Istri Buta Presdir Dingin
IBPD BAB 58


__ADS_3

Braaaakk!


Lee pergi dengan membanting pintu kamar.


"Tadi malam dia mengatakan dia mencintaiku. Tapi apa ini? Dia tidak memelukkku, mencium dahiku, atau pun mencium bibirku. Dia langsung pergi dengan membanting pintu. Mananya cinta, dia sangat berbeda dengan pasangan-pasangan di drama Korea yang aku tonton dengan Mommy. Dia sangat kasar, hiks ...." Tangis Kaili pecah.


"Tunggu—kenapa aku seperti ini? Ini bukan diriku yang sebenarnya. Kenapa aku tidak bisa mengendalikan sikapku? Tidak mungkin aku kemasukkan bukan?" Oceh Kaili turut bingung dengan perubahan sikapnya.


Setelah puas menangis, barulah Kaili menyambar pakaian yang tadinya telah Lee siapkan. Memakainnya lalu segera menuju kamar mandi untuk menyikat gigi dan mencuci wajah. Begitu beras, Kaili membuka pintu kamar dan betapa terkejutnya dia kala ada sang Mommy yang hampir saja mengetuk kepalanya.


"Kaili, kamu mengagetkan Mommy saja." Ucap Nyonya Aeri.


"Maaf, Mommy." Jawab Kaili.


"Tidak, Sayang. Mommy hanya kaget saja, Lee bilang kamu tidak enak badan."


"Tidak, Mommy. Aku baik-baik saja, hanya memang aku sangat malas bangun." Jawab Kaili.


"Yasudah kamu istirahat lagi, ini Mommy bawakan sarapan. Kamu sarapan dikamar saja, setelah sarapan kamu ikut Mommy." Jelasnya.

__ADS_1


"Iya, Mommy. Terima kasih." Jawab Kaili menerima sepiring omelette sehat buatan Nyonya Aeri langsung.


"Pasti Mommy akan mengajakku pergi jalan-jalan lagi. Aku sangat lelah, tapi tidak enak menolak keinginan Mommy." Ujar Kaili menyuapi mulutnya sendiri dengan suapan besar.


Didalam Mobil


"Mommy, kenapa tidak membawa Yeji?" Tanya Kaili yang kini duduk manis disamping sang Mommy.


"Yeji—dia sedang berada di luar Negeri untuk melanjutkan sekolah. Kamu tidak usah pikirkan dia ya Sayang." Jawabnya menyembunyikan hal sebenarnya dari Kaili.


"Em, baiklah Mommy. Sebenarnya kita akan jalan-jalan kemana hari ini, Mommy?" Tanya Kaili penasaran.


Beberapa menit kemudian, mobil pun sudah terparkir didepan sebuah rumah sakit terbesar di kota.


"Mommy, ini—ini rumah sakit. Kenapa kita jalan-jalan ke rumah sakit?" Tanya Kaili sambil menatap keluar jendela mobil.


"Bukan untuk jalan-jalan, Sayang. Melainkan untuk mengecek keadaanmu. Bukannya kamu merasa tidak baikkan tadi pagi." Ralat Nyonya Aeri sambil mengelus lembut kepala Kaili.


"Tapi aku sudah sembuh, Mommy. Aku tidak trauma lagi." Jawab Kaili.

__ADS_1


"Bukan untuk trauma. Sekarang ayo kita kedalam lebih dulu." Ajaknya.


"Baiklah, Mommy." Jawab Kaili segera turun dari mobil yang pintunya telah dibuka lebar oleh sang Supir dan satu boddyguard.


"Mommy, kita ke ruangan kandungan. Mommy Hamil!?" Teriak langsung menutup mulutnya dengan kedua telapak tangannya.


"Ahahahah ... Kamu ada-ada saja, Sayang. Mommy ini sudah tua, mana mungkin hamil lagi." Jawab Nyonya Aeri.


"Lalu—tidak mungkin—" Kaili sangat terkejut dengan isi kepalanya sendiri


"Kamu baik-baik saja'kan, Sayang?" Tanya Nyonya Aeri.


"I-iya, a-aku ba-baik saja, Mo-Mommy." Jawab Kaili terbata, tubuhnya bergetar hebat saat ini.


"Jangan begitu, Sayang. Ingatlah, Lee sudah takluk padamu bukan. Jadi tidak masalah bila kamu hamil, Mommy malah akan sangat bahagia tentang kabar bahagia ini." Tuturnya lembut.


"Aku tidak apa-apa, Mommy. Sungguh aku baik-baik saja." Jawab Kaili menenangkan hatinya agar tidak membuat sang Mommy khawatir.


"Aku hamil! Anaknya Tuan Lee, entah dia akan menerimaku dan bayi ini atau tidak. Tadi pagi saja membanting pintu." Batin Kaili khawatir.

__ADS_1


"Mommy senang kamu baik-baik saja. Sekarang, ayo kita masuk. Dokter Clara pasti sudah menunggu kita." Ajak Nyonya Aeri dibalas anggukan kepala oleh Kaili.


__ADS_2