
"Susu itu, entah kenapa aku begitu mencurigai susu yang selama ini Kaili konsumsi. Aku harus mencari tahunya nanti." Batin Nyonya Aeri kembali melahap sarapannya.
"Mommy, Mommy mau kemana?" Tanya Yeji menghentikan langkah Nyonya Aeri yang ingin mengecek keadaan Kaili di lantai 4.
"Mommy mau menemui Kaili sebentar Sayang," jawab Nyonya Aeri.
"Biar aku saja, Mommy. Daddy memanggil Mommy. Sepertinya ada sesuatu yang Daddy butuhkan. Urusan Kaili biar aku saja." Kata Yeji.
"Baiklah, Sayang. Sekalian berikan makanan ini untuknya, kasian dia belum makan apa pun."
"Tentu saja, Mommy." Jawab Yeji.
Nyonya Aeri pergi menuju kamarnya setelah memberikan makanan untuk Kaili kepada Putri angkatanya.
"Maafkan aku Mommy, hanya aku yang cocok menjadi Istri kakak Lee. Hanya aku. Tidak Yuki apalagi Kaili. Maaf Kaili, aku mungkin tidak akan sejahat ini bila saja kamu tidak menikahi kakakku. Dia hanya milikku seorang." Batik Yeji lalu membuang makanan itu kedalam Tong sampah bersamaan dengan piringnya juga. Kemudian dia pun pergi dari sana.
__ADS_1
Sore hari menjelang malam
Kini, Kaili berdiri menatap keluar jendela dengan tatapan yang kosong. Dia masih terlihat sangat cantik walau dengan wajah pucat pasi, rambut panjangnya terurai indah walau berantakan karena tidak dia sisir. Dengan baju tidur panjang selutut berwarna putih membuatnya terlihat seperti hantu. Apalagi tatapannya yang lurus kedepan, membuat Lee merasa merinding ketika melihat Kaili yang berpenampilan seperti itu.
"Apa yang kau lihat disana?" Tanya Lee sambil membuka kancing di lengan kemejanya.
Tidak ada tanggapan sama sekali, Kaili terus menatap keluar jendela dengan raut wajah yang sulit diartikan.
Tidak peduli, Lee langsung menuju kamar mandi untuk membersihkan dirinya. Setelah selesai mandi, dia cukup kaget ketika melihat Kaili masih dengan posisi sebelumnya, tak berubah barang sedikit pun.
"Apa yang kau lihat!?" Bentak Lee membalikkan tubuh Kaili untuk menatap padanya.
"Tuan, saya ingin pergi jauh." Pinta Kaili dengan wajah yang terlihat begitu pasrah namun pilu.
"Kau tidak akan pergi kemana-mana," jawab Lee langsung mencium paksa Kaili. Entah kenapa dia tidak suka saat Kaili mengatakan akan pergi darinya. Hatinya seakan tidak rela bila saja Kaili meninggalkannya. Namun, dengan mudahnya dia menutupi rasa itu dengan segunung kebencian untuk Kaili. Kebencian yang begitu besar hingga membuatnya tidak sadar telah memperlakukan Kaili dengan kekasaran dan kekerasan untuk yang kedua kalinya.
__ADS_1
Kaili tidak berontak sama sekali, dia membiarkan apa yang ingin Lee lakukan kepadanya. Tatapannya masih saja kosong, dengan air mata yang terus berjatuhan tiada henti—menjadi pertanda bahwa kini dia tengah dalam kondisi yang sangat menyedihkan.
Lee kembali menjamah tubuh Kaili tanpa ampun apalagi kelembutan. Kaili benar-benar telah menjadi candu baginya. Setiap inchi di tubuh Kaili tak lepas dari jamahannya. Masih seperti biasa, Lee melakukannya hingga membuat Kaili kehilangan kesadaran karena lelah, lapar serta dehidrasi.
Keesokkan paginya
"Bagaimana hasilnya Dokter?" Tanya Nyonya Aeri kepada seorang Dokter suruhannya melalui sambungan telpon.
"A-apa!"
Bersambung ....
Jangan lupa like, komen, vote, dan hadiahnya ya😘😘😘
Happy reading semua, semoga suka🤗
__ADS_1
Tetap jaga kesehatan dan sukses selalu untuk reader semua. Terima kasih sudah mampir dan membaca karya halu Othor ❤️❤️❤️