Istri Buta Presdir Dingin

Istri Buta Presdir Dingin
IBPD BAB 64


__ADS_3

Tok! Tok! Tok!


"Kaili, Lee, apa kalian berdua sudah bangun?" Tanya Nyonya Aeri diluar sana.


Mendengar itu, Lee yang telah siap dengan Pakaian kerjanya segera menuju pintu lalu membukannya.


"Mommy, ada apa? Masuklah," sapa Lee.


"Dimana Kaili?"


"Dia sedang mandi," jawab Lee.


"Mommy ingin membawa Istriku kemana lagi? Ingat pesan Dokter Clara, tidak lama lagi Kaili akan melahirkan. Jadi, dia tidak boleh lagi keluar rumah."


"Iya, Mommy juga tau itu. Mommy hanya mau mengajak Kaili untuk menikmati cake yang telah Mommy buatkan khusus untuknya." Jawab Nyonya Aeri.


"Oh, begitu."


"Mommy, Mommy ada di sini," sapa Kaili yang baru keluar dari kamar mandi.

__ADS_1


"Iya, Sayang." Jawab Nyonya Aeri.


"Hati-hati licin!" Seru Lee dan Nyonya Aeri bersamaan.


"Sayang, kalau jalan hati-hati," ingat Lee yang lebih dulu menyambut tubuh Kaili yang hampir terpeleset.


"Iya, maaf." Ucap Kaili.


"Tidak apa-apa, Sayang. Tapi lain kali hati-hati ya. Sekarang ayo kenakan pakaianmu, Mommy punya sesuatu untukmu." Lee langsung mengambilkan Pakaian khusus Ibu hamil lalu membantu Kaili memasangkannya.


Sedangkan Nyonya Aeri hanya tersenyum melihat perhatian Putranya kepada sang menantu kesayangan.


Lee mengekor dibelakang kedua wanita yang begitu dia cintai. Tiba di lantai dasar, Lee langsung pamit berangkat kerja karena dia telah terlambat. Setelah melepas kepergian Lee, Nyonya Aeri membawa Kaili menuju ruang makan untuk sarapan. Seperti yang dia katakan sebelumnya, dia memang telah membuat cake terlezat khusus untuk Kaili.


Cake menjadi sarapan kesukaan Kaili di pagi hari. Entah kenapa harus cake, dia sendiri pun tidak mengerti. Dan cake yang paling enak menurutnya adalah cake rasa coklat buatan sang Mommy mertua pastinya.


"Bagaiaman rasanya, Sayang?"


"Juara, rasanya sangat enak, Mommy." Jawab Kaili memberikan dua jempolnya.

__ADS_1


"Syukurlah, ayo makan yang banyak Sayang. Ah Cucu Mommy yang tampan." Ucap Nyonya Aeri sambil mengelus perut buncit Kaili.


"Terima kasih, Mommy." Ucap Kaili tulus.


"Sama-sama, Sayang."


Tak lama Kaili pun merasa kekenyangan setelah memakan satu loyang cake coklat.


Nyonya Aeri mengajak Kaili duduk santai di ruang tamu sambil menonton televisi diselingi perbincangan seputar masalah melahirkan. Kaili tampak antusias mendengar cerita kelahiran presdir lee. Tak lupa juga Nyonya Aeri menceritakan perjuangan ketika kehilangan anak pertamanya. Sedih pun menyelimuti kedua wanita cantik itu.


"Maaf Sayang, kamu jadi ikutan sedih gara-gara Mommy." Nyonya Aeri menyeka perlahan air matanya. Lalu juga membantu Kaili menyeka air mata menantu kesayangan. Tidak ada batasan terhadap dirinya dan Kaili. Dia benar-benar telah menganggap Kaili sebagai Putri kandungnya sendiri.


"Tidak apa-apa Mommy. Aku hanya terharu mendengar perjalanan hidup Mommy ternyata tidak semudah yang aku kira. Mommy adalah perempuan paling hebat di dunia ini. Mommy mampu bertahan di masa sulit seperti saat dulu." Ungkap Kaili terharu.


"Kamu juga Sayang, kamu juga adalah perempuan hebat. Perjuangan kamu untuk tiba di titik ini juga tidaklah mudah bukan. Kamu dapat membuat Lee jatuh cinta secinta-cintanya kepadamu. Itu sangat luar biasa, Sayang. Mommy juga bangga padamu, ingatlah jangan pernah menyerah sesulit apa pun perjalanan hidupmu. Semakin sulit, artinya semakin besar kebahagiaan yang menantimu." Jelas Nyonya Aeri.


"Pasti Mommy, terima kasih," saut Kaili lalu keduanya saling berpelukan.


"Mommy, itu—bukankah itu Yuki."

__ADS_1


__ADS_2