
"Hallo Nona Kaili. Saya tidak menyangka akan bertemu Nona Kaili di tempat ini. Selamat berjumpa lagi, Nona Kaili." Sapa Gerod ramah. "Dewa, kemarilah. Kamu itu berat kasian Nona Kaili kalau harus terus menggendongmu." Ucap Gerod mengambil alih Putranya.
"Tapi atu ingin bersama Ibu," saut Dewa manja.
"Tentu saja, Sayang. Ibu tidak akan pergi kemana-mana." Bujuk Kaili.
"Tuan gerod kenapa bisa ada disini?" Tanya Kaili.
"Saya, kebetulan saya pemilik hotel ini, Nona Kaili. Barusan hanya memonitor, ini sudah mau pulang, tidak disangka malah bertemu dengan Nona Kaili.
"Kamu sudah boleh pergi, kebetulan saya hapal jalannya, terima kasih sudah mengantarkan saya." Ucap Kaili menyuruh pelayan yang tadi mengantarkannya untuk kembali bekerja.
"Sama-sama, Nona. Kalau begitu saya permisi." Jawabnya sopan.
Kaili asik berbincang-bincang dengan Dewa hingga melupakan Lee yang kini juga tengah berbincang dengan Anna adik angkat Leon. Anna adalah gadis lucu yang begitu Leon sayangi. Walaupun hanya adik angkat tapi leon menganggap Anna seperti adik kandungnya sendiri. Dan tahun ini Anna genap berusia 17 tahun.
"Kak Lee datang juga," ujar Anna gbira dengan kahadiran Lee. Pembawaan Anna yang ceria membuat Lee juga menyayangi gadis malang itu. Bahkan Lee lebih dekat dengan Anna daripada Yeji adik angkatnya sendiri.
"Tentu saja kakak pasti datang, selamat ulang tahun, ya." Ucap Lee.
"Terima kasih, Kak. Mana hadiah untukku" tagihnya to the point.
__ADS_1
"Dasar mata duitan," ejek Leon.
"Biarin ble," balas Anna mencebikkan lidahnya.
"Katakan saja apa yang kamu mau pada Sekretatis Fade." Jawab Lee.
"Benarkah, Kak. Kakak tidak bohong bukan?"
"Katakan sebelum Kakak berubah pikiran,"
"Sekretaris fade, Aku mau Apartemen impianku, aku yakin kamu tau," Kodenya.
"Terima tasih, Kak Lee. Aku mau berkumpul bersama teman-temanku dulu, dadah Kak Lee," ucap Anna lalu pergi berkumpul bersama teman-temannya.
"Silahkan, Tuan." Ucap seorang pelayan dengan begitu sopan menawarkan anggur kepada Lee dan Leon. Tanpa ragu Lee mengambil anggur di atas nampan. Lalu mengajak Leon bersulang. Dengan sekali tegukkan, Lee menghabiskan anggur miliknya hingga tak bersisa.
"Jadi hubunganmu dan Nona Kaili sudah membaik. Lalu bagaimana dengan jantungmu?"
"Iya, hubunganku dan Kaili sangat baik, aku juga sangat mencintainya. Dan untuk masalah pendonor jantung, Daddy sudah menemukan yang lain. Kau tau Mommy-ku juga sangat menyayangi kaili, mungkin karena itu Daddy mau mengubah keputusannya."
"Bukankah kamu punya golongan darah Rh-null—sama dengan Mommy Aeri. Dan bukankah hanya beberapa orang saja yang memiliki golongan darah langkah itu. Dan kebetulan di negara kita ada Nona Kaili yang juga punya golongan darah langkah itu, dan jantungnya juga cocok untukmu. Apa benar Daddy Shilin sudah menemukan penggantinya? Kalau iya, syukurlah, kasian Nona Kaili, dia adalah perempuan yang baik."
__ADS_1
"Aku juga tidak tau kebenarannya, karena Daddy tidak menceritakannya kepadaku. Aku tau juga dari Sekretatis Fade." Sambung Lee.
"Mungkin Daddy Shilin tidak ingin membuat Mommy Aeri kecewa," saut Leon.
"Aku rasa juga begitu, lagi pula Kaili adalah Ibu dari anakku, tidak mungkin Daddy rela mengorbankan wanita yang telah memberikannya Cucu." Jawab Lee.
"Aku!" Ringis Lee sambil memegangi kepalanya.
"Kenapa, Lee?"
"Entahlah, kepalaku berat sekali." Jawab Lee memijit pelan keningnya.
"Sepertinya kau mabuk,"
"Tidak mungkin. Kau tau sekuat apa aku terhadap alkohol," bantah Lee.
"Kalau begitu istirahat saja dulu di kamar hotel ini. Sepertinya kamu kurang enak badan, akan aku panggilkan Dokter Ling. Masalah Kaili biar aku dan Sekretatis Fade yang jaga." Ajak Leon membawa Lee ke sebuah kamar hotel yang berada tak jauh dari tempat pestanya.
"Baiklah, nanti suruh Kaili untuk menyusulku ke kamar." Pesan Lee.
"Tentu saja,"
__ADS_1