Istri Buta Presdir Dingin

Istri Buta Presdir Dingin
IBPD BAB 34


__ADS_3

"Saya ingin buang air kecil. Saya mohon izinkan saya keluar dari sini." Ucap Kaili memohon dihadapan Nupu yang kini melipat kedua tangannya di dada.


Nupu itu mendekati Kaili, lalu menggenggam kuat rambut panjang Kaili membuat Kaili memejamkan matanya meringis menahan sakit di kulit kepalanya. "Keluar dari penjara ini. Jangan bermimpi, kau tidak akan pernah dikeluarkan dari penjara ini. Kau akan tetap berada di penjara ini hingga kau membusuk!" Bentaknya lalu menghempaskan Kaili kuat. Tubuh yang lemas serta tak bertenaga, membuat Kaili terhuyung-huyung.


"Ayo ikut aku!" Ujar sang Nupu menarik lengan Kaili kasar. "Disana, disana sudah tersedia toilet lengkap. Kau saja yang buta hingga tidak melihatnya," sambung sang Nupu melempar Kaili masuk kedalam toilet mini yang masih berada di dalam penjara itu.


"Dasar pembunuh!" Sindir sang Nupu lalu pergi meninggalkan Kaili Sorang diri.

__ADS_1


"A-aku bukan pembunuh. Apa Yuki benar-benar telah meninggal? Tidak, itu tidak mungkin. Walaupun itu benar, bukan aku yang membunuhnya." Ucap Kaili, lalu kembali meraba dengan cepat untuk mencari keberadaan closet. Begitu menemukannya, Kaili segera membuang hajatnya disana. Sebelum keluar dari toilet, tak lupa Kaili membersihkan muka juga luka di jari-jarinya. Setelah semua beres, Berulah Kaili kembali meraba untuk keluar dari toilet.


"Makanan basi, mereka memberikanku makanan basi. Kenapa meraka tega sekali kepadaku? Apa salahku kepada mereka?" Ujar Kaili beriringan dengan air matanya yang mengalir deras. Kaili menyingkirkan piring itu kesamping. Lalu meraih segelas minuman dan langsung meneguknya hingga tidak bersisa.


"Aw! Mataku sangat perih." Ringis Kaili sambil mengusap matanya kasar berharap dapat meredakan perih itu.


Byuurr!

__ADS_1


Seseorang membangunkan Kaili dengan menyiramnya seember air, yang berhasil membuat Kaili bergetar kedinginan. Dengan kasar Kaili mencoba membuka matanya yang terasa sangat lengket.


"Si-siapa?" Kaili mengusap wajahnya, guna menyingkirkan sisa air yang ada disana. Kaili terus mengusapnya kasar—hingga akhirnya, dia berhasil membuat matanya terbuka lebar.


Samar-samar, bahkan sangat buram, Kaili dapat melihat seorang lelaki berkaki jenjang berdiri tepat dihadapannya. wajah lelaki itu blur dan Kaili tidak bisa melihat wajah itu dengan jelas. Namun, tentu saja Kaili dapat menebak siapa lelaki bertubuh atletis dengan wajah tampan mempesona yang kini menatapnya sinis. Tatapan matanya yang tajam dan sangat mengerikan, membuat Kaili bergidik ngeri serta ketakutan.


"Tu-tuan," ucap Kaili terbata-bata.

__ADS_1


"Jadi, kau memang berbohong tentang matamu yang buta." Saut Lee menarik kuat rambut panjang Kaili. Tarikannya semakin kuat, hingga membuat Kaili meringis kesakitan. Kaili memejamkan matanya kala kembali merasakan perih di kulit kepalanya. Kali ini, perihnya terasa berbeda dengan perih yang Kaili rasakan ketika sang Nupu yang menarik rambutnya. Mungkin karena yang menarik rambutnya saat ini adalah lelaki, jelas tenaga lelaki berbeda dengan tenaga perempuan. Tangan Lee sampai bergetar, tanda bahwa dia menarik rambut Kaili dengan sekuat tenaga. Saking kuatnya mampu mengalirkan darah segar hingga ke kening Kaili.


__ADS_2