Istri Buta Presdir Dingin

Istri Buta Presdir Dingin
IBPD BAB 36


__ADS_3

Tetesan air mata yang tidak dapat Kaili tahan berjatuhan ke lantai. Kaili mengepalkan tangannya erat guna menetralkan hatinya yang kini tersayat perih. Tidak ada satu orang pun yang bisa dia jadikan tempat bersandar. Semua kabaikkan yang Kaili terima hanyalah akting belakang.


"Kau dengar itu, Sayang. Aku bahkan membawa Ibu dan Adik tirimu ke pulau ini. Kira-kira hukuman apa yang cocok untuk kalian bertiga." Ujar Lee sambil mengelus dagunya tak lupa senyuman liciknya yang terlihat sangat mengerikan.


"Tuan, kami berdua tidak bersalah. Saya mohon lepaskan kami bedua, saya berjanji akan mengembalikan semua uang yang kami dapat dari keluarga, Tuan. Tapi kami mohon, lepaskan kami berdua. Kamu berdua tidak bersalah, Kaili-lah yang bersalah. Hukum saja dia," mohom Nyonya Howin.


"Pengawal, bawa mereka berdua ke rumah belakang. Pekerjakan mereka disana. Dan ingat, jangan Sampai mereka berdua keluar dari sana. Pastikan juga mereka tidak akan bisa keluar dari pulau ini." Titah Lee.


Nyonya Howin dan Jia akan dia jadikan pembantu di rumah belakang. Rumah belakang adalah rumah tempat tinggal para pengawal bertubuh kekar. Dan dapat dipastikan, Nyonya Howin dan Putrinya Jia tidak akan pernah bisa keluar dari rumah belakang. Apalagi untuk kabur dari pulau pribadi keluarga Mou yang bahkan tidak diketahui tempatnya dimana. Karena disembunyikan dan tidak akan ditemukan di peta negara.

__ADS_1


"Baik, Tuan." Jawab para pengawal lalu langsung menyerat paksa Nyonya Howin dan Jia.


"Tuan lepaskan kami, Tuan!" Teriak Nyonya Howin memohon.


"Tidak! Aku tidak mau! Lepaskan!" Teriak Jia berontak.


"Dan kau, aku sendiri yang akan menghukummu. Kau harus bertanggung jawab atas kematian Yuki Istriku." Tutur Lee terheran, karena Kaili tidak lagi berontak atau membantah ucapannya. Ada rasa kasian didalam hatinya yang terdalam. Tapi, segera dia tepis ketika mengingat kematian Yuki Istri pertamanya.


Lee mengeryitkan dahinya kala melihat wajah Kaili yang terlihat sangat pasrah saat menatapnya.

__ADS_1


"Jangan tunjukkan wajah sedihmu dihadapanku! Kau tidak pantas untuk dikasihani, kau beruntung karena aku tidak memenjarakanmu. Karena aku sendiri yanga akan membuatmu menyesel hingga kau mati ditanganku," ujar Lee membuat Kaili memejamkan matanya dengan tetesan air mata yang terus mengalir tiada henti.


"Ayo, ikut aku!" Ajak Lee langsung menarik paksa tangan Kaili, untuk dia bawa menuju ruang tamu yang telah berkumpul semua orang disana. Semuanya tampak bersedih karena baru saja mengantarkan Yuki ke peristirahatan terakhirnya.


"Lee!" sapa Nyonya Aeri langsung berdiri. "Lee lebih baik kita katakan saja apa yang terjadi sebenarnya. Biarkan Kaili menembus semua kesalahannya di dalam penjara. Kita serahkan saja dia ke polisi, Nak." Bujuk Nyonya Aeri.


Kaili yang tadinya menundukkan wajahnya dalam. Kini mengangkat wajahnya menatap Nyonya Aeri yang Terlihat sangat kecewa kepadanya. Hati Kaili berdenyut nyeri kala Nyonya Aeri memalingkan wajahnya ketika Kaili menatapnya. Kecewa, benci, marah, takut, bahkan hampir tak percaya. Itulah yang saat ini Nyonya Aeri rasakan. Mungkin hati kecilnya tidak percaya bahwa Kaili tega melakukan tindakan kriminal. Namum, fakta bahwa saat ini Kaili benar-benar dapat melihat. Membuatnya membuang semua pikiran positifnya untuk Kaili. Dia sangat kecewa karena bagaimana pun , dia telah menganggap Kaili seperti Putrinya kandungnya sendiri.


"Tidak, Sayang. Kematian Yuki akan membuat masalah besar untuk perusahaan dan juga akan memberi dampak buruk untuk Lee. Kita harus menyembunyikan kematiannya, aku bisa mengatasi semuanya. Kalian tidak perlu khawatir. Yang penting, jangan bocorkan insiden ini kepada siapa pun. Untuk Kaili, aku yakin Lee bisa mengatasinya. Karena bagaimana pun, Lee adalah Suami sahnya." Jelas Tuan Shilin membantah keinginan sang Istri.

__ADS_1


__ADS_2