
"Kennar. Bisa dipanggil Ken, itu nama yang bagus. Aku suka, Sayang." Saut Kaili. Lee tersenyum senang mendengar pendapat sang Istri.
Tak lama berselang, Nyonya Aeri dan Tuan Shilin datang masuk. Kaili memeberikan Baby Kennar kepada sang Mommy mertua yang kini menangis haru sambil mencium pipi Cucunya.
"Sayang, Cucu kita," Nyonya Aeri memamerkan Cucunya kepada Suaminya sendiri. Tuan Shilin pun ikut mengelus pipi merah Cucu pertamanya, satu kecupan mendarat di mulut kecil sang Cucu.
"Dia sangat tampan bukan?"
"Tentu saja, siapa dulu Ayahanya." Jawab Lee bangga, sedangkan Tuan Shilin tetap pada raut wajah dinginnya. Ekspresi Tuan Shilin yang datar membuat Kaili bertanya-tanya dalam hati.
Kaili menundukkan wajahnya dalam, ketika tatapan sang Ayah mertua menusuk hingga ke hatinya, Kaili begitu bingung, apakah sang Ayah mertua tidak suka dengan kehadiran dia dan juga Putrannya.
"Kaili, Sayang. Apa yang terjadi? Kenapa wajahmu pucat? Apa ada yang sakit lagi?" Tanya Nyonya Aeri khawatir.
"Apa ada yang sakit, Sayang?" Kini Lee yang bertanya khawatir sambil memeriksa kondisi tubuh Kaili.
"Aku tidak apa-apa, hanya lelah saja. Bolahkah aku istirahat sekarang?" Izin Kaili.
"Tentu saja, Sayang. Melahirkan menghabiskan banyak energimu, sekarang istirahatlah, masalah Kennar biar Mommy yang urus." Saut Nyonya Aeri.
__ADS_1
"Terima kasih, Mommy." Jawab Kaili, lalu perlahan dia memberbaringkan tubuhnya dibantu oleh sang Suami.
"Ada apa dengan Ayah Shilin? Kenapa dia terlihat sangat membenciku," batin Kaili lalu memejamkan paksa kedua matanya.
***
Beberapa hari telah berlalu, hari itu Lee berhasil mengejutkan sang Mommy.
"Astaga! Fade, cepat putar balik!" Titah Lee.
"Ba-baik, Tuan." Jawab Sekretaris Fade panik—kala melihat ekspresi Tuannya yang tampak begitu khawatir.
"Lebih cepat, Fade!" Seru Lee tak sabaran. Tanpa menjawab Fade langsung menginjak gas. Kurang lebih 20 menit perjalanan, barulah mobil mewah Tuan Lee terparkir di depan Mansion Mou. Lee langsung bergegas keluar dari mabil lalu masuk kedalam Mansion.
"Lee, kenapa kau kembali? Apa yang terjadi?" Tanya Nyonya Aeri juga ikutan panik.
"Gawat, Mommy!" Serunya kemudian langsung masuk ke lift.
"Gawat, Astaga! Apa terjadi sesuatu kepada Kaili!?" Nyonya Aeri yang juga panik langsung berlari menuju lift, menunggu sebentar lalu lift pun terbuka. Dan itu artinya Lee telah sampai di kamarnya.
__ADS_1
Braaaakkk!
"Astaga! Sayang," panggil Kaili kaget.
"Ada apa? Apa ada sesuatu yang kamu lupakan?" Sambung Kaili.
"Iya, Sayang. Aku melupakannya." Jawab Lee berjalan menuju Kaili yang kini tengah duduk di pinggir kasur sambil memasangkan popok Baby Kennar.
"Lupa apa?" Saut Kaili.
"Aku lupa ... Muach ...." Beberapa kali kecupan mendarat di wajah sang Putra kesayangan.
"Kamu melupakan apa?" Tanya Kaili penasaran.
"Ya lupa ini, aku lupa kalau tadi sebelum berangkat kerja aku tidak mencium Putraku." Jawab Lee santai lalu meraih pinggang Kaili yang masih saja ramping. "Dan juga aku lupa mencium Istriku." Jawab Lee, lalu ******* bibir ranum Kaili.
Sedangkan di balik pintu, Nyonya Aeri merutuki kebodohannya yang telah tertipu oleh Putranya sendiri.
"Dasar anak tidak tau diuntung, kirain beneran ada sesuatu yang gawat, tapi ternyata hanya lupa memberikan ciuman. Sial, mana Shilin di luar Negeri, hiks," celotehnya sepanjang perjalanan menuju lift untuk kembali ke lantai dasar.
__ADS_1