
"Aku mohon, berhenti mengataiku gadis buta. Itu menyakiti hatiku." Ujar Kaili yang tak lagi dapat menahan luka didalam hatinya.
Lee berhenti dengan urusannya. Entah kenapa nafsunya yang membuncah hilang seketika, kala mendengar ucapan Kaili yang juga mampu memberikan efek sakit di hatinya.
Lee manatap wajah sembab Kaili yang basah karena air matanya. Tiba-tiba saja rasa bersalah yang terasa begitu besar hadir di hatinya.
"Ada dengan hatiku? Gadis buta ini bukan hanya mampu membuatku penasaran dan ingin mencobanya. Tapi, juga membuatku merasa bersalah saat menyakitinya, rasa sedih saat melihatnya bersedih. Bahkan, aku bisa sangat bahagia saat melihat senyum malunya. Apa benar aku telah jatuh hati padanya? Tidak, itu tidak mungkin. Aku hanya menginginkan tubuhnnya, itu reaksi normal laki-laki. Ya, pasti hanya reaksi normalku saja, karena terlalu sering melihat tubuhnya." Batin Lee berperang dengan hatinya.
"Berhenti menangis, jangan membuatku jijik!" Bentak Lee menyapu bersih air mata Kaili dengan permainan lidahnya.
Lee tidak lagi peduli dengan rasa bersalahnya, dia hanya ingin menyalurkan hasrat kepada istrinya sendiri. Dia tidak salah apa pun, pikinya licik.
"Apa kau akan bertanggung jawab bila aku hamil?" Tanya Kaili dengan napas pendeknya ketika Lee telah bermain di dua gundukannya.
"Jangan berharap aku akan melakukan ini lagi kepadamu. Setelah mendapatkan apa yang membuatku penasaran, maka kau tidak akan berarti apa-apa bagiku." Jawab Lee sambil terus bermain disana.
"Baguslah, aku juga tidak ingin disentuh olehmu untuk yang kedua kalinya." Tegas Kaili.
"Kau berani melawanku, rasakan ini!" Bentak Lee lalu merobek gaun Kaili kasar.
"Aku tidak akan bermain lembut, kau tidak pantas!" Sambungnya.
"Akh! Sakiitt!" Teriak Kaili memejamkan matanya sambil meremas sepreinya guna menyalurkan rasa sakit yang pertama kali dia rasakan saat ini.
"Ternyata kau masih—" ucap Lee tersenyum menatap Kaili.
__ADS_1
"Tuan, aku mohon lepaskan. Sakiitt!" Mohon Kaili tak sekalipun digubris oleh Lee, dia tetap saja memainkan jarinya disana.
Tok! Tok! Tok!
"Lee! Kaili!" Teriak Nyonya Aeri diluar sana.
"****!" Umpat Lee segera berdiri berjalan menuju pintu.
Sedangkan Kaili merasa begitu lega, setidaknya dia bisa lolos malam ini. Walau entah bagaimana untuk malam-malam selanjutnya.
Dengan bersusah payah Kaili menuju kamar mandi membawa serta selimutnya. Karena memang tubuhnya telah polos. Sedangkan gaunnya telah robek dan tak lagi dapat Kaili gunakan.
Ceklek!
"Cepatlah bersiap, ajak Kaili. Malam ini juga kita akan berangkat ke Amerika. Siap saja tidak perlu membawa pakaian." Jawab Nyonya Aeri panik.
"Ada apa, Mommy? Kenapa harus berangkat ke Amerika saat ini juga?" Tanya Lee penasaran.
"Yong dan Aurel, Yong dan Aurel—" jawabnya sambil menangis.
"Ada apa dengan Paman Yong dan Bibi Aurel, Mommy?" Tanya Lee khawatir.
"Nanti saja Mommy jelaskan, sekarang cepatlah bersiap! Kita harus cepat!" Jawabnya membentak.
"Baiklah, Mommy." Jawab Lee langsung bergerak cepat.
__ADS_1
"Kaili, kau sudah berpakaian?" Tanya Lee diluar sana.
"Sudah," jawab Kaili ketus. Lalu membuka pintu kamar mandi.
"Ayo, kita harus berangkat. Mommy dan Daddy sudah menunggu diatas." Ajak Lee menarik tangan Kaili. Kaili tampak pasrah, dia juga ikut khawatir ketika mendengar dialog antara Lee dan Mommy mertuannya. Kaili juga panik dan melupakan tongkat petunjukknya. Tiba di atap, sudah ada pesawat yang menunggu dengan mesinnya yang telah menyala.
"Yuki," ucap Lee kala mengingat Istri pertamanya Yuki. "Kau, kau duluan saja kesana, aku akan menjemput Yuki lebih dulu." Titahnya lalu pergi.
"Tanpa tongkatku aku tidak berani, apalagi ini di atap. Bagaimana kalau aku salah jalan dan—" kesal Kaili memilih berdiam diri disana. Karena takut terjatuh dari atap Mansion itu.
"Kaili, Lee kemana?" Tanya Nyonya Aeri yang datang untuk menjembut Kaili yang ditinggal sendiri oleh Presdir Lee.
"Dia kembali untuk menjemput Yuki." Jawab Kaili.
"Anak itu, tidak bisakah dia melupakan iblis jelek itu." Umpat Nyonya Aeri lalu menuntun Kaili hingga masuk ke dalam helikopter.
Tak lama berselang, Lee datang bersama dengan Yuki. Keduanya langsung masuk kedalam helikopter. Didalam sana, sudah ada Tuan Shilin yang duduk bersama Istrinya Nyonya Aeri.
Tak lama helikopter pun mendarat di udara.
"Daddy, Mommy. Apa yang terjadi dengan Paman Yong dan Bibi Aurel?" Tanya Lee dengan raut wajah yang begitu khawatir.
Bersambung ....
Bisa kepoin Ig Othor kalau mau tanya-tanya😍 @Oniya_99. Terima kasih🙏❤️❤️❤️
__ADS_1