
"Lee lepaskan dia!" Teriak Kaili langsung membantu Gerod untuk berdiri.
"Kau lebih membelanya daripada Suamimu sendiri!" Bentak Lee. Kaili maju beberapa langkah hingga berhenti tepat dihadapan Lee.
"Suami yang seperti apa, yang tidur dengan wanita lain selain Istrinya. Maaf, Lee. Aku masih terima bila kamu lukai, tapi untuk diduakan cukup sekali aku terima." Ujar Kaili dengan nada tinggi.
"Aku bisa jelaskan semua itu,"
"Tidak ada gunanya menjelaskan sesuatu yang sudah jelas. Aku tidak peduli dengan apa pun, sudah cukup kamu menyakiti hatiku. Sekarang juga aku minta cerai darimu, ingat itu adalah janjimu sendiri, janjimu yang akan melepasku bila kamu mengikari janji untuk tidak lagi menyakitiku. Aku ingin cerai darimu!" Tegas Kaili berteriak.
"Aku tidak akan pernah melepaskamu!"
"Maka, aku yang akan pergi." Jawab Kaili.
"Ingatlah Kennar, Kaili. Dia masih membutuhkan seorang Ibu di sisinya. Kamu bukan lagi Kaili yang aku kenal." Saut Lee berusaha membujuk Kaili agar menarik kembali ucapannya.
"Ya, aku bukan lagi Kaili gadis lemah yang selalu kau hina dengan kata Buta. Dan Kennar adalah tanggung jawabmu dan juga keluargamu. Tidak ada urusannya denganku. Kali ini saja, biarkan aku pergi." Pinta Kaili yang kini tak dapat membendung air matanya
"Aku mohon tenanglah dulu, Sayang. Semuanya bisa kita bicarakan baik-baik."
"Tidak ada kata baik untuk Suami jahat sepertimu!" Balas Kaili. "Ayo Tuan Gerod," ajak Kaili.
"Kaili aku mohon jangan pergi, aku sangat mencintaimu," teriak Lee.
__ADS_1
"Aaaaaaaakh!" Teriak Lee saat dadanya kembali nyeri.
"Kailiiiiii!" Teriaknya lagi dikala rasa sakit juga menyiksanya. Kaili tak sedikit pun berbalik badan. Gerod sempat menghentikan langkahnya ketika tak tega melihat Lee yang kini kesakitan.
"Biarkan, ada Sekretaris Fade yang akan membawanya ke rumah sakit. Keputusanku sudah bulat, aku mohon berhenti membujukku karena aku tidak akan merubah keputusanku." Tegas Kaili tetap berjalan lurus dan banar-benar tidak melihat ke belakang. Membayangkannya saja terasa begitu perih di hatinya, untuk itulah Kaili tak sangup untuk melihatnya.
"Jalan, Tuan Gerod." Dengan ragu dan wajah kusut ditambah lebam di kedua pipinya, akhinya Gerod mengikuti keinginan Kaili.
"Aku mencintaimu, Lee. Aku sangat mencintaimu, terima kasih karena telah mau menerimaku menjadi bagian dalam hidupmu, terima kasih juga untuk kenangan terakhir yang indah semasa hidupku. Aku akan tetap ada di sisimu dan mencintaimu dengan caraku. Jadi, tetaplah hidup untuk Putra kita. Dia lebih membutuhkanmu daripada aku. Selamat tinggal lee, aku mencintaimu, sangat mencintaimu," batin Kaili dengan berlinang air mata.
***
Keesokkan paginya
"Ada apa? Ini masih sangat pagi, apa Kennar sudah bangun?" Tanyanya linglung.
"Sayang, kita harus ke rumah sakit sekarang,"
"Rumah sakit! Cucuku di bawa ke rumah sakit!?" Teriaknya kaget dan langsung terbangun.
"Tenanglah, Sayang. Bukan Kennar tapi Lee."
"Lee, Lee ada di rumah sakit," ucapnya panik.
__ADS_1
"Kamu tenang dan sekarang bersiaplah, kita akan langsung ke rumah sakit," tukas Tuan Shilin. Nyonya Aeri langsung turun dari ranjang, menuju lemari, mengambil pakaian sembarang dan langsung mengenakkannya. Begitu selesai Tuan Shilin langsung menggandengnya keluar dari kamar.
"Baby Kennar bagaimana?"
"Tenang, ada banyak Nupu yang menjaganya." Jawab Tuan Shilin kembali manarik tangan Istrinya.
Tak butuh waktu lama diperjalanan, kini Tuan Shilin dan Nyonya Aeri telah berada di depan ruangan di mana Lee dirawat.
"Astaga Putraku, Lee. Sejak kapan dia ada di sini dan di mana Kaili?"
"Ternyata Yuka sama jahatnya dengan Yuki kembarannya. Dia memberikan Lee obat hingga menidurinya, dan Kaili tak sengaja melihat semua adegan itu hingga akhirnya Kaili memilih pergi bersama temannya." Bohongnya, karena jelas-jelas semua yang terjadi adalah rencana yang telah dia susun.
"Lalu di mana Kaili sekarang?" Tanyanya khawatir dengan buliran bening menetes tanpa seizinnya.
"Tenanglah, Sayang. Aku sudah mengirim orang untuk mencari keberadaan Kaili. Tapi yang terpenting sekarang adalah bagaimana kondisi Lee Putra kita." Ujar Tuan Shilin Sambil menyeka air mata sang Istri.
"Apa yang dikatakan Dokter tentang kondisi Lee?" Tanyanya sambil menempelkan wajahnya di kaca bening untuk melihat keadaan Putra semata wayangnya, yang kini tengah terbaring tak sadarkan diri dengan banyaknya alat yang menempel di tubuhnya.
"Karena syok, Lee jantungan ketika Kaili pergi meninggalkannya." Jawab Tuan Shilin sendu.
"Tidak, itu tidak mungkin. Lee tidak mungkin begitu, dia adalah Putraku yang sehat, tidak mungkin di syok hingga jantungan. Dan Kaili, aku tidak yakin Kaili tega meninggalkan Lee dalam keadaanya yang begitu." Tangis Nyonya Aeri semakin pecah, dia sama sekali tidak percaya kalau menantu kesayangannya akan melakukan hal seperti yang dikatakan oleh Suaminya.
"Aku juga tidak percaya Kaili tega melakukan itu, tapi seperti itulah kenyataannya. Sekretaris Fade yang melaporkan semua kejadian ini, dan dia tidak mungkin berbohong." Jelas Tuan Shilin meyakinkan Istrinya tercinta.
__ADS_1
"Itu tidak mungkin, itu tidak mungkin," gumam Nyonya Aeri syok hingga akhirnya tak sadarkan diri.