Istri Buta Presdir Dingin

Istri Buta Presdir Dingin
IBPD BAB 48


__ADS_3

Dituduh membunuh, dibenci oleh semua orang, dan sekarang dia diperkosa oleh Suaminya sendiri.


Lee tak membiarkan Kaili istirahat barang sedetik pun. Dia berubah menjadi begitu buas dan tidak pernah puas dengan tubuh Kaili yang begitu membuatnya berhasrat.


Dia sangat menyukai rasa Kaili, sangat berbeda dengan Yuki. Entah apa yang ada pada tubuh Kaili. Tapi yang pasti Kaili telah membuatnya merasakan yang namanya candu.


Entah sudah berapa Kaili pelepasan Lee dapatkan, tapi dia tak kunjung merasa puas. Teriakan Kaili yang memohon tak lagi dapat dia dengarkan.


Hingga akhirnya subuh datang, saat itulah baru Lee melepaskan Kaili. Tubuhnya melemas terbaring disamping Kaili.


Perlahan, bahkan sangat perlahan Kaili menggeserkan tubuhnya untuk pergi dari kamar yang memberikannya trauma mendalam.


Dia merasa harus pergi sekarang juga, sebelum Lee terbangun dan melakukannya lagi. Kaili tidak ingin hal itu terulang lagi.


Kaili pergi dengan membalutkan tubuh polosnya dengan selimut yang terdapat bercaknya disana. Sebelum keluar Kaili sempat membawa serta pakaian bersihnya dari lemari. Dan tak lupa pakaian sobeknya juga dia bawa serta.


Tiba di kamar mandi yang ada di dapur. Kaili langsung membersihkan tubuhnya. Sangat perih dia rasakan dibawah sana, tapi sedikit pun tidak akan bisa menandingi rasa perih dihatinya.


"Ibu, Ayah. Apa yang akan aku lakukan selanjutnya? Dia telah menrebutnya secara paksa. Apa yang akan aku lakukan Ibu, Ayah. Tolong katakan padaku apa yang harus aku lakukan. Hiks, hiks," Dibawah kucuran shower. Kaili menumpahkan segala kesedihan yang dia rasakan. Tangisan demi tangisan terdengar begitu pilu.

__ADS_1


"Pergi. Ya, aku harus pergi dari sini. Aku tidak ingin berada di tempat terkutuk ini. Tapi—tapi bagaimana kalau dia menemukanku. Tuan Gerod! Aku yakin dia mau membantuku. Dia adalah orang yang baik, aku akan meminta bantuannya. Aku harus pergi dari tempat terkutuk ini." Ucap Kaili dengan segala kebenciannya terhadap Lee.


Braaaakk!


"Tu-tuan!" Teriak Kaili terkejut dengan kehadiran Lee yang tiba-tiba saja mendobrak paksa pintu toilet. Kaili berusaha menutupi tubuh polosnya dengan telapak tangan seadanya.


"Pergi. Kau tidak akan bisa pergi dariku!" Ucap Lee menekan kalimatnya lengkap dengan senyum liciknya.


"Ayo ikut aku!" Bentak Lee menarik Kaili keluar dari toilet. Beruntung kaili sempat menarik handuknya, dengan begitu dia masih bisa menutup lekuk tubuhnya walau tidak semuanya.


Sampai dikamar, Lee melemparkan Kaili keatas ranjang. Setelahnya, dia keluar dan mengunci Kaili didalam sana.


***


"Lee, Kaili dimana?" Tanya Nyonya Aeri.


"Di kamar," jawab Lee singkat. Lalu fokus mengambil omelette sebagai sarapan.


"Sepertinya dia belum makan dari tadi malam. Nak, dia juga manusia." Saut Nyonya Aeri.

__ADS_1


"Dia pantas mendapatkan itu, Mommy. Untuk apa juga kita mengasihani pembunuh." Sambung Yeji.


"Sebenarnya, Mommy meragukan kalau dia benar-benar seorang pembunuh." Jawab Nyonya Aeri menyadari sesuatu.


"Apa Mommy mengatakan kalau aku pembohong," kesal Yeji.


"Bukan begitu, sayang. Bisa saja kamu salah lihat saat itu. Mommy tau siapa Yuki. Bagaimana kalau yang Kaili katakan itu benar."


"Tapi Mommy dengar sendiri apa yang dikatakan Ibu dan adik tirinya. Dia bahkan berbohong tentang kebutaannya." Jelas Lee.


"Begaimana kalau Ibu dan adik tirinya yang membohongi kita. Mommy akan mencari bukti soal ini. Feeling Mommy mengatakan bahwa Kaili tidak mungkin melakukan tindakan kriminal." Ucap Nyonya Aeri.


"Dengan apa Mommy akan mencari bukti? Semua sudah jelas Mommy!" Kesal Lee langsung berdiri lalu pergi.


"Lee, kau belum sarapan." Panggil Nyonya Aeri.


"Sudahlah, sayang. Biarkan saja dia." Cegah Tuan Shilin menghentikan Istrinya yang akan menyusul Putranya.


"Baiklah, Sayang." Jawab Nyonya Aeri.

__ADS_1


"Susu itu, entah kenapa aku begitu mencurigai susu yang selama ini Kaili konsumsi. Aku harus mencari tahunya nanti." Batin Nyonya Aeri kembali melahap sarapannya.


__ADS_2