Istri Buta Presdir Dingin

Istri Buta Presdir Dingin
IBPD BAB 79


__ADS_3

"Apakah operasi ini akan berhasil, Fade?"


Sekretaris Fade tak menjawab, dia terlihat melamun sambil bersandar di dinding rumah sakit. Tak mendapat sautan dari Sekretatis Fade, Tuan Shilin menaikkan pandangannya menatap Sekretaris Fade yang betah dengan ekspresi semula.


"Apa yang kau pikirkan, Fade?" Sekretaris Fade masih saja melamun.


"Fade!" Bentak Tuan Shilin.


"Ah iya, ada apa, Tuan." Sekretatis Fade terlonjak kaget dan langsung menegakkan tubuhnya lurus.


"Apa yang sedang kau pikirkan?" Tanya Tuan Shilin curiga.


"Anu ...."


"Anu apa!?"


"Ada kabar tidak baik dari Mansion. Saya ingin mengatakannya kepada Tuan, tapi saya tidak ingin Tuan khawatir." Jawab Sekretaris Fade menundukkan wajah—siap mendapat amarah dari Tuannya.

__ADS_1


"Apa? Apa yang terjadi? Jangan memancing emosiku! Cepat katakan!" Bentak Tuan Shilin.


"Nona Yeji telah menculik Nyonya Aeri. Tapi, Tuan tenang saja karena saya sudah mengirim para boddyguard untuk menemukan Nyonya Aeri secepatnya." Jawab Sekretaris Fade cepat.


"Tenang! Apa kau mau mati ha!? Istriku dalam bahaya dan kau baru mengatakannya sekarang!" Saking murkanya Tuan Shilin langsung menarik kuat kerah baju Sekretaris Fade.


"Maaf, Tuan. Maafkan saya, tapi saya juga barusan mendapatkan infonya. Saya hanya ragu untuk mengatakannya kepada, Tuan." Jelas Sekretatis Fade membela diri.


"Awas saja kalau terjadi sesuatu kepada Istriku, aku tidak akan pernah memaafkanmu!" Bentak Tuan Shilin lalu menghempaskan tubuh Sekretaris Fade hingga mendarat di lantai.


"Aish! Apa yang harus aku lakukan!" Ujarnya meremas rambutnya kasar.


Tak lama kemudian, pintu ruang operasi terbuka, dan tampaklah Dokter Nikholas dengan ekspresi lelahnya. Tuan Shilin langsung bergegas mendekati Dokter Nikholas.


"Dokter, bagaimana keadaan Putra saya? Apakah operasinya berjalan lancar? Apakah Putra saya akan baik-baik saja? Bagaimana keadaannya sekarang?" Dokter Nikholas tersenyum lelah mendapati pertanyaanya beruntun dari Tuan Shilin.


Dokter Nikholas tampak menghela napas sebelum menjawab, "Semuanya berjalan lancar, dan keadaan Lee sudah berangsur membaik. Tapi, untuk beberapa hari ke depan, Lee akan distabilkan kondisinya di ruang ICU. Jadi, dia tidak bisa ditemui untuk saat ini." Lapor Dokter Nikholas membuat Tuan Shilin merasa begitu lega.

__ADS_1


"Terima kasih, Tuhan. Terima kasih atas kesembuhan Putraku." Syukurnya tulus.


"Kalau begitu saya pamit istirahat, putra Tuan Shilin akan dijaga ketat oleh Dokter ahli jantung terbaik di rumah sakit ini." Jelas Dokter Nikholas.


"Terima kasih, Dokter Nikholas. Terima kasih karena telah menangani Putraku selama ini." Ucap Tuan Shilin tulus.


"Sama-sama, Tuan Shilin. Permisi," pamit Dokter Nikholas.


Setelah kepergian Dokter Nikholas, Tuan Shilin kembali membalikkan badannya menghadap Sekretaris Fade yang masih betah menunduk.


"Fade, kau tetap di sini, jaga Lee baik-baik, aku akan kembali ke China. Oh iya, pemakaman untuk Kaili akan dilakukan di China, kamu urus semuanya dan bawa dia pulang." Titah Tuan Shilin.


"Siap, Tuan." Jawab Sekretaris Fade tampak tak bersemangat.


Selama perjalanan dari Amerika menuju China, Tuan Shilin tak sedetik pun terlelap. Beberapa jam berlalu, hingga akhirnya dia terlelap tanpa sadar. Ketika terbangun, pesawatnya telah mendarat dengan mulus di bendara Beijing.


Tuan Shilin langsung turun dari pesawat. Di depan sana, sudah ada beberapa mobil yang siap menjemputnya dan akan berangkat ke lokasi tempat dimana Yeji berada.

__ADS_1


Dengan kecepatan tinggi, beberapa mobil mewah itu membelah jalanan. Untunglah kini sudah larut malam hingga jalanan pun sepi, 1 jam perjalanan tidak terasa, kini Tuan Shilin telah tiba di sebuah gedung bekas yang sudah tidak terpakai.


__ADS_2