
"Dua tahun bukanlah waktu yang singkat, aku tidak bisa melupakanmu Yuki." Ujar Lee lalu meneguk anggur untuk yang kesekian kalinya. Botol-botol anggur yang telah kosong berserakan di lantai. Lee terlihat begitu kusut. Kehilangan Yuki membuatnya begitu terpukul.
"Kemana perginya minumanku? Ini semua pasti gara-gara gadis buta itu. Dia telah membunuh Istriku, dan sekarang berani mengambil minumanku. Dimana dia? Lihat apa yang akan aku lakukan padanya." Lee mulai kehilangan kendali karena terlalu banyak minum. Berjalan sempoyongan, dia mencoba keluar dari kamar untuk mencari keberadaan Kaili.
"Kau disitu rupanya," ucap Lee mendekati Kaili. Dengan tenaganya yang kaut. Lee masih bisa mengangkat tubuh Kaili dan dia bawa ke kamarnya.
Tiba di kamar, dengan kasar Lee langsung melemparkan Kaili ke atas ranjang.
"Aaargh!" Teriak Kaili. "Tu-tuan, a-apa yang tu-tuan lakukan!" Ujar Kaili ketakutan kala melihat Lee yang telah melepaskan baju bagian atasnya. Memarkan tubuh atletisnya dengan 6 kotak-kotak diperutnya.
__ADS_1
"Aku akan memberikanmu hukuman karena telah membunuh Istriku." Jawab Lee dengan raut wajah yang terlihat sangat menyeramkan.
"Tu-tuan," Kaili semakin mundur hingga mentok di kepala ranjang. Kaili benar-benar tak lagi dapat kemana-mana.
"Tuan, sadarlah Tuan. Saya mohon jangan seperti ini." Ujar Kaili yang tau bahwa saat ini Lee tengah dibawah pengaruh Alkohol. Sekuat apa pun usahanya untuk menyadarkan Lee, tapi Lee tetap tidak mempedulikannya sedikit pun.
"Kau juga harus mati!" Bentak Lee lalu menarik baju Kaili yang memang telah sobek. Dengan sekali tarikan paksa, pakaian Kaili pun telah sobek hingga ke pangkal pahanya.
"Tuan, saya mohon lepaskan saya, Tuan. Saya mohon jangan lakukan dalam keadaan seperti ini." Pinta Kaili memohon. Tak peduli, Lee terus memberikan tanda kepemilikan di setiap sudut tubuh Kaili. Tak sejengkal pun lepas dari gigitan lembutnya.
__ADS_1
"Tu-Tuan!" Dasah Kaili, kala Lee dengan ganasnya membuat pola di dua gundukannya. Lee begitu gemas dengan dua benda kenyal itu, hingga dia tak pernah merasa puas berkelana disana.
Dengan sisa-sisa tenaganya, Kaili berusaha untuk terus berontak. Walau tenaganya tidak akan pernah sebanding tenaga Lee yang seper kuat. Apalagi dirinya belum makan malam sama sekali. Mana mungkin dia punya tenaga kuat untuk melawan.
"Tuan, tolong lepaskan saya." Mohon Kaili dengan tangisan yang terdengar sangat memilukan.
"Rasakan ini!" Kain terakhir berhasil Lee lepaskan. Lalu dengan kasar dia berhasil merebut kesucian Kaili. Kesucian yang selama ini Kaili jaga.
Bukan dosa memang, karena keduanya memang telah sah untuk melakukan hal itu. Hanya saja, Kaili tidak rela memberikan mahkotanya karena terpaksa apalagi tidak ada sedikit pun kelembutan yang Lee berikan.
__ADS_1
Pasrah, Kaili hanya dapat menggigit bibirnya kuat Hingga memutih. berusaha menahan rasa sakit dibawah sana yang telah berubah menjadi kenikmatan yang baru pertama kalinya Kaili rasakan. Tangisan pilunya tak kunjung berhenti, saat ini juga, Kaili merasa dirinya telah hancur. Tidak lagi ada harapannya untuk bahagia. Semua miliknya telah direnggut paksa, harga dirinya pun telah hancur. Dia harus menelan pahitnya takdir yang tidak berpihak kepadanya.
Dituduh membunuh, dibenci oleh semua orang, dan sekarang dia diperkosa oleh Suaminya sendiri.