Istri Buta Presdir Dingin

Istri Buta Presdir Dingin
IBPD BAB 71


__ADS_3

Kenapa kau memberitahu Lee masalah Yuki?" Raut wajah Tuan Shilin yang murka membuat Sekretaris Fade menciut seketika.


"Maaf, Tuan. Saya lupa kalauโ€”"


"Perbaiki segelanya, aku tidak mau tau bagaimana pun caranya," saut Tuan Shilin. Sekretaris Fade hanya menundukkan wajah merenungkan kesalahannya.


"Baik, Tuan. Saya akan mengikuti apa pun rencana yang Tuan berikan." Jawab Sekretaris Fade yakin.


"Bagus," sambung presdir Lee kemudian berdiri segera keluar dari ruangan kerjanya dengan segala kemisteriusannya.


Sekretaris Fade mengangkat wajahnya ketika Tuan Shilin telah pergi.


"Maafkan saya Tuan Lee, maafkan saya juga Nona Kaili." Batin Sekretaris Fade.


***


"Sekretaris Fade, kemarilah. Mari makan malam bersama. Makan malam dulu setelahnya baru pulang." Ajak Nyonya Aeri. Seperti biasa, Sekretatis Fade langsung mengambil posisi duduk disamping Tuan Lee dan ikut makan bersama.


"Daddy bicara apa padamu?" Bisik Lee bertanya.


"Tuan Shilin meminta saya untuk mempersiapkan proses operasi untuk Tuan Lee, karena pendonor sudah ditemukan. Dan operasi akan dilakukan akhir bulan depan." Jawab Sekretaris Fade juga ikut berbisik.

__ADS_1


"Be-benarkah? Siapa yang menjadi pendonornya?" Bisik Lee lagi.


"Kalau tidak salah pendonornya berkewarganegaraan Jepang. Tuan Shilin berhasil menemukan pendonor itu ketika meeting di Negara jepang." Jelas Fade, Tuan Shilin yang paham, meliriknya dengan senyuman yang samar.


Kaili terpaksa mengakhiri makan malamnya karena tiba-tiba Ban Kennar menangis. Sepertinya Baby imut itu tidak ingin berpisah jauh dari Mommy-nya. Lee yang melihat itu semakin mempercepat makanya.


Karena Baby Kennar tak kunjung diam, akhirnya Kaili pamit untuk kembali ke kamar yang telah selesai disiapkan oleh para Nupu. Tiba di kamar Kaili langsung menyusui sang Putra sambil berbaring. Sepertinya karena sudah larut malam, hingga Baby kecil itu pun menangis karena mengantuk.


"Sayang," panggil Lee yang baru datang dengan sepiring makanan ditangannya.


"Kamu pasti masih lapar bukan?"


"Iya, Sayang." Jawab Kaili mencebikkan bibirnya.


"Aku mencintaimu, Kaili. Aku sangat mencintaimu," ucap Lee tulus, lagi dan lagi Kaili tak dapat membendung air mata harunya.


"Itulah kenapa aku tidak ingin mengatakan cinta kepadamu terlalu sering. Kau selalu saja menangis saat aku mengatakannya. Walau aku tau tangisan itu adalah tangisan bahagia, tapi entah kenapa hatiku tetap saja sakit saat melihatmu menangis." Jelas Lee.


"Aku hanya terharu, tapi aku ingin mengatakan kalau aku juga sangat mencintaimu." Balas Kaili.


"Terima kasih, Sayang. Terima kasih karena telah memaafkan semua kesalahanku." Begitu menyelesaikan kalimatnya, satu ciuman yang dalam Lee daratkan di bibir ranum Kaili yang semakin lama semakin terasa manis baginya.

__ADS_1


"Aku yang harusnya berterima kasih padamu. Terima kasih karena telah menerima aku dan Putraku hadir dalam kehidupanmu." Sambung Kaili membaut Lee kembali akan membungkam mulut sang Istri dengan ciuman.


Oek ... Oek ... Oek ....


Tangisan Baby Kennar menjadi jarak pemisah untuk kedua orang tuannya.


Kaili tertawa ketika melihat raut wajah kesal Lee yang tampak tak kuasa menahan hasrat.


"Tiga Minggu lagi,"


Huffff ....


.


.


.


.


Crazy up ya๐Ÿ˜

__ADS_1


kalau mau lanjut terus, jangan lupa kasih dukungannya, ya. like, komen, dan yang paling penting adalah vote dan hadiah, ya. lopeeee reader cemua ๐Ÿ˜˜๐Ÿ˜˜


__ADS_2