Istri Buta Presdir Dingin

Istri Buta Presdir Dingin
IBPD BAB 55


__ADS_3

Yeji!" Teriak Nyonya Aeri.


"Mo-Mommy," Yeji begitu terkejut dengan kehadiran sang Mommy bersama dengan Sekretaris Fade.


"Ikut Mommy!" Dengan kasar Nyonya Aeri menarik Yeji menjauh dari Presdir Lee, beruntung Yeji masih sempat menyambar jubah mandinya guna menutupi tubuhnya yang tereskpos.


"Fade, bawa Lee ke kamar Kaili." Titah Nyonya Aeri.


"Baik, Nyonya." Jawab Sekretaris Fade.


Begitu memberikan perintah kepada Sekretaris Fade. Nyonya Aeri kembali menyeret paksa Yeji hingga dipaksa masuk ke dalam lift untuk dibawa ke lantai dasar.


"Mo-Mommy a-aku—"


"Diam! Tutupi saja tubuhmu itu!" Bentaknya membuat Yeji begitu kaget. Ini pertama kalinya sang Mommy membentak dirinya. Dengan segunung rasa malu, Yeji membalutkan jubah mandi itu ketubuhnya.


Ting!

__ADS_1


Lift terbuka, lagi dan lagi Nyonya Aeri menyeret Kaili hingga tiba di pintu utama. Tau bahwa dirinya akan di usir. Sekuat tenaga Yeji menahan kakinya agar tidak di lempar keluar oleh sang Mommy.


"Mommy, aku mohon jangan usir aku. Aku tidak punya tempat lain selain rumah ini, aku mohon jangan usir aku," Mohon Yeji dengan air mata yang terus mengalir deras.


"Kamu tidak pantas tinggal disini, aku kecewa padamu Yeji. Seharusnya kau bersyukur karena masih ada keluarga yang mau merawatmu dengan tulus. Tapi apa yang kau lakukan. Kau malah ingin menjebak Putraku, naik keatas ranjangnya, dan berharap ingin menikah dengannya. Kau memang tidak tau apa artinya balas Budi. Aku membesarkanmu dari usiamu 6 tahun. Dan ini balasanmu. Aku benar-benar kecewa padamu. Sekarang juga pergi dari rumahku! Aku tidak sudi punya anak yang tidak tau berterima kasih sepertimu!" Teriak Nyonya Aeri mendorong Yeji kasar.


"Mommy, aku sangat mencintai Kakak Lee. Apa aku salah bila menaruh perasaan kepadanya, aku mohon jangan usir aku Mommy. Diluar sana sangat gelap, aku mohon jangan buang aku untuk yang kedua kalinya." Pinta Yeji memohon sambil memeluk erat kaki Nyonya Aeri.


"Kau sendiri yang membuatmu terusir. Jadi, pergilah dari rumahku. Aku tidak ingin melihat wajahmu!" Bentaknya lagi.


"Sayang, ada apa ini?" Tanya Tuan Shilin yang baru pulang.


"Tenanglah, Sayang. Tenangkan dirimu." Bujuk Tuan Shilin.


"Bagaimana mungkin aku bisa sabar, dia hampir menghancurkan pernikahan Putraku. Dia ingin naik ke ranjang Lee, apa kau tau itu!" Ucapnya meninggikan volume suaranya.


"Apa itu benar, Yeji?" Tanya Tuan Shilin menekan Yeji. Yeji hanya diam, menangis sambil menundukkan wajahnya dalam.

__ADS_1


"Pengawal!" Teriak Tuan Shilin. "Usir dia!" Titah Tuan Shilin membuat Yeji menaikkan pandangannya dengan mata berbinar tersirat kesedihan yang begitu mendalam.


"Daddy, Mommy. Aku mohon maafkan aku. Aku mohon jangan usir aku," teriak Yeji percuma.


***


"Ada apa ini Sekretaris Fade?" Tanya Kaili kala kaget dengan kehadiran Lee yang dibawa masuk kedalam kamarnya.


"Nyonya memerintahkan saya untuk membawa Tuan muda ke kamar Nona," jawab Sekretaris Fade langsung melemparkan tubuh Tuannya keatas ranjang Kaili.


"Kenapa? Memangnya apa yang terjadi kepada Lee?" Tanya Kaili bingung.


"Tuan, Tuan—" jawab Sekretaris Fade sambil melihat Lee yang kini berusaha membuka satu persatu kancing piyamanya.


"Tuan apa?" Tanya Kaili penasaran.


"Tuan diberikan obat perangsang oleh Nona Yeji." Jawab Sekretaris Fade cepat.

__ADS_1


"Apa!"


__ADS_2