
Dengan kecepatan tinggi, beberapa mobil mewah itu membelah jalanan. Untunglah kini sudah larut malam hingga jalanan pun sepi, 1 jam perjalanan tidak terasa, kini Tuan Shilin telah tiba di sebuah gedung bekas yang sudah tidak terpakai.
Semua pengawal langsung bersiap dengan senjata masing-masing ketika kaget dengan suara-suara tembakkan yang berasal dari gedung itu.
Tuan Shilin langsung berlari menuju gudang itu ketika kaget mendengar suara senjata. Pikirannya begitu kalut karena takut terjadi sesuatu pada sang Istri.
Brakk!
Sekali tendangan yang begitu keras mampu membuka pintu baja yang memang tidak terkunci.
"Tuan Shilin!" Ucap Gerod kaget ketika melihat Tuan Shilin.
"Gerod! Kau?"
"Saya sudah berhasil melumpuhkan Nona Yeji yang tadinya meyandra Nona Kaili. Maaf, Tuan. Saya terlambat membawa Nona Kaili karena diculik oleh Nona Yeji." Jelas Gerod dengan tetap menodongakkan senjatanya tepat di kepala Yeji.
__ADS_1
"Apa yang kau katakan!? Apa yang telah terjadi!?" Bentak Tuan Shilin kala kaget saat melihat Kaili yang kini duduk di sebuah kursi dengan kaki dan tangan terikat erat, juga mulut yang ditutup lakban.
Beberapa pengawal mendekati Kaili dan langsung membantu membebaskan Kaili.
"Tuan, Mommy, Tuan!" teriak Kaili masih merasa belum layak untuk memanggil Mertuannya dengan panggilan Daddy.
"Kalau kau di sini, lalu siapa yang telah mendonorkan jantungnya untuk Putraku, Lee?"
"Mommy ... Mommy yang menghalangiku ketika akan berangkat ke Amerika. Dan Mommy mengatakan kepadaku bahwa dia yang akan menggantikanku mendonorkan jantungnya untuk Lee, hiks, hiks, huwa Mommy!" Teriak Kaili menangis histeris, dan langsung menjatuhkan tubuh lemahnya ke lantai.
"Mommy, jadi Mommy menyuruhku menyandra Kak Kaili karena hal itu. Mommy!" Kini Yeji yang berteriak. Ya, Yeji tidak juga bersalah. Nyonya Aeri berjanji akan memaafkan dan membawanya kembali bila dia mau melakukan apa pun yang dia perintahkan. Sebenarnya Yeji juga bukanlah seorang anak angkat yang licik, dia hanya terlalu mengikuti obsesinya untuk mendapatkan cinta sang Kakak. Kini, Yeji sadar akan arti cinta yang sesungguhnya.
Yeji menatap Gerod dalam, pria bule itu mampu menggetarkan hatinya melebihi ketika saat bersama dengan sang Kakak. Saat itu juga Yeji merutuki kebodohannya. Karena ulahnya, Mommy Aeri yang selama ini merawatnya dengan tulus telah pergi untuk selamanya.
Gerod pun melepaskan Yeji, bukan karena mendengar pertanyaan Yeji barusan. Tapi, karena dia juga turut berperan penting dalam semua akting yang kini mereka lakukan. Apa pun itu, Gerod hanya ingin membantu Kaili. Walaupun Kaili tidak mungkin membalas cintanya, tapi melihat Kaili bahagia adalah hal terpenting baginya.
__ADS_1
Semua akting juga terpaksa mereka lakukan, karena Nyonya Aeri mengancam akan bunuh diri bila mereka tidak mengikuti semua keinginannya.
Deeerrrt ....
Saat-saat menyedihkan, ponsel Tuan Shilin berdering, dia langsung mengangkat panggilan dari Sekretatis Fade.
"Tuan, Tuan Lee telah pulih lebih cepat dari target yang ditentukan Dokter Nikholas. Kini, Tuan Lee telah sadar," lapor Sekretatis Fade menyampaikan berita bahagia, tapi dengan kesedihan.
"Bagaimana dengan Istriku?" Tanya Tuan Shilin pilu. Dia bingung harus bahagia atau sedih. Kesembuhan sang Putra pasti akan sangat membuatnya bahagia, tapi kematian sang Istri lebih membuatnya bersedih.
"Nyonya, Nyonya Aeri—"
"Kenapa kau tidak mengatakan hal ini kepadaku lebih dulu, ha!"
Pyaar!
__ADS_1
Setelah meneriaki Sekretaris Fade diseberang sana, Tuan Shilin langsung membanting ponselnya hingga berakhir tragis di lantai berdebu gedung itu.