Istri Buta Presdir Dingin

Istri Buta Presdir Dingin
IBPD BAB 46


__ADS_3

"Tidak, Nona. Dia belum menyentuh Nona sedikit pun. Hanya sedikit tanda merah disana, Nona tenang saja. Saya akan antarkan Nona pulang, setelah sampai dirumah Nona tinggal mandi dan bekas itu akan hilang dengan sendirinya. Tidak ada yang perlu dikhawatirkan." Lagi dan lagi Gerod membujuk Kaili.


"Sekarang sebutkan alamat rumah Nona, saya akan antarkan Nona pulang sekarang juga." Sambung Gerod lagi.


"Sa-saya tinggal di Mansion keluarga Mou." Jawab Kaili pelan, namun masih dapat didengar oleh Gerod.


"Nona tinggal disana? Baiklah, saya akan mengantarkan Nona pulang ke Mansion Mou." Ucap Gerod langsung tancap gas.


____________________________________________________


25 menit Kemudian


"Disini saja, Tuan." Ujar Kaili.


"Tapi, Tangung sekali Nona. Sedikit lagi." Saut Gerod.


"Tidak apa, Tuan. Disana ada banyak pengawal, mereka tidak mungkin membiarkan saya diganggu lagi." Sambung Kaili.

__ADS_1


"Ah iya Baiklah. Silahkan Nona." Ujar Gerod ramah.


"Terima kasih atas bantuan Tuan Gerod. Saya tidak bisa berkata-kata lagi. Hanya ucapan terima kasih yang sebesar-besarnya yang dapat saya berikan." Ucap Kaili melepaskan sabuk pengamannya.


"Sama-sama Nona Kaili. Hati-hati." Saut Gerod. Dan Kaili segera membuka pintu lalu keluar dari mobil.


Sebelum menjauh, Kaili melambaikan tangannya ke arah Gerod.


"Aku tidak akan membiarkan Nona Kaili menjadi tumbal penyambung hidup Lee. Kasihan sekali gadis sebaik dan sepolos itu harus menjalani takdir yang begitu berat." Ucap Gerod sambil terus menatap punggung Kaili yang telah menghilang.


***


"Untuk apa Taun mengkhawatirkan saya? Apa Tuan kecawa karena melihat saya masih hidup." Jawab Kaili dengan tangisan yang memilukan.


"Aku hanya bertanya kau dari mana saja? Dan jass siapa ini!" Bentak Lee mulai dibalut emosi ketika melihat tubuh Kaili yang dilapisi jass seorang pria.


Dengan kasar Lee langsung menarik jass itu. Dan dengan jelas dia melihat tanda merah di belahan dada Kaili.

__ADS_1


"Apa yang Tuan lakukan!" Teriak Kaili langsung menutupi dadanya dengan kedua telapak tangannya.


"Kau! Kau benar-benar wanita murahan!" Teriak Lee mulai naik pitan.


"Ya, katakan apa pun yang ingin Tuan katakan. Tapi saya mohon, izinkan saya untuk beristirahat. Saya sangat lelah, Tuan." Pinta Kaili terdengar begitu pilu.


"Kau berani menjawabku!"


Kaili diam, dia lebih memilih diam. Karena bersuara pun dia akan tetap salah. Lebih baik iyakan saja apa pun yang ditanyakan bajiangn dihadapnnya itu.


"Cepat keluar dari kamarku! Aku tidak ingin tidur satu kamar dengan wanita murahan sepertimu. Cepat keluar!" Teriak Lee.


Kaili menaikkan pandangannya menatap dalam Lee. Setelahnya, dia langsung keluar dari kamar tanpa membawa apa pun..


Kini, Kaili berada di dalam toilet yang ada di ruang makan di lantai 4. Dengan kasar Kaili membersihkan bekas merah di dadanya dengan spons. Dengan tangisan yang terdengar pilu, Kaili terus menggosok tanda itu hingga malah meninggalkan bekas merah yang semakin besar.


"Kenapa ini semua terjadi kepadaku? Apa lagi setelah ini Tuhan, hiks," tangis Kaili.

__ADS_1


Setelah membersihkan tubuhnya, Kaili keluar dari Toilet demgan kembali menggunakan pakainnya yang kotor. Menuju sofa yang ada di depan kamar. Lalu berbaring disana. Kaili menutupi dadanya dengan bantal. Efek kelelahan, membuatnya terlelap tanpa sadar.


__ADS_2