Istri Buta Presdir Dingin

Istri Buta Presdir Dingin
TAMAT!


__ADS_3

Tidak akan ada hal apa pun yang akan abadi di dunia ini. Akan ada akhir disetiap hal yang terjadi, termasuk kehidupan. Tidak ada yang dapat hidup kekal, setiap yang bernyawa pasti akan mengalami akhir yaitu kematian.


Bila ada kematian, maka akan ada perpisahan. Sedih pasti, tapi tidak baik bila harus berlarut-larut dalam kesedihan.


Perpisahan memang sangatlah menyakitkan, tapi keikhlasan harus terus ditegakkan.


Perjuangan bertabur kesedihan hingga muncul kebahagiaan bertabur keindahan. Kini, sudah saatnya dia kembali ke maha pencipta. Tidak ada sedikit pun penyesalan, karena semua yang dilakukan atas dasar keinginannya barbalut keikhlasan.


Seorang wanita tangguh yang di awal hidupnya penuh dengan perjuangan dan pengorbanan. Kemudian hidup bahagia setelah semuanya berakhir. Kini, sudah waktunya dia kembali untuk selamanya.


Seorang gadis yang bernama Annindiyah lalu berganti nama menjadi Aeriβ€”kini telah tiada. Tak hanya diawal dia harus berkorban, diakhir hidupnya pun juga tak luput dari pengorbanan.Demi kelangsungan hidup sang Putra tercinta. Sosoknya akan selalu diingat, kenangannya selalu tersimpan di dalam memori hati. Dia akan tetap menjadi Annin yang tangguh sekaligus Aeri yang berani. Walau dia telah tiada, tapi kebaikkannya tidak pernah hilang dari hati setiap orang yang dia cintai.


Kini, Tuan Shilin paham seberapa besar cintanya kepada sang Istri. Pengorbanan Aeri tidak akan pernah dia lupakan sampai akhir hayatnya nanti.


2 hari kemudian


Jasad Nyonya Aeri telah tenang di alam sana. Semua orang sudah berangsur pulang, hanya tersisa Tuan Shilin, Tuan Lee yang berada di atas kursi roda dengan Kaili setia di sampingnya, lalu juga ada Yeji dengan Gerod yang sedia memberikan bahunya untuk Yeji, tak lupa Sekretatis Fade yang tetap berada di samping Tuan Shilin dengan menundukkan wajahnya dalam.


Semuanya tampak meneteskan buliran bening melepas kepergian Aeri yang telah menutup usia.


Gerod maju beberapa langkah lalu berdiri tepat di samping kiri Tuan Shilin.


"Tuan, ini adalah surat yang dititipkan Nyonya Aeri kepada saya," ucap Gerod sambil mengulurkan sebuah kertas berwarna pink yang dilipat rapi berbentuk hati.


Tuan Shilin menerima kertas itu dengan kesedihan yang tidak dapat diungkapkan dengan kata-kata. Hanya tangannya yang bergetar ketika membuka kertas itu, menjadi bukti betapa dalam kesedihan yang kini dia rasakan.


Isi surat :


Kamar kita, pukul 00:00


Aku menusliskan kata demi kata ini adalah ketika kamu tengah terlelap di bawah indahnya cahaya bulan, tepat di malam setelah aku tidak sengaja mendengar pembicaraanmu dengan menantu kita, Kaili. Aku begitu terkejut kala itu. Tapi, aku senang kamu tidak memaksa Menantu kesayanganku untuk hal itu, aku senang saat kamu meminta maaf dengan tulus padannya. Aku mengira selama ini kamu sangat membencinya. Tapi ternyata aku salah, kamu tetaplah seorang Tuan Shilin yang Arogan, dingin, dan keras kepala. Lihat juga bagaimana keras kepalanya aku. Aku menulis surat ini sambil menggigil kedinginan. Aku tidak berbohong, aku bergetar karena dingin bukan karena menangis, aku serius. Terserah padamu mau percaya atau tidak. Oh iya, aku hampir lupa. Ketika kamu membaca surat ini, mungkin aku telah tiada. Ingat pesanku, jangan merindukanku. Jangan sedih, ingat, kamu juga sudah tua, nanti juga akan menyusulku, hehehehe ....


Jaga Putra kita baik-baik, dia harus hidup bahagia bersama menatuku Kaili. Awas saja kalau kamu sampai memarahinya atau mengusirnya, kalau kamu berani, aku pastikan kamu tidak akan pernah bertemu denganku nanti walau di neraka sekali pun. Jaga juga Cucuku, sayangi dia seperti kamu menyayangiku. Satu lagi, jaga juga Putri angkat kita Yeji, walau dia nakal, aku tetap menyayanginya. Biarkan dia kembali ke rumah. Padahal aku yang mengusirnya, ya, hehehehe ... Ah, sudahlah, tanganku sudah pegel menulis sebanyak ini. Ingat, selalu bahagia di masa tuamu, kalau kamu bahagia, aku juga akan bahagia. Aku sangat mencintaimu Tuan Shilin, sangat-sangat mencintaimu. I LOVE YOU PRESDIR SHILIN ....

__ADS_1


MY BOSS IS MY HUSBAND ....


Yuo wife,


Ha Aeri


Begitulah bunyi surat yang Nyonya Aeri tinggalkan untuk Suami tercinta. Tidak ada hal lain selain kesedihan yang teramat sangat dalam yang kini dirasakan oleh semuanya. Apalagi bagi seorang Tuan Shilin sang Suami.


***


"Sayang, ayolah, kamu masih harus dirawat. Kalau tidak pengorbanan Mommy akan sia-sia, aku mohon jangan egois." Bujuk Kaili pada Lee yang tidak ingin dibawa ke rumah sakit untuk di rawat kembali. Walau kondisinya sangat baik, namun perawatan harus tetap dilakukan untuk berjaga-jaga agar tidak terjadi infeksi atau pun penolakan antara jantung dan tubuh Lee sendiri.


Mendengar ucapan sang Istri, Lee menatap Kaili dalam.


"Maafkan aku. Karena penyakitku, kamu hampir mengorbankan nyawamu. Seharusnya aku saja yang pergi, bukan Mommy atau pun kamu. Kalian berdua adalah dua wanita yang sangat aku cintai. Aku tidak bisa memilih antara kamu dan Mommy. Aku sangat mencintaimu dan juga Mommy-ku. Tapi, semua sudah terlambat, Mommy telah pergi untuk selamanya, itu karena aku. Aku tidak layak hidup." Tangis Lee.


"Lee sadarlah, aku mohon jangan begini. Jangan sia-sia kan pengorbanan Mommy. Dia sangat menyayangimu, itulah kenapa dia rela mengorbankan nyawanya untukmu. Kamu tidak sendiri, masih ada Daddy, aku, dan Kennar Putra kita. Aku dan Kennar sangat membutuhkanmu. Ingatlah, Mommy tidak pergi sama sekali darimu. Sekarang, dia ada dekat denganmu, bahkan dia menyatu denganmu. Kamu bernapas bersama dengan Mommy Aeri. Bahkan setiap debaran jantungmu, juga adalah debaran jantung Mommy Aeri. Dia tidak pernah meninggalkanmu, karena dia ada bersamamu." Jelas Kaili membuat Lee menatapnya dalam penuh cinta.


"Aku mencintaimu, Kaili. Sangat mencintaimu." Ucap Lee tulus kemudian memeluk Kaili dengan begitu eratnya.


"Hemp," ringis Kaili langsung melepaskan pelukannya dari sang Suami.


"Kamu kenapa, Sayang?" Tanya Lee kawahtir. Karena tak tahan, Kaili langsung berlari menuju kamar mandi. Dan langsung memuntahkan semua isi dari perutnya.


Lee tak dapat membantu sang Istri di dalam sana, karena memang dia tidak dibolehkan banyak bergerak. Hasil nekat dan pemaksaannyalah hingga akhirnya diperbolehkan mengikuti pemakaman sang Mommy.


Seorang Suster langsung masuk ke dalam kamar Lee ketika mendengar tangisan Baby Kannar. Satu orang Dokter ahli jantung juga masuk bersamaan sang Suster. Dokter itu langsung meletakkan Lee ke atas tempat tidur, lalu memasang infus dan alat medis lainnya.


"Suster, tolong lihat Istriku. Tadi dia muntah-muntah di kamar mandi." Titah Lee pada Suster lain yang juga baru saja masuk berniat untuk membantu Dokter. Suster itu menatap Dokter yang menangani Lee, mendapat anggukkan, barulah dia pergi ke kamar mandi untuk mengecek kedadaan Kaili.


"Sayang, apa kamu baik-baik saja?" Tanya Lee khawatir ketika melihat Kaili yang baru keluar dengan wajah pucatnya.


Kaili melangkah perlahan menuju sang Suami, duduk di pinggir kasur, lalu memberikan Lee sebuah alat berbentuk pipih dengan garis dua di sana.

__ADS_1


"Sayang, kamu hamil lagi?" Tanya Lee dengan raut wajah yang tampak begitu gembira.


Kaili tak menjawab, namun, menganggukkan kepalanya perlahan dengan senyuman manisnya.


.


.


.


.


.


.


.


TAMAT!!!


Tidak ada kesedihan yang kekal, tidak juga ada kebahagiaan yang kekal, keduanya bersifat sederhana.


Untuk menangani-nya, kita hanya diberikan satu solusi yaitu, Syukur.


Tetap bersyukur mau suka ataupun duka. Jika sudah, maka kebahagiaan akan kamu rasakan Setiap detiknya.


.


.


.


.

__ADS_1


Alhamdulilah, akhirnya Othor bisa menamatkan karya ini. Terima kasih yang sebesar-besarnya Othor ucapkan kepada Reader semua, yang telah setia memberikan dukungan yang luar biasa. Komenan kalian tidak satu pun Othor lewatkan. walau tidak sempat balas satu persatu, tapi yakinlah, Othor terharu setiap membacanya. Terima kasih karena telah membaca novel novel Othor. Hanya satu kata buat kalian, Othor cayang Kelian, lope lope😘😘😘😘😍😍😍


Tunggu karya-karya terbaru Othor lagi, yaπŸ€—


__ADS_2