Istri Kecil CEO Lumpuh

Istri Kecil CEO Lumpuh
Penantian Berujung Pertemuan


__ADS_3

Happy Reading 🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹


Flashback Off


"Daddy".


Edgar mematung ditempatnya. Benarkah itu Ayahnya? Benar kah itu orang yang dia nantikan selama ini? Orang yang dia jari bertahun-tahun.


"Ezra".


Buana berdiri dari duduknya. Dia menatap putranya yang berderai air mata sama seperti dirinya. Keizo hanya bisa terisak, dia sangat menyesal pernah membuat Edgar jahat, ternyata Edgar adalah putra dari sahabat nya. Pantas saja pertama kali melihat Edgar, Keizo merasa tidak asing.


"Dad".


Edgar berjalan pelan menghampiri Buana dan Keizo. Air mata luruh begitu saja.


"Ezra".


Edgar menatap Ayahnya dari ujung kaki sampai ujung rambut. Tidak ada yang berubah, selain kulit yang dulunya kencang kini keriput, rambut yang dulu hitam perlahan memutih, badan yang dulu kekar kini mulai membungkuk. Tongkat yang dipegang oleh Buana untuk membantu nya berdiri, menerangkan bahwa usia nya kini semakin menua.


"Dad. Ini kah dirimu Dad?". Edgar memegang wajah Ayahnya untuk memastikan apakah dia bermimpi "Dad, ini benar Daddy? Ini benar Daddy?".


Buana tak mampu menahan sesak di dadanya. Perpisahan sekian puluh tahun itu terasa menyakitkan. Hidup sebatang kara tanpa siapapun.


"Ini Daddy Ezra. Ini Daddy. Daddy merindukanmu Nak".


Gleppppppppppppppppppp


Keduanya saling berpelukkan dengan bertangisan. Edgar sungguh merindukanmu Daddynya, bahkan dia berpikir jika Daddy nya juga meninggal karena ditembak oleh kelompok Mafia itu. Dia mencari Buana ketika dewasa, namun pencarian nya terhenti saat dia mengalami kecelakaan dan Bagara meninggal.


"Dad". Edgar memeluk Buana dengan erat.


"Ezra".


Keduanya melepaskan segenap rindu yang membellengu dada. Berpisah selama tiga puluh tahun. Mereka hidup terpisah dibelahan dunia yang berbeda. Mereka menampung banyak rindu.


Buana sempat berpikir juga jika putranya ditangkap oleh kelompok Mafia itu. Namun ketika dia mencari tidak juga dia temukan. Dia terus mencari seperti orang gila.


"Ezra merindukan mu Dad". Lirih Edgar masih memeluk Buana.


"Daddy juga merindukan mu Nak. Daddy pikir kita tidak akan pernah bertemu. Daddy selalu menjemputmu tapi Daddy tidak menemukanmu".


"Ezra selalu menunggu kedatangan Daddy. Ezra berharap Daddy cepat datang dan membawa Ezra pergi".


Edgar melepaskan pelukannya. Dia masih belum percaya jika dia pertemukan kembali bersama Ayah kandungnya.


"Kau sudah besar ya Nak? Apa kau masih ingat dengan mobil-mobilan mu itu?". Ujar Buana mengelus punggung Edgar.


Edgar mengangguk "Apa Daddy masih menyimpan nya? Padahal hari itu aku hanya minta belikan mobil-mobilan tapi Daddy malah membeli mobil beneran". Seru Edgar menyeka air matanya.

__ADS_1


"Daddy masih menyimpannya. Apa kau mau membawa Daddy mengendarai nya?". Ucap Buana juga sambil menyeka air matanya.


"Tentu saja Dad. Aku akan membawa mu keliling Indonesia". Sahut Edgar.


Mereka berdua saling berceloteh. Mengenang masa dimana saat belum ada perpisahan. Edgar begitu dekat dengan Ayahnya dan apa saja yang dia minta selalu dituruti oleh Buana.


"Bagaimana Daddy bisa ada dirumah Daddy Keizo?". Cecar Edgar "Duduk dulu Dad. Kakimu seperti nya sakit". Edgar memapah Buana duduk.


"Son".


Edgar melihat kearah Keizo yang tatapan nya terlihat sendu.


"Kenapa Dad? Apa kau baik-baik saja?". Tanya Edgar.


"Maafkan Daddy yaaaa.. Ayahmu adalah sahabat Daddy, kami sudah hampir empat puluh tahun tidak bertemu. Daddy tidak tahu jika kau adalah putranya".


Edgar terkejut, jadi Ayah kandung dan Ayah angkatnya adalah sahabat. Bagaimana bisa? Kenapa begitu dekat, tapi tidak bisa bertemu?


"Iya Nak. Daddy juga sangat mengenal Kakek Bagara". Sambung Buana "Kami terpisah setelah lulus sekolah dan meniti karier masing-masing. Hingga Daddy pindah ke Inggris dan menikah dengan Mommy mu".


"Ya Tuhan". Edgar hampir tak percaya "Jika begitu selama ini kita sangat dekat Dad". Ucap Edgar "Apa Daddy memang tinggal di Indonesia?". Ujar Edgar.


Buana menggeleng "Daddy masih tinggal di Inggris dan terus mencarimu disana, selama tiga puluh tahun". Jawab Buana "Daddy pulang ke Indonesia karena sedang mengurus beberapa cabang perusahaan milik Daddy".


Edgar masih terdiam. Rasanya seperti bermimpi bertemu Ayah nya.


"Bagaimana dengan Mommy Dad?". Lirih Edgar. Mengingat Momm nya yang tertembak kala itu seperti luka yang kembali tergores


"Ya sudah ayo kita temui para tamu. Acaranya sudah mau dimulai". Ucap Edgar sambil tersenyum hangat


"Ayo".


Edgar dan Keizo membantu Buana. Kaki Buana memang mengalami kelumpuhan ringan dibagian kaki kanannya. Sejak saat itu dia harus berjalan dengan tongkat agar tak terjatuh.


"Bby".


Eidra menghampiri suami dan mertuanya dari tadi dia mencari dunianya itu.


Kening Eidra berkerut menatap Buana. Asing sangat asing, tidak pernah malah Eidra melihatnya. Tapi wajah Buana mirip dengan Edgar.


"Daddy Mertua".


"Ei". Keizo tersenyum membalas sapaan menantunya.


"Haiii Tuan, kenapa wajahmu sangat mirip dengan suamiku? Apa kau kembaran suamiku? Kau adalah suamiku versi tua?". Celetuk Eidra.


Buana hanya tercenggang. Sedangkan Edgar tersenyum gemes.


"Sayang". Edgar merangkul istrinya "Dad, ini istri kecilku. Nama nya Eidra".

__ADS_1


Kini Eidra yang heran mendengar ucapan suaminya. Dad?


"Sayang perkenalkan ini Daddyku. Daddy kandungku. Yang sering ku ceritakan padamu itu". Ucap Edgar memperkenalkan Buana.


Eidra mengangguk. Dia sudah tahu karena semuanya itu sering menceritakan tentang Daddy nya yang terpisah


"Haiiii Ayah mertua. Perkenalkan namaku Eidra biasa dipanggil Ei, istrinya Hubby". Eidra menyalimi Buana dan mencium punggung tangan pria itu.


Buana terkesiap. Dia terkejut saat Eidra mencium tangannya. Karena kelamaan tinggal di Inggris jadi sedikit asing dengan tata krama orang Indonesia.


"Iya salam kenal". Sahut Buana "Kau hamil?". Buana memperhatikan perut Eidra.


"Iya Dad. Istriku sedang mengandung bayi kembar tiga". Sahut Edgar mewakili.


"Kembar tiga?". Tanya Buana terkejut.


"Iya Ayah mertua. Kau untung banyak Ayah Mertua, dapat cucu sekali tiga". Ujar Eidra.


Edgar dan Keizo terkekeh. Sementara Buana yang tersenyum kesem-kesem belum terbiasa dengan ucapan Eidra.


"Yang lain mana sayang?". Tanya Edgar.


"Mereka sudah menunggu disana Bby. Kata Mommy Mertua, sebentar lagi tiup lilin". Jelas Eidra.


"Maaf ya Nak, membuat kalian menunggu". Ucap Keizo tak enak hati.


"Tidak perlu minta maaf Dad. Mereka tidak protes jika menunggu lama". Sahut Eidra.


"Ya sudah ayo".


Edgar memeluk pinggang Eidra dengan begitu posessif. Dia mengiring wanita hamil itu untuk berjalan pelan. Takut jika sampai anak dalam perut istrinya merasa getaran.


Sedangkan Keizo membantu Buana berjalan. Mereka berdua tampak berbincang-bincang. Karena memang sangat jarang bertemu lantaran kesibukan masing-masing.


Sebenarnya banyak yang ingin Eidra tanyakan pada suaminya masalah Buana. Tapi Eidra menahan karena tidak enak masih dirumah mertuanya. Padahal hati nya sudah menyimpan ribuan pertanyaan. Jika Eidra mengajukan pertanyaan pada suaminya, mungkin Edgar akan kebingungan menjawab pertanyaan istrinya.


Bersambung...


Ed & Ei


Hiii guys maaf baru nongol.


author berjuang banget biar bisa up😭


Sinyal dikampung benar2 pengen buat guling-guling 🤧😢


Jangan lupa tanda cinta Buat author yaaa. Biar semangat melawan badai yang berlalu.


maaf banget slalu gantungin kalian, tapi author gak pernah gantungin hati kok, serius....

__ADS_1


terima kasih semua...


__ADS_2