
Happy Reading 🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹
Margaretha menghela nafas panjang. Dari tadi perasaannya tidak enak. Terus memikirkan Eidra. Entah kenapa hatinya begitu gelisah tak menentu.
"Bunda kenapa?". Susi mengelus lengan Margaretha.
Mereka sedang duduk ditaman. Oscar memang meminta Susi dan Silva agar menjaga Margaretha sampai mereka kembali.
"Bunda ingin bertemu Ei". Lirih Margaretha "Bunda rindu padanya". Ucap Margaretha.
Susi dan Silva saling melihat satu sama lain. Bingung harus menjawab apa? Tadi Oscar memberitahu bahwa Eidra sedang koma dirumah sakit.
"Ayo ajak Bunda ketemu Ei". Margaretha memohon. Dia tidak akan tenang sebelum bertemu wanita yang sudah dia anggap putrinya itu.
"Tapi Bunda......".
"Bunda mohon". Margaretha menangkup tangannya didada agar Susi dan Silva mau membawanya bertemu Eidra.
Silva menghela nafas panjang. Bagaimana jika Oscar marah dia membawa Margaretha bertemu Eidra, masalahnya akan tambah besar lagi.
"Tunggu sebentar Bunda".
Silva sedikit menjauh dan membawa ponselnya. Dia ingin menghubungi Oscar.
"Hallo sayang".
"Sayang". Lirih Oscar diseberang sana.
"Apa yang terjadi sayang? Ada apa dengan suaramu? Kau baru menangis?". Cecar Silva sedikit panik. Pikirannya sudah berkelana tentang kondisi Eidra "Apa Nona Eidra baik-baik saja sayang?". Tanya Silva.
Terdengar helaan nafas berat diseberang sana. Oscar berkali-kali menarik nafasnya.
"Dia koma. Keadaan nya masih kritis". Jawab Oscar "Bagaimana keadaan Bunda?". Tanya Oscar sedikit tenang.
"Sayang, Bunda ingin bertemu Nona Ei. Dari tadi Bunda terus mencarinya". Silva menghela nafas panjang.
Tak ada sahutan diseberang sana. Hanya terdengar hembusan nafas kasar.
"Sayang".
"Iya sayang. Bawa saja Bunda. Aku menunggu dirumah sakit. Hati-hati dijalan".
"Iya sayang".
Setelah selesai berbicara Silva menutup sambungan nya.
Silva kembali menghampiri Susi dan Margaretha.
"Bunda ingin bertemu Nona Ei?".
Margaretha mengangguk dengan antusias "Iya Nak. Bunda ingin berbicara dengan Ei. Bunda rindu dengan ocehannya".
__ADS_1
Silva hanya menghela nafas berat. Bagaimana jika Margaretha tahu kondisi Eidra? Apa yang akan terjadi pada Margaretha. Dari dulu dia sangat menyayangi Eidra. Bahkan dia tidak mempermasalahkan saat Eidra sama sekali tidak membalas cinta Orlando. Bagi Margaretha asal Eidra bahagia, dia juga akan bahagia. Tohh kemana pun Eidra pergi. Eidra akan tetap jadi putrinya.
"Ayo Bunda".
Susi dan Silva memapah Margaretha berjalan. Sejak sakit Margaretha memang terlihat begitu lemah, bahkan untuk berjalan saja dia harus dibantu.
Mereka masuk kedalam mobil. Supir pribadi yang ditugaskan Oscar untuk mengantar kemana saja Bunda-nya pergi, melajukan mobilnya meninggalkan rumah mewah Orlando.
Wajah Margaretha tampan sumringah bahagia. Terakhir dia bertemu Eidra, bulan lalu. Sekarang dia benar-benar rindu mendengar celotehan gadis mesin jahit itu.
"Bunda tidak sabar bertemu Ei. Apa kita akan ke villa nya?". Tanya Margaretha wajahnya terlihat begitu bahagia.
Susi dan Silva hanya mengangguk saja. Biarlah nanti Margaretha tahu sendiri kemana mereka akan pergi.
Sampai digedung rumah sakit milik Orlando. Susi dan Silva langsung turun memapah Margaretha
"Lho, kenapa kita kesini Nak? Memang nya siapa yang sakit?". Cecar Margaretha.
"Ehmm, Ei ada didalam Bunda. Dia sedang melakukan pemeriksaan pada kandungan nya". Jawab Susi asal "Ayo Bunda".
"Ayo".
Dengan langkah tak sabar Margaretha melangkah.
Mereka menaiki lift. Rumah sakit ini memang milik Orlando, dia mendapat predikat dokter terbaik serta sudah pernah mendapat beberapa penghargaan.
Margaretha terus bertanya kenapa mereka dirumah sakit. Tapi Silva selalu menjawab bahwa Eidra sedang memeriksa bayinya.
"Bunda".
"Oscar kenapa kau ada disini Nak?". Tanya Margaretha heran.
"Bunda ingin bertemu Ei?".
Margaretha mengangguk dengan antusias "Iya Nak. Dimana Ei, Bunda sudah lama tidak bertemu dia?".
Sejenak Oscar terdiam. Tapi bagaimana pun, Margaretha akan tahu keadaan Eidra.
"Ayo Bunda, Ei ada didalam". Oscar merangkul bahu wanita paruh baya itu.
"Ayo".
Susi dan Silva menatap sendu. Kasihan sekali Margaretha. Dari kemarin dia terus mencari Eidra dan menanyakan keadaan wanita hamil itu.
Oscar membawa Margaretha masuk kedalam ruang ICU. Disana hanya ada Edgar yang setia menunggu istrinya. Karena diruangan ICU tidak boleh menunggu pasien lebih dari satu.
"Bunda". Edgar menyeka air matanya.
"Mana Ei Nak? Bunda ingin bertemu dia?". Tanya Margaretha belum sadar melihat wanita yang terbaring lemah dengan beberapa selang yang menempel dibeberapa bagian tubuhnya.
Edgar menggeleng. Dia tidak mampu menahan air matanya. Istrinya, koma. Bahkan tak bisa mendengar suaranya.
__ADS_1
"Nak". Margaretha menyentuh lengan Edgar "Mana istrimu Nak? Kenapa kau ada disini? Siapa yang sakit?". Cecar Margaretha
Margaretha mengalihkan pandangannya pada wanita yang berbaring dengan oksigen menempel dihidung dan masuk kedalam mulutnya. Suara dentingan layar monitor pendetak jantung terdengar menggema.
"Ei".
Margaretha beralih menatap wanita itu. Jantungnya berdegup kencang.
"Ei".
Margaretha berhambur menghampiri Eidra yang terbaring.
"Ei apa yang terjadi, kenapa bisa begini? Ei, Ei. Bangun Nak. Bangun Nak. Ini Bunda Nak. Kau sedang tidak bercanda kan Nak? Kau pasti ingin Bunda tertawa kan?". Margaretha menguncang tangan Eidra, berharap wanita itu bangun.
Namun tak ada respon sama sekali dari tubuh wanita yang sedang koma itu. Dia terus terpejam seakan tak terusik dengan panggilan orang-orang disekitar nya.
"Eidra bangun Nak. Nak bangun. Bangun Eidra".
Margaretha menguncang lengan Eidra. Terus memanggil nama wanita itu agar bangun. Dia ingin mendengar suara Eidra.
"Edgar, apa yang terjadi pada Ei? Apa yang terjadi Edgar? Kenapa Ei bisa seperti ini? Kalian sedang tidak mengerjai Bunda kan?". Cecar Margaretha menatap Oscar dengan air mata berderai "Oscar jawab Bunda kenapa dengan Ei, Oscar? Kenapa dia bisa seperti ini?".
Edgar dan Oscar hanya terdiam. Menangisi dalam diam.
Oscar menatap Margaretha dengan sendu. Bukan hanya Margaretha yang terluka. Tapi dia juga sangat terluka bahkan luka dihatinya tidak bisa dijelaskan dengan kata-kata.
"Ei koma Bunda".
Deg
Brughhhhhhhhhhhhhhhh
Margaretha langsung tergelak pingsan.
"Bunda".
Teriak mereka bersamaan. Susi dan Silva masuk panik melihat Margaretha yang pingsan tiba-tiba.
"Sayang ayo angkat Bunda". Ucap Silva.
Oscar mengendong Margaretha diikuti oleh Susi dan Silva.
Sedangkan Edgar menatap istrinya dengan sendu. Kapan Eidra bangun? Dia tidak sanggup menahan rindunya pada Eidra. Dia ingin mendengar ocehan istrinya.
**Bersambung......
Ed & Ei
Yuk kita temanin Edgar buat jagain Eidra ya, dengan tanda cinta like komen dan Vote nya buat author........
Semoga Eidra segera bangun dan bisa bersama kita lagi... Amin**...
__ADS_1