
Happy Reading 🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹
Eleano, Elnaro dan Elsyia masih cekikikan didalam mobil. Menertawakan wajah Ayah mereka yang kesal plus dapat hukuman dari sang Mommy.
"Kak kira-kira kita berdosa tidak mentertawakan Daddy? Aku takut jadi anak durhaka Kak. Apalagi Daddy sudah tua?". Ujar Elsyia sambil tertawa terbahak-bahak.
"Aiishhh kau ini tidak boleh mentertawakan Daddy sendiri. Kau mau dikutuk jadi Maling Kundang?". Ujar Elnaro.
"Kakak juga mentertawakan Daddy. Berarti kita sama-sama dikutuk". Seru Elsyia sambil tertawa lepas. Astaga rasanya pengen guling-guling dikasur mentertawakan Ayah mereka.
Sementara Eleano hanya menggeleng sambil fokus menyetir saja. Elsyia memang suka membuat Ayah nya itu kesal. Bahkan Edgar sering main kejar-kejaran dengan Elsyia kala putrinya itu melakukan hal-hal jahil.
Mereka mengendarai mobil yang sama. Ketiga nya memang tidak mau pamer harta dan selalu tampil sederhana. Meski Edgar adalah pria paling kaya tapi anak-anak nya selalu tampil apa adanya.
Eleano menjadi CEO mengantikan sang Daddy diusia 22 tahun. Perusahaan yang dia pimpin melesit dengan pesat. Bahkan menduduki peringkat pertama, dia begitu ahli dalam hal memimpin dan selalu menemukan ide-ide cemerlang agar perusahaan nya maju. Kemampuan Edgar dalam memimpin perusahaan menurun pada putra sulungnya itu.
Elnaro menjadi dokter dirumah sakit yang dibangun Edgar beberapa tahun silam. Untuk saat ini dia masih dokter umum dan Elnaro mengambil spesialis jantung. Jadi dia bekerja sambil kuliah. Meski Eidra sering menegur putranya agar fokus saja kuliah dan rumah sakit sebagai sampingan. Tapi Elnaro tidak mau dia ingin mengambil dua bagian itu. Rumah sakit, adalah jantung hatinya sedangkan kuliah kedokteran adalah impian nya dari kecil.
Elsyia putri bungsu itu menjadi desianer ternama. Dia sangat suka mendesain gaun-gaun indah yang sekarang sedang buming diperbincangkan. Butik yang dikelola oleh Elsyia cukup berkembang. Omset nya bisa mencapai puluhan juta perbulannya. Bahkan Elsyia sudah bisa memperkerjakan sepuluh pegawai wanita dibutiknya. Seperti kata Eidra, orang pintar itu bukan mencari pekerjaan tapi menciptakan lapangan pekerjaan. Hal itu menjadi motivasi Elsyia untuk bekerja lebih keras lagi membangun butiknya tanpa embel-embel bantuan dari sang Ayah.
Sampai dibutik yang diberi nama E5 Boutique itu, mobil Eleano berhenti.
"Kak aku masuk ya". Elsyia mencium pipi kedua kakaknya
"Iya sayang. Nanti Kakak jemput kita makan siang yaaa". Eleano mengacak rambut adiknya dengan gemes.
"Ihhh Kak. Aku sudah rapiin baik-baik Kakak malah buat jadi rusak". Gerutu Elsyia.
"Hati-hati ya Dek. Jangan dipaksa kerja. Jam makan siang telpon Mommy, takut dia khawatir". Pesan Elnaro
"Siap Kak. Aku pamit". Gadis itu keluar dari mobil Kakak nya.
Edgar memiliki banyak mobil. Tapi dia berpikir aneh kenapa ketiga anaknya malah memilih satu mobil? Padahal mereka bisa pakai mobil masing-masing tapi memilih untuk berangkat dimobil yang sama.
__ADS_1
Elsyia masuk dengan senyuman mengembang diwajah cantiknya. Dia selalu ceria setiap hari. Jarang sekali melihat gadis itu murung.
"Pagi Nona". Sapa para pegawai.
"Pagi juga semua". Balas nya "Kak Lusi tolong buatkan laporan keuangan bulan ini ya. Antar langsung ke mejaku". Pintanya.
"Baik Nona".
Gadis itu masuk kedalam ruangannya. Dia tersenyum menggembang saat melihat Adelle yang sudah serius dengan ponsel ditangannya.
"Pagi Kak Adelle".
"Astaga Sya, teriak itu kencang-kencang". Ketus Adelle mengusap telinganya.
Elsyia hanya cenggesan saja. Copyan Eidra melekat pada putrinya itu.
"Tumben Kakak pagi-pagi kesini?". Tanya Elsyia heran sambil meletakkan tasnya.
"Tidak dijual Kak. Itu khusus untuk Mommy persiapan Anniversary bulan depan". Sahut Elsyia.
"Aunty Ei dan Uncle Ed mau merayakan Anniversary?".
Elsyia mengangguk antusias. Dia akan membuat kejutan untuk kedua orang tuanya. Biar Ayah nya semakin kesal.
"Wahhh Kakak ikut yaaa. Tapi .....". Adelle menghela nafas panjang.
"Tapi kenapa Kak?".
"Pasti Daddy menyebalkan mu itu akan melarang Kakak dekat-dekat Aunty Ei". Cemberut Adelle. Dari kecil dia dan Edgar selalu perang dingin memperebutkan Eidra.
Elsyia terkekeh "Tenang saja Kak. Kau pasti bisa nanti memeluk Mommy ku. Aku akan mengikat Daddy jika dia marah". Seru Elsyia.
"Iya iya kau benar. Ahhh baiklah Kakak pamit yaaa. Sekalian mau pemotretan dengan Shella". Adelle berdiri dari duduknya
__ADS_1
"Iya Kak".
Adelle menjadi model terkenal. Bakat Anggela menurun padanya. Selain model dia juga artis yang sudah pernah membintangi beberapa film layar lebar. Dan Adelle juga pernah mendapat beberapa penghargaan diberbagai awards televisi nasional.
.
.
.
.
"Minum sayang". Lisna meletakkan secangkir kopi di meja tempat suaminya yang masih serius dengan laptop dipangkuannya.
"Terima kasih sayang". Balas Orlando
"Kau sedang mengerjakan apa?". Tanya Lisna penasaran.
"Aku sedang memantau laporan rumah sakit sayang. Ehem, kira-kira Dante mau tidak ya nanti aku tugaskan mengelola rumah sakit ini?". Gumam Orlando. Dante putra sulungnya.
"Kau sudah membicarakan dengannya?". Tanya Lisna.
Orlando menggeleng "Anak itu susah diajak bicara". Orlando menghela nafas panjang.
"Sudah jangan dipaksakan. Biarkan dia memilih mimpinya sendiri. Kita sebagai orang tua hanya mengayomi saja, yang lebih tahu masa depan nya adalah dia sendiri". Lisna menepuk bahu suaminya dan tersenyum hangat.
Orlando hanya mengangguk dan membalas dengan senyuman juga.
Dante sedikit keras kepala. Orlando ingin putra itu menjadi Dokter dan meneruskan rumah sakitnya. Tapi Dante bersikeras tidak mau, pria itu ingin terjun kedunia bisnis. Bahkan Dante secara diam-diam sudah membangun perusahaan kecil atas bantuan Eleano. Dia tertarik didunia bisnis, bukan dunia medis.
**Bersambung....
Takdir cinta Ed & Ei**
__ADS_1