Istri Kecil CEO Lumpuh

Istri Kecil CEO Lumpuh
Kepergian Anggela


__ADS_3

Happy Reading 🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹


Brayn menatap wajah Anggela dengan sendu. Menyesal pun tidak ada gunanya lagi. Hukum telah menobatkan dirinya sebagai tersangka. Bukan membusuk dijeruji besi. Tapi membusuk dalam siksaan selama nya.


"Anggela". Lirih Bryan mengenggam tangan Anggela "Buka matamu. Lihat aku. Walau bagaimana pun dirimu, aku mencintaimu dengan tulus. Bangunlah, aku menerimamu apa adanya". Ucap Brayn terisak begitu sakit dan ngilu hatinya melihat Anggela terbaring lemah.


Brayn mengusap kepala wanita ini. Sudah lama dia memendam rasa pada Anggela. Saat Anggela menjadi kekasih Edgar. Brayn sering bermain bersama Erwin dan ikut nimbrung bersama Edgar dan Leonardo.


Sejak saat itu diam-diam Brayn menaruh hati pada Anggela. Tanpa sepengetahuan siapapun, Anggela dan Brayn menjalani hubungan terlarang. Tidak ada yang tahu, termasuk Edgar. Pernah sekali Anggela kepergok disebuah hotel, namun saat itu Brayn bersembunyi sehingga tidak ketahuan. Anggela berusaha kembali merayu Edgar hingga percaya padanya.


Anggela adalah wanita bebas. Dia terbiasa bergaul dengan artis-artis yang pergaulan mereka dibatas normal orang Indonesia.


Anggela adalah wanita normal yang butuh belaian dan kepuasan. Sedangkan Edgar tidak bisa memberikan dia kepuasan. Edgar sangat menjaga Anggela, dia tidak ingin merebut sesuatu yang belum waktunya termasuk hubungan intim bersama Anggela. Edgar ingin menyentuh Anggela ketika mereka sudah sah menjadi pasangan suami istri.


Namun hal itu justru dipandang rendah oleh Anggela. Sehingga dia tertarik menjalin hubungan diam-diam bersama Brayn dan sering menuntaskan hasratnya pada pria itu. Brayn yang sudah jatuh cinta pada Anggela tentu tahu cara memanjakan wanita itu sehingga membuat mereka berdua terjebak dalam hubungan terlarang.


Hingga Edgar kecelakaan dan kakinya lumpuh permanen. Hal itu menjadi masalah besar bagi Anggela. Bagaimana bisa artis papan atas seperti nya berpacaran dengan pria lumpuh yang seumur hidupnya akan duduk dikursi roda? Tentu saja dia tidak terima. Malu sudah pasti, apa kata orang nanti?


Anggela menerima tawaran Leonardo untuk menikah dan pergi keluar negeri. Leonardo tak kalah kaya dari Edgar, walaupun Edgar tetap pria terkaya.


Brayn marah bukan main. Namun keinginan Anggela untuk kabur bersama Leonardo lebih besar dari pada perasaan Brayn padanya. Anggela hanya menganggap Brayn sebagi pemuas nafsunya saja. Selebihnya dia tidak pernah menganggap pria itu ada.


Brayn memutuskan untuk menjadi asisten pribadi Leonardo dan ikut pindah keluar negeri. Hingga pernikahan Leonardo dan Anggela yang memasuki tahun kelima dan karunia seorang putri, Adelle. Harus kandas ditengah jalan, dengan alasan Anggela masih mencintai Edgar. Padahal dia meninggalkan Leonardo karena waktu itu perusahaan yang Leonardo pimpin berada diambang kebangkrutan.


Brayn meminta kembali ke Indonesia dengan alasan agar bisa memberikan informasi pada Leonardo tentang Edgar. Padahal tujuan Brayn pindah adalah agar bisa memantau Anggela. Brayn takkan membiarkan Anggela kembali pada Edgar dia ingin memiliki wanita itu.


Brayn berusaha mencari Anggela, ternyata wanita itu belum pulang ke Indonesia. Anggela menatap ke China beberapa tahun lalu pulang ke Indonesia.


Setelah kepulangan Anggela ke Indonesia, hubungan terlarang itu tumbuh lagi. Brayn dan Anggela kembali melakukan hubungan diluar nikah hingga Anggela mengandung anak Brayn.


"Anggela". Gumam Brayn.


Tangan Anggela bergerak-gerik. Bulu matanya juga bergerak-gerak menandakan bahwa dia akan terbangun.


"Anggela".

__ADS_1


Dengan cepat Brayn memanggil Dokter dan perawat.


"B-brayn". Lirih Anggela pelan. Kondisinya memang cukup parah.


"Iya Anggela kenapa? Aku ada disini? Apa kau butuh sesuatu? Katakan saja padaku". Brayn mengenggam tangan Anggela yang terasa sangat dingin seperti es


"Kenapa tangan Anggela sangat dingin? Kata dokter dia sudah melewati masa kritis". Batin Brayn


"Ma-maf". Lirih Anggela penuh penyesalan.


Brayn menggeleng "Kau tidak salah. Jangan meminta maaf. Aku mencintaimu". Brayn mengecup punggung tangan Anggela. Dia senang Anggela sudah sadar.


Air mata jatuh dipelupuk mata Anggela. Kenapa kakinya terasa tidak ada apa yang sebenarnya terjadi padanya?


"B-brayn".


"Iya Anggela? Kenapa?". Tanya Brayn lembut


"Ma-maaf aku gagal menjaganya untuk mu. Maaf".


Anggela terisak mendengar ucapan Brayn. Saat semua orang membuang dan membencinya. Tapi Brayn selalu menerima Anggela apa adanya tanpa memandang masa lalu nya.


"T-terima K-ka-kasih". Suara Anggela tidak tembus dan malah putus-putus


"Sama-sama Anggela. Aku mencintaimu". Brayn mengecup kening Anggela.


"B-brayn".


"Iya Anggela?".


"S-sampaikan Ma-maafku pa-da Edgar dan Eidra". Suara Anggela perlahan mulai tak didengar.


"Aku akan menyampaikannya pada mereka. Cepatlah sembuh". Ucap Brayn.


"Ma-maafkan aku B-brayn. Aku sudah....". Anggela langsung terpejam

__ADS_1


Tit tit tit tit tit


"Dokter". Teriak Brayn panik.


"Anggela aku mohon bangun Anggela. Jangan tinggalkan aku". Brayn menguncang tubuh Anggela berharap wanita itu akan bangun.


"Permisi Tuan. Biar kami periksa".


Dokter itu memeriksa Anggela. Denyut nadi dan detak jantung Anggela


"Ambil CPR".


"Ini Dok".


Dokter itu menekan-nekan CPR itu ke dada Anggela berulang kali


Tit tit tit tit tit


Garis lurus terlihat dilayar monitor. Sang dokter menghela nafas panjang. Dia memberikan kembali CPR itu pada perawat. Sesuai dugaan nya wanita ini tidak akan bertahan lama.


"Bagaimana Dok?". Tanya Brayn dengan air mata


"Maaf Tuan, saya harap anda harus berbesar hati mengikhlaskan Nona Anggela. Nona Anggela, sudah meninggal".


Jeduaarrrr


Bagai tersambar petir disiang bolong. Seluruh tubuh Brayn membeku. Seakan tubuhnya lumpuh tak bergerak. Hancur. Hilang dan pergi selamanya. Cinta yang selama ini dia perjuangkan dengan susah payah kini pergi untuk selamanya


"ANGGELA".


**Bersambung.....


Ed & Ei.


Perpisahan abadi adalah kematian. Sebab itu jaga lah mereka yang saat ini ada bersamamu. Karena kematian tidak menunggu kau siap atau tidak**.

__ADS_1


__ADS_2