
Happy Reading 🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹
Edgar menatap istrinya yang terpejam dengan lelap di ranjang king size miliknya. Tatapan kosong dan sendu. Disamping ranjang ada tiga box bayi yang ikut terlelap bersama nya.
"Kenapa kau bisa melupakan ku sayang? Kau tidak tahu bagaimana aku menunggumu selama ini? Apa tidak ada sedikit pun aku dalam ingatan mu?". Ucap Edgar sendu. Dia ingin memeluk Eidra, tapi wanita itu menolak karena merasa Edgar asing.
"Bahkan anak-anak kita belum diberi nama. Aku ingin kau yang memberi nya nama. Tapi kau tidak ingat pada mereka. Bagaimana ini?". Lirih Edgar.
Edgar menangis dikeheningan malam. Tangisnya terdengar rintih. Terluka. Kecewa. Patah. Ingin marah. Tapi pada siapa? Ingin Edgar memberontak, tapi dia tidak tahu apa yang harus dia lakukan.
Kenangan bersama Eidra tak bisa Edgar lepaskan. Tapi wanita itu sama sekali tidak mengingat siapa dirinya. Eidra malah menganggap Edgar orang asing dihidupnya. Bahkan mereka tidak tidur seranjang karena Eidra tidak mau.
"Hiks hiks hiks hiks hiks hiks".
Edgar menangkup kedua wajahnya. Menangis dalam diam, takut jika istri dan ketiga anaknya akan mendengar tangisannya yang begitu rintih dan sakit. Kenapa Tuhan menghukumnya seberat ini? Kenapa Tuhan mengujinya sekeras ini? Tidak ada kah secercah harapan untuknya bahagia? Atau sekedar menikmati hidup bahagia seperti orang-orang pada umumnya?
"Aku tidak sanggup melihat mu seperti ini sayang? Ku mohon jangan abaikan aku. Aku bisa hancur jika kau terus begini dan tidak mengingat ku". Edgar masih menatap Eidra. Wanita itu sama sekali tidak terusik dengan tangisan suaminya dan malah asyik terbang ke alam mimpi.
Edgar menaikan selimut Eidra. Dia menutup tubuh istrinya dengan selimut itu, agar Eidra tidak kedinginan.
Edgar beralih pada ketiga anaknya. Sejak Eidra bangun dari koma, ketiga anaknya itu tidak pernah lagi menangis seperti biasa. Ketiga bayi itu jauh lebih tenang saat Eidra memeluknya. Ikatan batin yang kuat membuat mereka betah disamping Eidra.
Edgar ikut berbaring disamping istrinya. Dia memeluk istrinya dan menangis dalam diam. Hanya ketiga Eidra tidur. Edgar akan memeluk istrinya. Karena jika dalam keadaan bangun, Eidra akan menolak dengan keras.
Edgar memeluk istrinya dengan erat. Membenamkan wajah Eidra didada bidangnya. Dia ingin melepaskan kerinduan nya pada Eidra.
.
.
.
.
"Happy birthday to you. Happy birthday to you. Happy birthday, happy birthday, happy birthday Hubby".
Edgar mengerjab-ngerjabkan matanya saat mendengar nyanyian lagi ulang tahun. Edgar mengumpulkan nyawanya yang sempat terbang ke alam mimpi.
"Sayang". Sontak Edgar terduduk saat melihat Eidra membawa kue ulang tahun ditangannya.
"Sayang".
Ada Buana, Keizo, Elizabeth, Pristy, Leonardo, Adelle, Raina, Erwin, Julio dan Eve juga disana.
"Happy birthday Hubby".
"Sayang, kau....".
__ADS_1
"Stttttttttt". Eidra menempelkan jari telunjuknya pada bibir Edgar.
"Make a wish dulu Hubby".
Edgar hanya menurut. Dia masih belum percaya. Kenapa sekarang Eidra sudah ingat padanya.
"Tiup lilinnya Bby".
Edgar menurut dan meniup lilin yang tertanam diatas kue ulang tahun itu. Dia tak menyangka jika Eidra mengingat nya
"Sayang".
"Potong dulu kue nya Nak". Elizabeth memberikan piring kecil dan pisau kecil pada Edgar.
Edgar memotong kue itu dengan tangan bergetar. Eidra tersenyum puas. Dia senang mengerjai suaminya ini. Membayangkan Edgar yang frustasi karena dirinya, membuat Eidra sadar betapa besarnya cinta Edgar padanya.
Suapan pertama Edgar berikan pada istri nya. Eidra menyambut dengan gembira suapan dari Edgar.
"Kenapa kecil sekali Bby, ini tidak akan cukup diperut ku?". Gerutu Eidra.
Edgar terkekeh "Sini sayang tambah lagi". Edgar kembali menyuapi Eidra.
"Selamat ulang tahun ya Bby, semoga sehat selalu. Terima kasih sudah menjadi yang terbaik dalam hidupku. Maaf membuatmu panik, hehhe... Aku sengaja untuk memberi surprise".
"Jadi selama ini kau hanya pura-pura lupa ingatan?".
"Kau ini". Edgar mengacak rambut istrinya dengan gemas "Apa semua orang tahu?".
"Tidak Son. Kami baru tahu saat Eidra mengajak untuk memberi surprise disini". Sambung Buana "Selamat ulang tahun ya Nak". Buana memberikan pelukan hangat pada Edgar "Kau pria hebat. Daddy bangga memiliki putra seperti mu". Buana menepuk pundak Edgar.
"Terima kasih Dad. Aku juga bangga memiliki Ayah seperti Daddy. Terima kasih sudah membantu dalam segala hal".
"Sama-sama Son. Sudah tanggung jawab Daddy membantumu". Sahut Buana tersenyum hangat.
"Selamat ya Nak".
"Selama Edgar".
Ucapan selamat ulang tahun terus terdengar ditelinga Edgar. Satu persatu anggota keluarga memberi selamat pada Edgar.
"Adelle, ayo salam sama Uncle Ed". Suruh Leonardo lembut.
"Tidak mau. Uncle Ed jahat sama Adelle". Ketus Adelle melipat tangan didadanya. Bagiamana pun dia tidak akan lupa bahwa Edgar adalah munsuh bebuyutan nya.
Edgar tak peduli. Biar saja Adelle tidak memberi ucapan padanya. Tohh tidak juga penting.
"Sayang, anak kita belum diberi nama. Apa kau sudah menyiapkan nama untuknya?". Edgar mengambil bayi laki-laki tertuanya.
__ADS_1
"Sudah Bby".
Eidra tersenyum halus. Bayi pertama digendong oleh Edgar. Bayi kedua digendong oleh Pristy dan yang bungsu digendong oleh Elizabeth.
"Eleano Buana".
"Elnaro Buana".
"Elsyia Buana".
Edgar tersenyum "Nama yang bagus sayang".
Edgar memberikan bayi perempuan nya pada Keizo. Dia menatap istrinya penuh cinta. Rindu teramat rindu.
"Sayang, hiks hiks".
Edgar memeluk Eidra dengan tangis. Akhirnya kebahagiaan kembali datang padanya. Tak bisa Edgar jelaskan betapa bahagianya dia hari ini. Hari ulang tahun paling berkesan dalam hidup Edgar. Kado terindah juga dia dapatkan yaitu istri dan ketiga anaknya.
Dulu Edgar hanya mendapat hadiah yang biasa saja saat ulang tahunnya. Tapi kali ini dia mendapatkan kebahagiaan yang tidak pernah Edgar bayangkan.
"Terima kasih sudah kembali sayang. Duniaku hancur saat kau terus tertidur".
Eidra melepaskan pelukkan suaminya. Dia mengusap pipi Edgar dengan sayang.
"Maaf ya". Ucap Eidra merasa bersalah "Kenapa wajahmu berantakkan sekali Bby.Kau tidak mandi yaaa?". Eidra memperbaiki rambut suaminya "Bagaimana bisa aku meninggalkan mu Bby? Kau itu belahan jiwaku, apalagi ada Triple El, masa iya aku mati duluan. Rugi donk Bby, kau belum buka puasa kan?". Eidra berbisik sambil menggoda suaminya.
Wajah Edgar langsung merah merona. Jantungnya berdegup kencang.Tubuhnya panas dingin menahan hasrat.
"Jangan memancingku sayang". Kesal Edgar.
Eidra malah terkekeh.
"Sayang kenapa kau bisa sekali beracting pura-pura lupa?". Ucap Edgar tak habis pikir. Istrinya tidak tampak seperti orang pura-pura.
"Jangan lupakan siapa aku Bby". Eidra menyombongkan dirinya.
"Ck, kau ini....".
Edgar mengelitik pinggang istrinya "Hahaha geli Bby. Geli".
"Rasakan pembalasanku yaa, ini hukuman untukmu yang suka jahil itu".
Mereka yang lain hanya bisa tersenyum hangat. Tak menyangka jika Eidra pura-pura lupa. Pantas saja Bima sedikit bingung karena dalam pemeriksaan tidak menunjukkan benturan yang kuat. Tapi Bima tetap mengatakan bahwa Eidra hilang semua ingatannya karena Bima pikir memang benar jika Eidra lupa ingat. Tak tahu nya wanita itu hanya pura-pura saja dan mengerjai suaminya.
Mereka semua heran saat Eidra meminta bantu untuk memberi Edgar surprise. Tapi Eidra menjelaskan alasannya pura-pura lupa. Dan mereka hanya bisa geleng-geleng kepala gemes, Eidra sungguh jahil. Suaminya dibuat panik dan khawatir bukan main.
**Bersambung...
__ADS_1
Ed & Ei**