Istri Kecil CEO Lumpuh

Istri Kecil CEO Lumpuh
Takdir Cinta Buana & Elizabeth


__ADS_3

Happy Reading 🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹


Setelah persiapan matang dari jauh-jauh hari. Akhirnya hari ini hari yang telah ditunggu-tunggu oleh kedua pasangan itu telah tiba.


Cinta yang dulu sempat terpisah karena banyaknya masalah. Kini bersemi kembali. Perpisahan selama hampir empat puluh tahun itu tak membuat cinta keduanya memudar. Pernah kehilangan jejak. Hilang arah tanpa tujuan. Pernah merasakan bagaimana patah nya ketika cinta yang diperjuangkan berakhir dengan perpisahan yang menyakitkan.


Elizabeth, wanita berumur 56 tahun itu tampak cantik dengan gaun mahal yang membelut tubuhnya. Rambutnya terurai indah. Mahkota tertanam dikepalanya yang sudah ditumbuhi uban itu. Senyumnya mengembang. Meski usia kian beranjak namun tak mengurangi kadar kecantikan wajahnya.


"Pasti perasaan mu dag-dig-dug ya Bu?". Celetuk Eidra setengah berbisik. Dia dan Raina mengiringi langkah Elizabeth.


Elizabeth hanya tersimpul malu mendengar godaan putrinya.


"Ayo Bu. Berjalan pelan-pelan saja yaaaa?". Ujar Eidra


"Terima kasih sayang".


Raina dan Eidra mengiringi langkah kaki Elizabeth. Senyum mengembang diwajah cantik itu.


Buana menatap Elizabeth dengan penuh cinta. Rasanya tak sabar menjadikan wanita itu sebagai istrinya. Sebentar lagi dia akan mempersunting Elizabeth menjadi istri nya.


"Silahkan Ayah Mertua. Jaga Ibuku dengan baik yaaaa. Dan......". Eidra melambaikan tangannya agar Buana mendekatkan telinganya "Jangan ganas diatas ranjang, Ibu ku sudah tua. Kau juga sudah tua. Aku takut nanti tulang kalian patah karena terlalu kuat".


Buana membulatkan matanya sempurna mendengar bisikan Eidra. Dia menatap menantunya yang cekikikan sendiri.


Edgar menggeleng saja melihat istrinya yang tertawa. Sudah pasti istrinya itu mengerjai Ayahnya.


Acara dimulai. Semua tamu undangan berdatangan. Kebahagiaan tersirat diwajah keduanya. Kebahagiaan yang selama ini mereka idam-idamkan kini akan mereka rasakan.


Percaya saja, kebahagiaan akan menjadi milik mereka yang mau berjuang ditengah sulitnya hidup.


"Selamat Dad semoga kau bahagia". Edgar memeluk Buana dan memberikan ucapan selamat kepada Ayahnya itu.


"Terima kasih Son. Kau juga harus bahagia yaaa". Balas Buana.


Keizo dan Pristy juga memberi selamat pada Buana dan Elizabeth. Turut berbahagia pada pasangan baru.


"Selamat sahabat ku".


"Selamat El".


Ucapan selamat berdatangan silih berganti. Buana dan Elizabeth membalas dengan senyuman bahagia. Apalagi doa-doa itu terdengar dari ucapan orang-orang tercinta mereka.

__ADS_1


"Bu, selamat ya. Ayah". Leonardo memeluk kedua orang itu secara bergantian.


"Terima kasih Nak".


Elizabeth menatap Eve, menantunya dan Ibu sambung Adelle. Dia merasa bahagia akhirnya Leonardo menemukan kebahagiaan nya.


"Selamat ya Bu". Ucap Eve memberikan pelukan pada Elizabeth.


"Terima kasih Nak. Terima kasih sudah menjaga Leon dan Adelle untuk Ibu".


"Sudah tanggung jawab Eve Bu. Mereka berdua adalah harta paling berharga dalam hidup Eve". Sahut Eve tersenyum simpul.


Erwin Raina juga menghampiri mereka. Erwin sudah sedikit bisa berjalan. Dia tidak lagi duduk dikursi roda, dia berjalan menggunakan tongkat meski harus dipapah oleh Raina. Tapi setidaknya itu lebih baik dari pada duduk dikursi roda.


"Selamat ya Bu. Ayah".


"Terima kasih Erwin. Raina".


Julio dan Julia tampak disana. Ada Oscar dan Silva yang mengendong bayi mereka yang baru berusia dua Minggu. Ada Orlando dan Lisna, tampak Lisna dengan perut buncitnya dengan Orlando yang menjaganya dengan posesif. Ada Bima dan Susi juga datang disana, pengantin baru itu tampak lengket satu sama lain.


"El selamat ya". Margaretha menyalimi kedua orang itu.


"Buana selamat". Ucap Margaretha juga


Eidra juga mendekat bersama ketiga anaknya yang berusia satu tahun, anak-anak yang tengah belajar berjalan itu terlihat lucu, imut dan menggemaskan.


"Pelan-pelan Nak". Eidra mengandeng tangan kedua putranya.


Sedangkan Edgar mengendong putri kecilnya. Putri kecil yang berwajah cantik seperti istrinya.


"Ayah. Ibu". Eidra berhambur memeluk kedua orang itu "Akhirnya Ibu tidak jomblo lagi". Goda Eidra "Sudah punya teman tidur ya Bu?". Eidra menaik turunkan alisnya. Menggoda sang Ibu.


"Sayang kau ini". Edgar gemes sendiri.


"Heheh. Selamat yahhh Ayah. Ibu. Jangan lupa pakai obat Ayah dan buatkan aku adik kecil". Bisik Eidra. Buana hanya menggeleng saja.


"Ayo sayang, kita duduk. Kayaknya Sya lapar". Ujar Edgar pada istrinya.


"Iya Bby".


Mereka menuju meja VVIP disana sudah disediakan makanan mewah yang harganya mahal tentunya.

__ADS_1


Edgar menyuapi putrinya. Sedangkan Eidra menyuapi kedua putranya. Mereka berdua selalu kompak dalam mengurus ketiga kecambah itu. Apalagi anak-anak Edgar yang begitu tumbuh cepat bahkan cepat tanggap dan lucu serta menggemaskan.


Tampak Raina juga sedang menyuapi Bara yang berumur setahun lebih itu. Wajah Bara begitu mirip dengan Erwin. Tak kala Erwin cemburu jika Raina lebih memperhatikan Bara dibanding dirinya.


"Sayang aku mau juga". Renggek Erwin manja.


"Sini sayang". Raina gemes dengan suaminya ini semakin hari semakin manja saja pria yang menjadi suaminya ini.


.


.


.


.


Setelah menikah Buana dan Elizabeth tetap memutuskan tinggal di villa bersama Edgar dan Eidra.


Sedangkan Leonardo dan Eve memilih pindah kerumah lama Leonardo bersama Adelle dan calon buah hati mereka.


Begitu juga Raina dan Erwin yang kembali kerumah yang dibelikan Edgar untuk adiknya. Mengingat Raina yang sedang melanjutkan spesialis kedokteran, tentu jarak tempuhnya akan jauh jika tinggal divilla mewah Edgar. Jadi Erwin memilih kembali kerumah mereka.


Keizo dan Pristy juga kembali ke Mansion Bagara. Keduanya akan menghabiskan waktu berdua disana nanti. Sesekali mereka berkumpul divilla mewah Edgar saat ada acara syukuran atau pertemuan keluarga.


"Sayang".


Buana memeluk istrinya dari belakang. Elizabeth baru selesai mandi dengan handuk yang terlilit didadanya.


"Kak aku belum pakai baju". Ucap Elizabeth malu-malu. Dia seperti anak perawan yang mau malam pertama saja.


Buana terkekeh. Dia membalikkan tubuh istrinya. Rambut Elizabeth sudah ditumbuhi uban, sama seperti rambutnya. Namun cinta keduanya tak lekang waktu.


"Aku mau lagi". Renggek Buana.


"Astaga Kak. Apa pinggang mu tidak sakit? Kita baru saja melakukannya". Gerutu Elizabeth "Badanku masih sakit. Kau ini sama saja seperti Edgar yang tidak pernah puas". Ketus Elizabeth keluar dari pelukkan suaminya.


Buana terkekeh "Tentu saja aku Ayahnya. Dia putraku. Pastilah dia menuruni gen ku". Ujar Buana mengerlingkan mata menggoda istrinya.


"Kau........".


Mata Elizabeth membulat saat suaminya membungkam mulutnya dengan bibir suaminya itu.

__ADS_1


**Bersambung.....


Ed & Ei**


__ADS_2