
Happy Reading 🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹
Anggela masih menatap Eidra tajam. Namun Eidra malah menikmati kue ulang tahun Keizo dengan santai. Seolah Anggela adalah makhluk tak kasat mata. Yang lain masih terdiam.
Edgar meminta Julio untuk membubarkan tamu undangan. Untung saja mereka bisa diajak bicara baik-baik jika tidak sudah pasti media akan menyorot kembali keluarga yang baru rukun itu.
"Makanlah Kakak Pelakor. Kue nya enak sekali. Jangan malu-malu ya. Meski kau tidak tahu malu". Ejek Eidra.
"Kau.........". Rasanya Anggela ingin menelan Eidra hidup-hidup.
"Jangan bicara sambil makan Kak. Kau mau anakku nanti protes dan keluar lalu menyerangmu?". Ujar Eidra masih asyik menyantap makanannya.
"Ed, kenapa kau tidak membela ku? Lihatlah wanita murahan ini, dia mengejekku, hiks". Adu Anggela menyeka air matanya yang sama sekali tidak jatuh.
"Kau.....". Eidra menahan Leonardo saat lelaki itu ingin membungkam Anggela.
Sementara Buana, Keizo, Pristy dan Elizabeth hanya menatap Anggela datar. Buana bisa lihat jika Anggela memang wanita jahat. Elizabeth kecewa karena Anggela meninggalkan Leonardo dan Adelle tanpa alasan.
"Cie cie cie cie... Yang dulu disayang. Sekarang ditendang... Lagi turun daun ya Kak?". Eidra cekikikan sendiri dengan geli menatap wajah marah Anggela. Lucu, dan menarik membuat Pelakor ini marah.
"Kau benar-benar ingin merasakan kemarahan ku?". Nafas Anggela memburu dia menatap Eidra dengan benci dan penuh amarah.
Bukannya takut Eidra malah menguap beberapa kali. Apalagi suasana semakin tegang. Hanya dia yang berani membalas ucapan pelakor ini, sedangkan yang lain terdiam menyaksikan seperti tengah menonton pertunjukan saja.
"Tunggu sebentar Kak, aku mau tertawa dulu". Eidra tertawa puas. Astaga kenapa Pelakor ini lucu sekali? "Kakak Pelakor kau itu sudah turun daun, sebaiknya jangan bertingkah lagi. Suamiku dan Kak Leon seperti nya sudah tertarik padamu. Atau kau mau dengan Kak Julio saja?". Celetuk Eidra.
Julio merenggut kesal. Kenapa namanya dibawa-bawa? Rasanya dikasih gratis saja, wanita seperti Anggela, Julio takkan sudi, sudah bekas banyak laki-laki lagi.
"Kau pikir aku semurah itu mau dengan asisten miskin seperti nya?". Ucap Anggela. Jika saja tidak ada Edgar sudah pasti dia menyerang Eidra.
Eidra tertawa sinis "Apa katamu? Kak Julio miskin? Kau ini Kakak Pelakor, dikepala mu itu hanya ada uang, apa kau ingin membuat bank di otakmu itu?". Eidra geleng-geleng kepala "Kau perlu tahu Kakak Pelakor, jika Kak Julio itu memiliki banyak uang. Bahkan dia mau membeli pulau untuk Kak Julia. Kau tahu kan betapa harga pulau? Mahal sekali Kak, bahkan aku saja tidak mampu menghitung lembar uangnya". Ujar Eidra meledek.
Sedangkan Julio mengepal kan tangannya mendengar penghinaan Anggela. Dari dulu dia sering dihina oleh Anggela. Namun hati Julio menghangat ketika Eidra membelanya.
__ADS_1
"Edgar, tolong aku. Kenapa kau diam saja sayang? Kau masih mencintai ku kan sayang?". Renggek Anggela sambil mengelus lengan Edgar.
Eidra menepis tangan Anggela yang mengelus lengan suaminya.
"Hush hush... Sembarangan. Jangan sentuh. Barang mahal". Hardik Eidra tak terima suaminya disentuh. Sedangkan Edgar tersenyum lucu. Apalagi Eidra mengatakan dia barang mahal.
"Nona Anggela sebaik nya anda pergi dari sini". Usir Julio menghampiri Anggela.
"Tidak". Tolak Anggela tegas "Edgar kenapa kau diam saja? Mereka mengusirku sayang?". Anggela memasang wajah sendunya.
Edgar sama sekali tidak terganggu dengan renggekkan Anggela dia masih memasang wajah datar tanpa ekspresi.
"Kakak Pelakor sebaiknya kau pergi saja dari sini. Kau sudah turun daun, jadi tidak ada lagi yang tertarik untuk memakai jasamu". Ujar Eidra
"Kau..........". Anggela meremes tangannya didepan Eidra, seakan dia sedang meremas tubuh Eidra.
Anggela mellengang pergi dari sana dengan wajah ditekuk kesal. Dia menyumpahi Eidra. Anggela sangat benci wanita itu, lihat saja nanti dia akan membuat perhitungan pada Eidra.
"Arggghh. Dasar wanita ******". Pekiknya sambil memegang kuat stir mobil "Lihat saja nanti Edgar akan kembali menjadi milik ku. Aku akan buat perhitungan dengan wanita busung lapar itu".
Dengan wajah marah dan kesal bukan main Anggela menjalankan mobilnya dengan kekuatan tinggi. Amarah nya memuncak baru kali ini dia selalu kalah telak oleh seorang gadis kecil seperti Eidra. Benar-benar Membuat emosi Anggela menggebu-gebu.
.
.
.
.
Anggela menepikan mobilnya disebuah rumah mewah. Dia turun dengan wajah ditekuk kesal. Dia tak habis pikir, kenapa bisa dia dikalahkan oleh si kecil Eidra?
"Bagaimana?". Tanya seorang wanita paruh baya. Sedangkan suaminya sedang asyik membaca koran.
__ADS_1
"Apa nya yang bagaimana? Gadis sialan itu selalu membuatku emosi saja. Rasanya aku tidak sabar ingin membelah perutnya itu". Ucap Anggela dengan menggebu-gebu.
"Jangan bilang kau kalah lagi oleh Eidra?".
Anggela hanya mencebik kesal. Malas rasanya jika sudah mendengar nama Eidra. Pokoknya, Anggela akan melakukan apapun demi bisa mendapatkan Edgar kembali. Tidak peduli siapa yang harus berkorban dan dikorbankan. Pokoknya Edgar harus jadi miliknya, apalagi pria itu sudah sembuh total dari lumpuhnya. Membuat Anggela ingin melenyapkan Eidra
"Lalu apa rencana kita selanjutnya Bi. Edgar tidak memberi celah sedikit pun untuk mendekati istrinya itu?". Anggela mendesah pelan.
Baskoro meletakkan koran yang dia baca. Ya Anggela, Baskoro dan Seselia bekerja sama untuk membalaskan dendam mereka pada Eidra, bukan Eidra lebih tepatnya Elizabeth.
"Kita harus culik Eidra. Lalu kita bisa mengancam Edgar dan Leon agar melepaskan Lisna". Ucap Baskoro.
"Tidak semudah itu Paman. Kau tahu kan bagaimana ketatnya mereka menjaga wanita ****** itu". Ucap Anggela
Baskoro tersenyum licik "Tenang lah. Kau hanya cukup mengikuti perintah kami dan kerjakan sesuai rencana kita. Kali ini kita akan berhasil memisahkan mereka berdua. Lisna bebas dari penjara dan kau akan mendapatkan Edgar kembali". Ujar Baskoro.
"Bagaimana caranya Paman?". Tanya Anggela tak mengerti.
"Sayang beri tahu dia".
Seseli mengangguk, dia membisikkan sesuatu ke telinga Anggela. Entah apa yang dibisikkan sehingga membuat Anggela tersenyum licik.
"Aku setuju".
Mereka bertiga tertawa lepas, dan akan melancarkan rencana mereka. Edgar dan Eidra akan terpisah dan mereka adalah pemenang dari drama ini.
Baskoro masih tidak terima penolakan Edgar, untuk membebaskan Lisna. Dia menaruh dendam pada menantunya itu. Jika Lisna menderita dibalik jeruji besi, maka Edgar dan Eidra juga harus menderita dalam rencana mereka.
Bersambung.....
Ed & Ei
Apakah rencana mereka?? Yuk ikuti terusss....
__ADS_1