
Happy Reading 🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹
Lisna bangun pagi sekali. Dia akan belajar memasak dan melayani suaminya dengan baik.
Setelah diberikan kesempatan untuk memperbaiki diri. Lisna tidak menyia-nyiakan semua itu. Dia ingin merasakan hidup bahagia yang sesungguhnya. Berumah tangga. Bersama suami. Dan anak-anak nya nanti.
Orlando menikahi Lisna beberapa hari yang lalu. Dan pernikahan mereka digelar cukup meriah. Meski sempat gagal dan Lisna pernah berkhianat. Tapi Orlando mencoba membuang ego nya dan menerima masa lalu Lisna. Dia akan membawa Lisna ke jalan yang lebih baik. Seperti kata Eidra, Lisna adalah wanita baik jika dibimbing baik-baik. Apalagi Lisna sudah tidak memiliki orangtua, pastinya sangat butuh laki-laki yang bukan hanya sebagai suami tapi juga bisa menjadi figure seorang Ayah.
Lisna tersenyum menatap wajah suaminya. Wajah dulu yang begitu dingin padanya. Tak dia sangka jika pria ini memberinya satu kesempatan lagi. Lisna berjanji dalam hidupnya, akan menjadi istri yang baik untuk Orlando.
Lisna keluar dari kamarnya. Dia segera menuju dapur. Dia sudah belajar di YouTube tentang memasak. Sedikit bisa. Perlahan akan terbiasa.
"Nyonya". Sapa para pelayan.
"Pagi Bik. Biarkan aku siapkan sarapan untuk suami dan Mertua ku ya?". Pinta Lisna mengeluarkan beberapa bahan masakkan dari dalam kulkas
"Silahkan Nyonya". Ucap salah satu dari mereka.
Dengan ponsel yang ditempel, Lisna belajar memasak di YouTube. Beberapa kali gagal, namun wanita itu mencoba lagi. Dia yakin pasti bisa. Dan harus bisa. Setidaknya, suaminya tidak kelaparan nanti.
"Pagi Kak Lisna". Sapa Silva.
"Pagi Sil". Sahut Lisna tersenyum simpul
"Kakak masak apa?". Tanya Silva berjalan mendekat dan melihat masakkan Lisna
"Nasi goreng seefood kesukaan suamiku". Jawab Lisna tersenyum hangat.
Silva tersimpul. Lisna memang jauh berubah. Sewaktu Silva menjadi sekretaris Baskoro, sifat Lisna begitu sombong dan angkuh. Sering Silva di hina oleh wanita itu.
"Silva bantu ya Kak".
"Boleh".
Mereka berdua masak dengan diiringi obrolan singkat. Tampak keduanya begitu kompak.
Silva tak menyangka jika Lisna bisa berubah. Malah jauh sekali dari Lisna yang dulu. Dia menjadi wanita lemah lembut, senyumnya kalem dan meneduhkan hati.
Jika dulu sifat Lisna sombong dan aroggant, selalu menganggap dirinya paling benar dan berkuasa. Maka berbeda dengan sekarang. Wanita itu berpenampilan sederhana. Tidak ada lagi pakaian seksi yang melekat ditubuhnya. Dia mengenakan pakaian yang sopan, karena Lisna tahu jika suaminya tidak suka jika dia berpakaian seksi.
"Kak Lisna ternyata bisa memasak juga". Puji Silva.
"Tahap belajar Sil. Sedikit bisa. Setidaknya suamiku tidak kelaparan". Sahut Lisna "Bagaimana dengan kandungan mu, apakah masih mual-mual?".
Silva menggeleng "Sudah memasuki bulan ketiga Kak, mualnya sedikit berkurang. Suamiku selalu siaga menjaga, jadi lebih baik". Sahut Silva mengelus perutnya yang sedikit membucit.
"Semoga sehat ya sampai lahiran". Sahut Lisna tersenyum hangat.
__ADS_1
"Iya Kak. Terima kasih. Semoga Kak Lisna juga segera mendapatkan momongan".
"Amin".
Keduanya lanjut memasak. Silva, wanita hamil itu tidak lagi mual-mual seperti biasanya. Di awal kehamilan dia tidak mampu mencium bau bawang atau bumbu-bumbu dapur lainnya. Tapi setelah memasuki bulan ketiga, mualnya berkurang. Paling hanya mengidam saja itu pun tidak sering.
Oscar sempat kalang kabut dibuat istrinya. Permintaan Silva yang aneh-aneh membuat kepala Oscar pusing delapan keliling. Dia harus jadi suami siaga dua puluh empat jam.
.
.
.
.
Lisna masuk kedalam kamarnya. Dia ingin membangunkan suaminya. Sekalian mengajak pria itu sarapan.
Lisna menggeleng dengan senyum ketika Orlando masih setia memeluk bantal dan tidur nyenyak.
"Kak". Lisna menguncang lengan suaminya "Bangun Kak. Sudah siang. Ayo mandi, aku sudah siapkan sarapan untukmu".
Orlando mengeliat. Akibat pergulatan panas mereka semalam membuang badannya terasa remuk redam.
"Bangun".
"Capek". Renggek Orlando manja.
Lisna menggeleng sambil tersenyum gemes "Sudah ayo cepat bangun. Bunda dan yang lainnya sudah menunggu".
Orlando duduk dikasurnya. Mengumpulkan nyawanya yang melayang dialam mimpi. Dia tersenyum menatap istrinya. Lisna jauh berubah dari dulu.
"Morning kiss".
Lisna hanya bisa menggeleng gemes. Orlando segera membersihkan diri dikamar mandi.
Lisna menyiapkan pakaian ganti untuk suaminya. Masih awam. Tapi setelah terbiasa dia menjadi bisa. Benar, kata orang-orang menjadi istri itu sesuatu yang menyenangkan jika mendapatkan pria yang tepat.
Tak lupa Lisna memilih kan jam tangan suaminya. Dia juga memilih sepatu yang akan dipakai suaminya.
"Kak ini baju gantimu".
"Terima kasih sayang". Orlando mengerlingkan matanya jahil
"Biarkan aku pakaian yaaa".
Lisna membantu suaminya memasang baju. Dia memilih kemeja berwarna putih dan dasi warna hitam yang dibungkus dengan jas dokter milik Orlando.
__ADS_1
Setelah siap. Lisna juga menyiapkan tas kerja suaminya. Yang dimana, didalamnya ada peralatan medis yang biasa Orlando pakai.
"Ayo Kak".
Keduanya keluar dari kamar. Lisna membawakan jas suaminya. Sedangkan Orlando meneteng tasnya. Keduanya tampak serasi. Lisna yang begitu cantik. Serta Orlando yang tampan. Hanya kurang satu, yaitu anak. Karena mereka baru menikah tentu saja tidak akan hamil dengan cepat.
"Pagi Bunda". Sapa keduanya kompak
"Pagi juga Nak". Jawab Margaretha tersimpul
Mereka makan. Silva melayani suaminya Oscar. Lisna juga melayani suaminya. Tidak seperti dulu, Lisna sekarang benar-benar menyadari akan tugasnya sebagai seorang istri.
Margaretha tersenyum bahagia, melihat anak dan menantunya. Meski dulu Lisna sempat berkhianat, tapi sekarang Margaretha yakin jika Lisna adalah wanita yang tepat untuk putra nya.
Meski awalnya, Margaretha berharap Susi lah yang akan menjadi pendamping Orlando. Tapi ternyata jodoh tidak bisa ditukar. Terbukti setelah beberapa bulan dipenjara, cinta Orlando masih berlabuh pada mantan istrinya, hingga mereka rujuk kembali.
Margaretha sangat berharap. Kehidupan Keuda putranya akan bahagia. Memiliki anak. Hidup bahagia selamanya.
Margaretha juga senang melihat perubahan Lisna yang tidak seperti dulu. Wanita itu berubah menjadi wanita yang lemah lembut, feminim dan perhatian.
Setelah selesai sarapan, Lisna mengantar suaminya didepan menuju mobil. Begitu juga dengan Silva yang mengantar Oscar untuk berangkat dinas.
"Aku berangkat ya sayang. Jaga diri baik-baik dirumah. Aku titip Bunda". Orlando mengecup kening istrinya.
"Iya Kak hati-hati. Nanti siang, aku bawakan makan siang ya. Sekalian makan siang sama-sama".
"Iya sayang aku tunggu".
Orlando masuk kedalam mobil dan menjalankan mobilnya meninggalkan rumah.
"Bagaimana kandunganmu sayang? Apakah dia rewel?". Oscar mengelus perut istrinya.
"Tidak sayang".
"Ya sudah aku berangkat yaaa. Jika ada apa-apa langsung hubungi aku. Ingat jangan capek-capek". Pesan Oscar.
"Iya sayang".
Oscar juga berangkat melakukan aktivitas seperti biasa.
"Kak Lisna. Ayo masuk Kak".
Mereka berdua kembali ke dalam. Seperti biasa mereka akan mengurus Margaretha, kedua nya kompak menjadi menantu terbaik dan idaman.
**Bersambung.......
Ed & Ei**
__ADS_1