
Happy Reading 🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹
Leonardo menatap Brayn dingin. Sementara Brayn hanya menunduk saja. Dia merasa paling hina dan tidak layak berada disini.
"Apa tujuanmu datang kembali dikehidupan kami Brayn? Apa kau berniat menghancurkan kami lagi?". Tuding Leonardo.
Edgar, Leonardo, Erwin, Oscar, Orlando dan Julio tengah mengintimidasi Brayn. Sementara yang lainnya masih disibukkan dengan acara peringatan pernikahan Edgar dan Eidra.
Edgar meminta Triple El untuk menjaga istri kecilnya rasa trauma di masa lalu masih begitu terngiang dikepala Edgar. Dia tidak mau lenggah lagi akibat kelengahan nya dia hampir kehilangan istri dan anak-anaknya.
"Saya tidak ada maksud apapun Tuan. Saya datang kesini karena di ajak Nona Adelle". Jawab Brayn jujur. Jika bisa dia rasanya ingin melahirkan diri. Apalagi tatapan Edgar yang seperti siap memakannya hidup-hidup.
"Kau yakin?". Erwin angkat bicara "Jangan sampai melakukan kesalahan yang sama Bray. Harusnya kau bersyukur karena tidak dipidana hukuman mati seperti Astrid dan Robby. Jadi jangan sampai kau melakukan nya lagi, kecuali kau memang menginginkan kematian". Ujar Erwin.
Brayn menelan salivanya susah payah. Ancaman Erwin berhasil membuat nyalinya menciut.
"Aku tidak berani Win". Sahut Brayn keringat membasahi keningnya.
"Kak, siapa Uncle tadi?". Tanya Elsyia kepo.
"Mantan asisten Ayah". Sahut Adelle "Dia baru keluar dari penjara". Imbuh Adelle lagi.
"Kasus apa Kak kok bisa dipenjara?".Tanya Shella ikut menyambung.
"Entah lah, Kakak juga kurang tahu. Palingan kasus narkoba". Sahut Adelle asal.
"Tapi kalau dilihat, Uncle itu tampan sekali ya Kak. Tapi sayang sudah tua". Seru Elsyia.
"Kau menyukainya Sya?". Tatap Adelle tidak suka.
"Astaga Kak, dia hampir seumuran Daddy. Bagaimana mungkin aku menyukainya. Atau jangan-jangan Kakak yang suka padanya?". Ujar Elsyia ketus.
Adelle malah salah tingkah. Tak ada yang menyadari bahwa wajah gadis itu sudah memerah.
"Kalian bicara apa?". Eidra dan Eve datang disusul Lisna, Silva dan Susi.
"Tidak Mom. Hanya penasaran siapa Uncle Brayn". Sahut Elsyia jujur. Adelle melototi Elsyia agar gadis itu tak bicara jujur, tapi ya Elsyia sudah terlanjur mengatakan nya.
__ADS_1
"Kenapa kalian ingin tahu?". Eidra memincingkan matanya curiga
"Iya ada apa? Apa dia menganggu kalian?". Sambung Lisna.
"Tidak Aunty". Jawab ketiga gadis itu kompak
"Sya, apa kata Mommy?". Eidra menatap putrinya dengan intimidasi.
Elsyia menghela nafas. Mana bisa dia berbohong pada Ibunya sendiri.
"Kami hanya membahas Uncle Brayn Mom karena penasaran. Terus Kak Adelle menuduh ku menyukai Uncle Brayn, mana mungkin aku menyukai pria yang seumuran Daddy". Jawab Elsyia jujur.
"Sudahlah tidak usah dibahas lagi. Sebaiknya kita makan". Potong Susi.
Para wanita itu menyantap makanan yang disediakan oleh Edgar dan Eidra. Jika para wanita berkumpul pastilah sangat berisik. Apalagi Eidra dan Elsyia ditambah Adelle dan Shella semakin membuat suasana semakin ramai. Mereka adalah kelompok wanita berisik.
Sementara Lisna, Susi, Eve dan Silva adalah kelompok wanita lemah lembut dan tidak banyak bicara. Penampilan mereka kalem dan pesona keibuan terlihat jelas diwajah mereka.
Mereka semua berpamitan pulang. Brayn terlihat banyak diam. Apalagi baru saja dia diintrogasi oleh mereka tentu membuat nya semakin ketakutan.
"Uncle kau kenapa? Apa kau merasa tidak nyaman?". Tanya Adelle menatap Brayn, kali ini Brayn yang menyetir. Sementara Shella tertidur dibangku penumpang.
"Tidak apa-apa Nona. Saya hanya sedikit gugup membawa mobil. Sudah lama saya tidak bawa mobil". Sahut Brayn asal sambil memaksa kan senyum nya.
"Ohhh ya Uncle, dulu waktu Uncle dipenjara karena apa ya? Adelle lupa, kan waktu itu Adelle masih kecil. Belum mengerti apa-apa". Ucap Adelle
Brayn langsung terkesiap. Tidak mungkin dia mengatakan yang sebenarnya. Mengatakan bahwa dia terlibat dalam rencana penculikan Eidra. Bisa-bisa Adelle takut padanya.
"Saya.... Tidak sengaja menabrak orang, jadi saya dipenjara karena itu". Sahut Brayn asal
"Ohhh begitu ya Uncle". Adelle beroh ria.
Brayn tersimpul. Adelle mengingatkannya pada sosok Anggela. kecerewetan Adelle benar-benar mirip dengan almarhum Ibunya.
"Apa Uncle sudah menikah?". Tanya Adelle kepo.
Brayn menggeleng "Belum Nona. Saya hidup dipenjara, bagaimana bisa menikah?". Ujar Brayn sedikit terkekeh.
__ADS_1
"Iya juga sihh, Adelle lupa". Adelle hanya cenggegesan.
Sepanjang perjalanan, kedua orang itu terus mengobrol. Sedangkan Silva sudah terlelap dibangku penumpang.
Sebenarnya Leonardo dan Erwin keberatan saat Adelle dan Shella satu mobil dengan Brayn, takut jika pria itu mencelakai putri mereka.
Tapi lagi kalah oleh bujukkan Eidra. Seperti kata Eidra bahwa Brayn sudah berubah. Meski begitu Leonardo dan Erwin masih saja curiga.
Diam-diam Leonardo mengirim pengawal bayangan dan memasang alat pelacak dimobil Adelle, sehingga jika terjadi sesuatu alat itu akan berbunyi dan itu sebagai pemanggil.
Leonardo cukup trauma, seperti Edgar juga dia tidak mau lenggah atau kecolongan lagi. Adelle adalah putri kesayangannya, dan Leonardo tidak mau terjadi sesuatu pada Adelle.
"Anggela putrimu cantik sekali sama seperti dirimu. Bahkan kecerewetan nya juga mirip denganmu. Anggela, aku berjanji akan menjaga Adelle sepenuh hatiku. Anggap saja ini, sebagai bukti bahwa aku tetap mencintaimu sampai kapanpun". Batin Brayn.
"Ini apartement Uncle?".Tanya adelle ketika Brayn memarkirkan mobil nya didepan sebuah Apartement mewah.
"Iya Adelle". Brayn membuka sealbeat nya "Terima kaish ya tumpangan nya. Uncle masuk dulu". Ujar Brayn membuka pintu mobil.
"Uncle". Adelle mencengkeram lengan Brayn membuat jantung pria itu berpacu dengan cepat.
"Iya Adelle".
"Tolong catat nomor ponsel Uncle, siapa tahu Adelle butuh bantuan nantinya". Ucap Adelle menyedorkan ponselnya.
Brayn mengangguk, lalu mengambil ponsel Adelle yang menulis digit nomor ponselnya ke ponsel Adelle .
"Sudah". Ucap Brayn "Hati-hati dijalan". Brayn keluar dari mobil
"Bye Uncle". Adelle menjalankan mobilnya.
Brayn melambaikan tangannya. Pria itu bernapas lega ketika bisa lepas dari tatapan para singa yang seakan siap menyantap nya dengan lahap.
Sudut bibir Brayn terangkat. Pria itu tak menyangka jika bisa bertemu Adelle kembali. Dulu gadis kecil itu sangatlah manja. Dan sekarang tumbuh menjadi gadis cantik luar biasa.
Brayn masuk kedalam apartment nya. Dia sampai melupakan belanja nya akibat bertemu Adelle. Padahal niatnya tadi ke supermarket untuk belanja kebutuhan hidupnya. Untung saja dia masih punya banyak tabungan sebelum masuk penjara sehingga dia bisa bertahan hidup dari uang tabungannya itu.
Bersambung....
__ADS_1
Takdir Cinta Ed & Ei