Istri Kecil CEO Lumpuh

Istri Kecil CEO Lumpuh
Memberi kesempatan


__ADS_3

Happy Reading 🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹


"Lisna". Lirih Orlando.


Penampilan Lisna benar-benar membuat hati orang mencelos. Begitu sakitkah hukuman yang diterima mantan istrinya itu.


Lisna membuka matanya. Mendengar suara yang benar-benar dia rindukan. Suara yang menghilang beberapa bulan terakhir, kini dia dengar kembali.


"Kak Orland". Gumam Lisna.


"Lisna".


Orlando menatap Lisna kasihan. Entahlah, dia memang membenci wanita ini dulu. Tapi saat melihat keadaan Lisna hari ini. Hatinya terenyuh. Apakah semua orang bersalah tidak memiliki kesempatan untuk memperbaiki kesalahannya?


"Kak Orland apa kabar?". Lirih Lisna mencoba tersenyum menatap wajah mantan suaminya itu.


"Baik". Sahut Orlando singkat. Lidahnya terasa kelu saat melihat kondisi Lisna.


"Kau apa kabar Lisna? Baik-baik saja Kak?". Ucap Orlando parau. Ada sesuatu yang dia tahan.


Lisna mencoba tersenyum hangat mendengar pertanyaan mantan suaminya itu.


"Aku baik-baik saja Kak". Sahut Lisna.


Susi memalingkan wajah nya kearah lain. Mungkinkah cintanya harus berakhir sampai disini? Hati Orlando mungkin akan berlabuh pada mantan istrinya. Sedangkan dirinya hanya seorang penganggum rahasia saja.


Bukankah cinta terbaik itu adalah merelakan dan membiarkannya bahagia bersama pilihan hatinya? Jika Orlando bahagia, Susi juga akan bahagia.


"Kak Lisna".


Eidra masuk bersama Edgar yang mengekor dari belakang. Edgar geleng-geleng kepala melihat istrinya yang masuk dengan tak sabar.


"Ei".


Lisna tersenyum hangat. Dia mencoba duduk, Orlando membantu Lisna dengan cepat.


"Cie cie cie Kak Orland. Rindu Kak Lisna yaaa?". Goda Eidra sambil menunjuk wajah Orlando.


Orlando salah tingkah saat Eidra berbicara seperti itu. Dalam hati sudah mengumpat Eidra dengan kesal. Ingin Orlando remes wajah Eidra saking kesalnya.


"Bilang saja Kak tidak usah malu-malu. Kak Lisna juga pasti rindu sama Kak. Iya kan Kak?".


Edgar mencubit pipi istrinya dengan gemes. Saking gemesnya mendengar ucapan istri kecilnya itu


"Awww sakit Bby". Rintih Eidra mengusap pipinya saat Edgar mencubit pipi istrinya dengan gemes.


"Kau ini, suka sekali jahil. Jangan bicara seperti itu". Edgar membantu Eidra mengelus pipinya "Maaf sakit yaaaa?". Edgar merasa bersalah.

__ADS_1


"Sudah melakukan nya baru minta maaf". Ketus Eidra. Edgar terkekeh gemes.


Lisna dan Orlando menjadi canggung. Akibat godaan Eidra membuat kedua orang itu salah tingkah. Mungkin apa yang Eidra katakan benar. Hanya saja terlalu gengsi untuk mengaku perasaan yang sesungguhnya.


Entah bagaimana, ucapan Eidra begitu tepat dihati Lisna. Dia memang merindukan mantan suaminya itu. Cinta Lisna tak pernah memudar sama sekali, dari dulu sampai sekarang. Sesuatu yang dimulai dengan cara yang salah, maka akan berakhir juga dengan sesuatu yang salah. Terbukti saat Lisna menjebak Orlando dan menikahinya, lalu hubungan rumah tangga mereka berakhir ditengah jalan.


"Kak Lisna, apa sudah lebih baik?". Eidra mengelus lengan Lisna.


"Sudah lebih baik Ei". Sahut Lisna.


"Kalau begitu Kakak makan yaaa.. Seperti nya Kakak ini kurang gigi ehh salah kurang gizi maksud nya". Eidra menepuk pelan mulut nya yang salah ucapkan. Lisna tertawa kecil.


"Kakak tidak lapar Ei". Sahut Lisna. Dia benar-benar tidak nafsu makan.


"Ck kau ini Kak. Badan kurus begini kau bilang tidak lapar? Sungguh terlalu". Ketus Eidra "Kak Orland, cepat suapi Kak Lisna. Aku sudah memerintahkan perawat untuk membawakan makanan untuknya". Tintah Eidra.


"Tapi Ei.......".


"Ya sudah kalau Kak Orland tidak mau. Aku suruh Mas Bima saja yaaaa".


Bima yang dari tadi terdiam mendelik kearah Eidra. Yang benar saja dia disuruh menyuapi Lisna.


"Baiklah". secepatnya Orlando mengambil bubur dari tangan perawat itu. Dia tidak rela jika Bima yang menyuapi Lisna.


Eidra tersenyum penuh kemenangan. Dia yakin jika Orlando ini memiliki rasa pada istrinya. Meski pernikahan mereka terbilang singkat tapi bukan berarti tidak ada tumbuh benih-benih cinta dalam dada.


Orlando menyuapi Lisna dengan telaten. Padahal jantungnya seperti orang lari marathon. Begitu juga dengan Lisna. Dulu jantungnya tidak seperti ini saat berdekatan sedang Orlando, tapi sekarang kenapa berbeda? Mungkin karena sudah lama tidak berjumpa kali, pikir Lisna.


"Kak kalau dilihat-lihat kalian ini cocok sekali yaaa... Kenapa tidak rujuk saja Kak?". Seru Eidra tanpa dosa dengan menampilkan waja polos nya.


"Sayang kita pulang yukkk. Biarkan Lisna istirahat yaaa". Edgar merangkul bahu istrinya. Jangan sampai istrinya ini berbicara yang membuat Lisna dan Orlando semakin salah tingkah.


"Tapi Bby.......".


"Sudah ayo". Edgar menarik istrinya "Orlando selesaikan masalah kalian". Ucap Edgar. Orlando mengangguk


"Kalau begitu kami juga permisi Dok". Ucap Susi menahan sakit didadanya.


"Baik Dok". Susi dan Bima juga keluar dari sana.


Kini tinggal Orlando dan Lisna. Suasana tiba-tiba canggung. Lisna masih berada diruang pemeriksaan, belum dipindahkan keruang rawat inap. Karena dia sedang melakukan reservasi.


"Lisna".


"Kak Orland".


Keduanya kompak saling memanggil namanya.

__ADS_1


"Kak orang saja duluan". Ucap Lisna.


"Kau saja duluan. Ladies first". Orlando terkekeh.


Lisna mengangguk "Aku minta maaf Kak. Atas semua kesalahan yang sudah aku lakukan pada Kak. Maaf". Lisna mengangguk "Setelah aku pulih nanti. Aku berencana untuk pindah ke Jerman untuk melanjutkan karier ku". Imbuh Lisna lagi.


Orlando menatap Lisna "Kenapa harus pergi?". Perasaan Orlando sedikit kalut, kenapa dia belum siap untuk kehilangan Lisna lagi.


"Aku ingin memperbaiki hidupku Kak. Aku ingin memulai dari nol. Disana ada teman kuliahku yang memiliki agensi, jadi aku ingin berkerjasama dengannya untuk kembali berkarir". Jelas Lisna.


Orlando memejamkan matanya. Dia berusaha menahan gejolak dalam dadanya.


"Tidak bisa kah kau bertahan disini untuk beberapa waktu?". Ucap Orlando tapi nada suaranya seperti sedikit memaksa.


Lisna menggeleng "Aku tidak pantas disini Kak. Aku orang jahat. Eidra sudah memberiku maaf saja, sudah lebih dari cukup". Sahut Lisna


Orlando menggeleng "Tidak Lisna. Kau tidak boleh pergi begitu saja. Tempatmu disini. Masalah masa lalumu, jadikan itu sebagai pelajaran".


"Tapi kenapa aku harus bertahan disini?". Kening Lisna sedikit berkerut.


Orlando menarik nafas dalam. Dia meletakkan mangkuk bubut itu keatas nakas. Orlando mengambil kedua tangan Lisna dan mengenggam nya. Tangan kiri Lisna terpasang infuse.


"Aku ingin memulai dari awal bersama mu. Aku memang belum mencintai mu, tapi aku akan belajar menerima mu. Belajar menerima masa lalumu". Ucap Orlando tulus.


Lisna tercengang mendengar ucapan Orlando, apa dia tidak salah dengar? Lisna menatap wajah Orlando, dia menelisik mata pria itu mencoba mencari kebohongan namun yang dia temukan adalah ketulusan.


"Tapi aku.........".


"Menikahlah denganku Lisna. Aku akan berusaha menjadi suami terbaik untukmu". Ucap Orlando.


"Tapi masa lalu ku.....".


"Aku tidak peduli dengan masa lalumu. Asal kau berjanji untuk tidak melakukan kesalahan yang sama".


Mata Lisna berkaca-kaca. Tak mengira jika Orlando memberinya kesempatan lagi. Tak mengira jika pria yang dulu dia jebak, mau menerima dia apa adanya.


"Iya Kak".


Orlando langsung memeluk Lisna. Orlando akan mencoba dari awal, dia yakin bisa membawa Lisna ke jalan yang lebih benar.


Bersambung.....


Ed & Ei


Maaf ya semuanya Orlando balikan sama Lisna lagi. Seperti yang Ei katakan bahwa semua orang pernah bersalah dan semua orang berhak untuk memiliki kesempatan memperbaiki diri......


Semoga Lisna bisa berubah dan menjadi istri yang baik untuk Orlando nanti....

__ADS_1


Yuk ikutin terus kisah mereka.....


__ADS_2