Istri Kecil CEO Lumpuh

Istri Kecil CEO Lumpuh
Duo J


__ADS_3

Happy Reading 🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹


Hari pernikahan Julio dan Julia. Yang diselenggarakan di villa mewah Edgar.


Sebenarnya Julio tak enak hati mengadakan pesta pernikahan di villa mewah Tuan-nya. Tapi ya siapa yang bisa menolak perintah Eidra.


Eidra meminta suaminya agar pernikahan dan pemberkatan pernikahan Julia dan Julio diselenggarakan di villa saja. Dan Edgar sama sekali tidak keberatan. Malah Edgar senang jika villa nya ramai. Sudah terbiasa hidup dalam kesunyian membuatnya rindu, suasana ramai.


Disana sudah tampak orang-orang disibukkan dengan tugas masing-masing. Edgar meminta seluruh pelayan untuk mempersiapkan pernikahan asistennya itu. Julio sudah seperti adik sendiri bagi Edgar. Julio sudah menemaninya sejak dulu. Saat semua orang meninggalkannya Julio tetap setia, bukan hanya demi uang dan gaji tapi sebuah ketulusan yang diberikan kepada Edgar.


Tampak Eidra sekeluarga. Eidra memesan baju dengan warna sama dengan suaminya. Anak-anak nya juga dipasangkan baju yang sama. Karena keseringan memakai baju dengan warna yang sama membuat Eidra kecanduan memakai baju yang sama untuk anak-anak nya.


"Sayang biar aku gendong Baby Ano ya, kau gendong Baby Elsyia. Biar Ibu saja yang menggendong Baby Naro". Ucap Edgar. Dia cemburu saat Eidra menyusui putranya.


"Iya Bby. Lagian aku tidak bisa mengendong sekali dua". Sahut Eidra.


Edgar dan Eidra naik keatas pelaminan. Ada Asih dan Bima yang menjadi wali dari Julia, karena dia anak yatim piatu. Untuk wali Julio, ada Keizo dan Pristy. Mereka sudah menganggap Julio sebagai putra kandung mereka juga.


"Selamat ya Kak Lia. Semoga langgeng sampai Kakek Nenek. Jangan lupa buat anak yang banyak, kasihan Kak Julio dia kan anak tunggal. Setidaknya dia tidak kesepian dimasa tua nya. Iya kan Kak Julio". Ucap Eidra sambil mengendong bayinya. Julio tersimpul mendengar ucapan Nona Muda-nya.


"Iya Ei, terima kasih yaaa". Julia memeluk Eidra


"Kak jangan kencang-kencang. Kau membuatku sesak nafas saja. Nanti Elsyia merajuk lagi. Kau tahu kan dia rewel sekali". Gerutu Eidra.


"Heheh maaf ya Ei". Julia cenggesan. Dia menatap bayi Eidra "Haii Baby El, sehat-sehat ya kesayangan Aunty". Julia mencium kening Baby Elsyia.


Eidra beralih pada Julio. Dia tersenyum hangat menatap assisten suaminya itu. Julio adalah saksi bisu kisah cinta Edgar dan Eidra. Assisten setia itu akhirnya menemukan kebahagiaan nya sendiri.


"Jangan tersenyum padanya sayang. Senyum mu itu milik ku. Kau cukup tersenyum padaku saja. Biarkan Julio, melihat senyum istrinya". Senyum Eidra seketika memudar. Dia menatap suaminya malas.


"Bungkus saja wajahku sekalian Bby. Kau ini, membuat kepalanya ku ingin guling-guling saja".


"Geleng-geleng Nona". Ralat Julio.


"Sudahlah. Sama saja". Seru Eidra "Selamat ya Kak Julio.... Cie cie cie, yang tidur punya teman. Tidak memeluk bantal guling lagi ya kan Kak?. Mata pasti tidak mau terpejam Kak. Kak Julio pasti ingin lembur setiap malam, seperti suamiku yaaaa". Ledek Eidra.


"Sayang". Edgar mendesah.


Sedangkan Julio sudah merona. Membayangkannya saja membuangnya panas dingin. Rasanya dia tidak sabar membobol gawang Julia.


"Nona bisa saja. Terima kasih Nona". Julio hanya memaksa kan senyum. Padahal dalam hati pria itu ingin menenggelamkan kepala Eidra.

__ADS_1


"Selamat Julio. Berbahagialah. Utamakan istri dan anak-anakmu. Jadilah Ayah yang baik untuk mereka". Edgar menepuk pundak Julio.


Mata Julio berkaca-kaca. Hatinya tersentuh mendengar pesan dari Tuan-nya. Edgar bukan hanya sebagai majikkan bagi Julio. Tapi Edgar juga seorang sahabat dan Kakak.


"Terima kasih Tuan. Anda juga harus bahagia".


Edgar mengangguk dengan tersenyum lebar


"Jangan tersenyum padanya Bby. Senyummu itu milikku. Aku tidak mau nanti Kak Lia cemburu gara-gara kau".


Edgar dan Julio mendelik kearah Eidra yang sudah memasang wajah polosnya tanpa dosa.


"Sayang aku masih normal". Sanggah Edgar


"Yang bilang kau tidak normal siapa Bby? Apa aku bicara begitu tadi?". Ucap Eidra heran. Diwajahnya dibuat sepolos mungkin


"Sudahlah ayo kita turun". Ucap Edgar yang malas. Dia terus kalah telak oleh istrinya.


Ucapan selamat terus berdatangan. Edgar sengaja mengundang rekan-rekan bisnisnya untuk memeriahkan pernikahan Julia dan Julio.


"Lia selamat ya Nak. Ibu bahagia akhirnya kau menemukan cintamu". Asih memberikan pelukkan hangat pada Julia.


"Terima kasih Bu. Lia menyanyangi mu". Julia membalas pelukkan Asih. Asih sudah seperti Ibu kandungnya sendiri. Apalagi sejak kecil dia tidak pernah melihat wajah Ibu kandung nya


"Terima kasih Bu. Sudah tanggung jawab saya menjaga Lia". Sahut Julio tersenyum.


Buana dan Elizabeth juga naik keatas pelaminan sambil mengendong Baby Naro. Kedua pasangan paruh baya itu. Memutuskan menjalin hubungan seperti waktu muda dulu. Yang mungkin sebentar lagi akan diresmikan dalam ikatan pernikahan.


"Selamat ya Lia. Selamat ya Julio".


"Terima kasih Nyonya". Sahut Julio dan Julia bersamaan.


"Selamat Julio". Buana memberikan pelukkan hangat "Selamat Lia".


"Terima kasih Tuan".


"Terima kasih Tuan".


Semua keluarga besar Buana dan Keizo berdatangan. Ada Margaretha juga disana yang sudah dengan gemesnya mengendong bayi Eidra. Ada Silva dan Oscar. Orlando dan Lisna. Susi dan Bima. Bima menjadi wali Julia . Erwin dan Raina. Leonardo dan Eve.


Julio tersenyum bahagia. Dia sempat menitikkan air mata bahagia nya. Dia seorang anak yatim piatu. Kedua orangtuanya sudah meninggal sejak lama. Hidup sendiri tanpa siapa-siapa menjadikannya sosok yang tangguh. Julio bahagia karena masih banyak orang-orang yang menyanyangi nya.

__ADS_1


.


.


.


.


Julio mengendong istrinya masuk kedalam kamar mewah yang sudah disiapkan oleh Edgar. Diatas kasur king size itu ditaburi bunga dengan gambar love serta beberapa lilin diatas nakas dengan lampu remang-remang, membuat kamar itu terlihat romantis.


Julio meletakkan istrinya dengan telaten takut jika terbentur sedikit nanti akan membuat istrinya sakit.


"Kau pasti kelelahan. Gantilah baju sayang. Aku akan membersihkan diri". Julio mengecup kening istrinya.


"Iya sayang". Sahut Julia.


Julio masuk kedalam kamar mandi dan membersihkan diri. Sedangkan Julia membuka riasanya. Menjadi wanita itu ribet bukan main. Julia sampai mengerutu membuka jepitan rambutnya.


Setelah Julio mandi, Julia masuk kedalam kamar mandi dan ikut membersihkan badannya yang lengket.


"Sayang".


Julio memeluk istrinya setelah Julia keluar dari kamar mandi. Julia hanya mengenakan handuk sebatas dada.


"Sayang aku belum ganti baju". Desah Julia menahan gugup.


"Kenapa harus diganti. Nanti juga dibuka lagi". Julio mengerlingkan matanya jahil "Aku sudah tidak tahan. Bolehh yaaaa?".


Julia tersenyum tangannya terulur mengusap wajah suaminya.


"Tentu saja".


Julio memanggut bibir istrinya dengan tak sabar. Terjadilah malam pertama mereka.


Benar kata Eidra, rasanya tak ingin tidur. Ingin lembur terus, desah Julio dalam hati.


**Bersambung....


Ed & Ei


Cie cie Babang Julio....🤭🤭🤭🤭🤭

__ADS_1


Siapa nihhh yang kangen Raina Erwin**?


__ADS_2