
Happy Reading 🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹
Hari ini Edgar membawa istrinya untuk melakukan USG ulang dan mengacek kondisi bayi Eidra. Setiap bulan Edgar selalu melakukan check-up rutin pada istrinya. Edgar harus memastikan bahwa istri dan anak-anaknya selalu baik-baik saja. Apalagi kandungan Eidra semakin membesar.
"Ayo sayang". Seperti biasa Edgar akan perhatian penuh pada istrinya.
"Iya Bby".
Eidra tersenyum hangat. Edgar ini suami paket konflit. Sudah tampan. Kaya. Baik. Perhatian. Tidak pelit. Nikmat mana lagi yang mau Eidra dusta kan.
Sampai dirumah sakit. Julio turun duluan membukakan pintu untuk Tuan dan Nona-nya. Edgar membantu Eidra turun dengan pelan. Kasihan sekali melihat Eidra berjalan yang kesusahan membawa perutnya. Maklum tiga nyawa sekaligus pastinya sangat berat.
Mereka berjalan masuk kedalam. Edgar menempel pada istrinya. Apalagi tatapan para dokter laki-laki menatap istrinya dengan damba. Membuat pria itu merenggut kesal. Jika bisa Edgar ingin membungkus wajah Eidra dengan plastik agar tidak ada yang melihat wajah sang istri selain dirinya.
"Selamat siang Tuan dan Nona. Silahkan masuk". Sapa sang dokter ramah dan mempersilahkan suami istri itu masuk kedalam ruangan nya.
"Terima kasih Dok". Senyum Eidra.
Edgar membantu istrinya berbaring dibrangkar ruangan dokter. Sang dokter menuangkan gel kedalam perut Eidra agar bisa mendeteksi bayi kedalam perut Eidra.
"Waahh Dok, mereka terlihat bergerak disana?". Seru Eidra. Sedangkan Edgar berkaca-kaca.
Dokter itu tersenyum "Iya Nona. Mereka sehat tanpa kekurangan satu pun". Ujar sang Dokter.
"Bagaimana dengan jenis kelamin nya Dok?". Tanya Edgar tak sabar.
"Tunggu sebentar Tuan, saya akan memeriksa nya".
Sang dokter kembali mengarahkan alat yang diyakini sebagai pendeteksi bayi Eidra.
"Dua laki-laki dan satu perempuan Tuan".
"Dua laki-laki Dok?". Tanya Edgar tak percaya. Benarkah dia akan memiliki dua putra dan satu putri.
"Iya Tuan". Sahut sang dokter tersenyum sambil membersihkan bekas gel diperut Eidra .
Eidra turun dari brangkar dan dibantu oleh suaminya.
"Nona sebaiknya anda lebih banyak bergerak. Agar otot-otot perut anda kuat". Jelas dokter "Saya akan meresepkan vitamin untuk anda. Jangan lupa diminum ya?". Ucap sang dokter menuliskan resep obat disebuah kertas putih.
"Baik Dok".
"Apa bisa dipercepat Dok lahirannya? Rasanya aku tak sabar ingin melihat mereka?". Seru Eidra.
Sang Dokter malah tersenyum "Sabarlah Nona. Anda pasti akan bertemu mereka". Jawab sang dokter lembut
Edgar menatap istrinya penuh cinta. Wanita ini adalah segalanya untuk Edgar. Bahkan wanita ini akan segera memberinya tiga orang anak sekaligus.
"Sayang terima kasih". Tatap Edgar.
Eidra tersenyum hangat dan penuh cinta. Suaminya ini makin hari makin bucin saja.
__ADS_1
"Iya Hubby".
Dokter itu hanya tersenyum menatap keromantisan kedua pasangan itu.
"Sayang, tunggu sebentar ya, aku ingin ke toilet sebentar. Ingat jangan kemana-mana". Tegas Edgar.
"Iya Bby".
Eidra duduk dikursi tunggu menunggu suaminya. Sedangkan Julio menunggu dimobil. Karena dia memang jarang ikut Edgar jika sedang bersama Eidra. Julio tidak mau jadi korban kebucinan dua orang itu lagi.
"Mommy tidak sabar menanti kedatangan kalian sayang. Semoga nanti kita bahagia yaaa... Mommy sayang kalian". Eidra mengelus perutnya.
"Ehem".
Eidra mengangkat pandangan nya "Kakak Pelakor". Kening Eidra berkerut ketika melihat Anggela menghampiri nya "Ada apa Kak? Apa Kakak juga bertemu Dokter kandungan?". Tanya Eidra tanpa dosa.
"Kau......". Nafas Anggela memburu. Setiap kali bertemu Eidra dia pasti dibuat emosi oleh wanita hamil itu.
"Jangan banyak basa-basi cepat ikut aku". Anggela menarik tangan Eidra dengan paksa
"Ck, Kak jangan main tarik-tarik saja. Kau pikir tanganku karet". Gerutu Eidra "Kita mau kemana, aku tidak mau pergi sebelum Suamiku datang".
Anggela tersenyum licik. Dia meronggoh ponselnya entah siapa yang dia hubungi. Wanita itu menatap Eidra dengan sinis.
Tidak lama kemudian datang beberapa pria berbaju hitam.
"Cepat bawa dia". Tintah Anggela
"Baik Nona".
"Sudah jangan banyak bertanya Nona. Sebaiknya cepat ikut kami". Sentak salah satu dari mereka membuat Eidra terkejut.
"Tapi.........".
Mereka menarik Eidra dengan paksa. Tanpa peduli dengan teriakkan gadis itu.
"Hubby tolong aku bby. Tolong aku Bby". Eidra menangis ketakutan. Dia takut jika terjadi sesuatu pada bayi nya.
"Cepat Nona". Mereka menarik Eidra kuat.
Anggela tersenyum penuh kemenangan. Tidak sia-sia dia mengirim penyusup dikediaman Edgar.
"Masuk". Sentak Anggela.
Dengan menangis ketakutan Eidra masuk. Dia takut pada Anggela tapi takut bayi dalam kandungan nya terluka.
"Ayah. Ibu".
Eidra terkejut ketika melihat Baskoro dan Seselia yang sudah duduk dengan manis didalam mobil.
"Jalan".
__ADS_1
"Baik Tuan".
Baskoro menatap Eidra dengan sinis dan senyuman mengejek.
"Apa kabarmu Nak? Apa kau tak ingin menyapa Ayah mu ini? Ehem?". Ucap Baskoro tersenyum licik.
"Ayah apa yang kau lakukan? Kenapa kau menculikku? Kau akan membawaku kemana?". Cecar Eidra. Dia melindungi perut besarnya.
Baskoro tersenyum smirk. Sementara Seselia menatap Eidra dengan kasihan dan juga mengejek.
"Kau bertanya apa yang ingin aku lakukan padamu?". Tatap Baskoro "Aku akan melenyapkan mu dan anak dalam kandungan mu. Aku akan membalas kan dendam adikku". Tangan Baskoro terkepal kuat ketika mengingat wajah adiknya.
Eidra terkesiap "Maksud Ayah apa?". Eidra menggeleng tak percaya "Kenapa harus aku yang menjadi alat balas dendam mu? Kenapa aku Ayah?".
Plakkkkkkkkkkkk
Satu tamparan melayang dipipi Eidra. Seselia tidak terima jika Eidra membentak Baskoro.
"Dasar wanita tidak tahu diri. Sudah dibesarkan dengan gratis malah bertingkah". Seselia mencengkram dagu Eidra dengan kasar.
"Sakit Bu". Rintih Eidra
"Sakit katamu? Rasa sakit yang dirasakan Lisna lebih sakit dari sini". Seselia menghempaskan dagu Eidra dengan kasar.
Sementara Baskoro tersenyum penuh kemenangan. Begitu juga dengan Anggela yang duduk disamping kemudi.
Sudut bibir Eidra mengeluarkan darah segar. Bekas jari Seselia menempel dipipinya. Air mata menetes begitu saja.
"Dengar Eidra, kau tidak akan bahagia selama kau hidup. Kau hanya membayar semua kesalahan Ayahmu. Dengan kematianmu, maka dendam kami akan terbalas".
"Awwwwww. Sakit Ayah". Rintih Eidra saat Baskoro menarik rambutnya dengan kuat.
"Hahahaha... Masih banyak rasa sakit yang harus kau rasakan Eidra. Sampai suamimu itu mau melepaskan Lisna, baru aku akan melepaskan mu". Ucap Baskoro kembali menarik rambut Eidra.
"Awwwwww".
"Dari, pertama melihatmu saat bayi aku sudah membencimu. Sampai sekarang dan selamanya, aku membencimu Eidra. Ayahmu pembunuh adikku. Dan kau tahu Eidra, nyawa harus diganti dengan nyawa". Baskoro menghempaskan rambut Eidra dengan kasar.
Eidra hanya merintih kesakitan. Beberapa rambutnya terlepas akibat jambakkan Baskoro yang sangat kuat.
Anggela tertawa puas. Jika dia tidak bisa memiliki Edgar, maka tidak ada yang boleh memiliki Edgar.
**Bersambung......
Ed & Ei
Maaf yaaaa gaessss kecewain kalian karena Eidra diculik oleh tiga ular beludak😁😢 Kasihan Ei, biasanya ucapan nya mampu membuat orang bungkam tapi kali ini dia benar-benar ketakutan, apa penyebab nya?? Mari ikutin terus ceritanya.a
Bagaimana reaksi Edgar ketika tidak mendapati istrinya?
Pasti penasaran kenapa tidak ada pengawal atau Julio yang mengawal Eidra.... Nantikan jawabannya di next episode....
__ADS_1
Jangan lupa tanda cinta buat author yaaa gaeesss Author berjuang banget lho biar bisa update buat kalian🤧 Ini aja author lagi dirumah pacar🤭 Ketemu keluarga nya🤭 Tapi izin sama mereka buat jangan diajak ngobrol dulu, karena lagi fokus ngehalu, takut ntar pas lagi asyik ngehalu malah sesat entah kemana🤣🤣🤣🤣
LoveUsomuch ❤️**