Istri Kecil CEO Lumpuh

Istri Kecil CEO Lumpuh
Kehilangan


__ADS_3

Happy Reading 🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹


Edgar berjalan dengan sumringah. Dia tak sabar bertemu istrinya. Tadi dia benar-benar ingin membuang air kecil. Edgar sengaja tidak memperketat penjagaan istrinya karena sesuai permintaan Eidra. Menurut Eidra dia tidak harus selalu dikawal, dia hanya ingin Edgar yang melindungi nya.


"Sayang".


Edgar tak mendapati istrinya.


"Sayang, kau dimana?".


Edgar masih berusaha memanggil batang kali Eidra sedang berkeliling. Maklum Dokter menyarankan agar Eidra lebih banyak bergerak.


"Sayang".


Edgar mulai mencari Eidra. Dia sedikit panik tidak mendapati istrinya.


"Sayang kau dimana? Jangan membuatku panik Sayang?".


Edgar berjalan ke lorong rumah sakit. Dia mencari istrinya dengan langkah lebar.


"Sayang".


"Dok, apa anda melihat istri saya?". Tanya Edgar pada dokter yang memeriksa kandungan istrinya.


"Maaf Tuan. Dari tadi saya tidak melihat Nona Eidra".


Edgar terdiam. Tidak melihat. Bukankah tadi istri nya itu sedang duduk menunggunya?


Tanpa berpamitan Edgar berjalan keluar. Dia setengah berlari dan mulai panik. Sekarang dia menyesal karena tidak mengawasi istrinya dengan pengawal bayangan.


Eidra menghampiri mobil, barang kali Eidra sudah menunggu nya didalam mobil bersama Julio.


"Ada apa Tuan?".


Julio yang tengah asyik dengan ponselnya sambil bersandar didepan mobil terkejut melihat Edgar yang berlari panik.


"Julio, apa istriku sudah menunggu didalam?". Tanya Edgar panik jantungnya sudah mulai berdetak tak karuan.


Kening Julio berkerut "Nona tidak ada dimobil Tuan, bukankah Nona bersama anda?". Ucap Julio


Edgar menggeleng "Tidak ada Julio... Arrghhhhh". Edgar mengusar rambutnya dengan kasar


"Cepat retas rekaman CCTV". Tintah Edgar "Hubungi Leon dan Daddy".


"Baik Tuan".


Edgar masuk kedalam mobil dengan wajah panik


"Tuan, Nona diculik oleh Nona Anggela, Tuan Baskoro dan Nyonya Seselia". Lapor Julio ketika sudah berhasil meretas rekaman CCTV yang disuruh oleh Edgar.


"Apa?". Pekik Edgar.


"Cepat suruh semua pengawal melacak keberadaan mereka Julio. Tutup semua jalan dimana pun. Hubungi Oscar untuk membawa anggota kepolisian. Mereka seperti nya ingin bermain-main denganku". Tintah Edgar.

__ADS_1


"Baik Tuan".


Julio menjalankan mobilnya dengan kecepatan tinggi.


"Maafkan aku. Maafkan aku. Harusnya aku menjagamu. Harusnya aku melindungi mu. Arghhhhhhhhh".


Edgar menangis segugukan. Perasaan nya sangat takut. Tidak. Tidak. Istrinya tidak boleh kenapa-kenapa. Anak-anaknya, harus baik-baik saja. Harus baik-baik saja. Edgar takkan memaafkan dirinya jika sampai terjadi sesuatu pada istri dan calon anaknya.


"Arghhhhhhhhh". Pekik Edgar.


Julio juga tampak panik. Dia menghubungi semua pasukkan agar mencari keberadaan Eidra serta anggota kepolisian.


"Nona, semoga anda baik-baik saja. Jika sampai terjadi sesuatu pada anda. Saya tidak tahu apa yang akan Tuan lakukan pada mereka". Batin Julio


"Eidra kau dimana sayang? Kumohon jangan hilang. Ku mohon jangan pergi. Ku mohon, bertahanlah. Aku akan menjemputmu dan anak-anak kita. Bertahanlah sayang, aku mencintaimu. Aku akan menemukan mu". Batin Edgar menangis histeris.


Edgar berkali-kali memukul jok mobil dengan kuat. Sambil terus meneriaki Julio agar menjalankan mobilnya dengan cepat.


.


.


.


.


Leonardo melangkah dengan lebar ketika mendapat kabar bahwa Eidra diculik.


"Jalankan mobilnya Brayn".


"Apa kau sudah melacak keberadaan Anggela?".


Namun Brayn terdiam. Entah kenapa lidahnya kelu untuk menjawab pertanyaan Leonardo.


"Brayn kau mendengar ku kan?". Tatap Leonardo tajam "Katakan padaku, apa kau sudah menemukan keberadaan Anggela?". Tanya Leonardo dengan mata elangnya.


"M-maaf Tuan. Saya belum menemukan dimana Nona Anggela" . Sahut Brayn gegelapan.


"Arggghh.... Brengsekkkk... Jika sampai terjadi sesuatu pada adik dan calon keponakan ku. Aku tidak akan pernah memaafkannya. Aku akan menguliti tubuhnya. Aku akan menguburkan hidup-hidup. Dasar wanita tidak tahu diri". Umpat Leonardo kasar.


Brayn terdiam dan masih fokus menyetir tatapan matanya tajam kedepan. Entah apa yang dipikirkan pria itu. Dia tak merespon ucapan dan umpatan dari Leonardo.


Mobil Brayn berhenti tepat disamping mobil Julio dipersimpangan jalan, dimana disana samua pasukkan sudah berkumpul.


"Ed".


"Leon".


Edgar tampak kacau bahkan penampilan nya benar-benar tak terurus.


"Bagaimana apa kau sudah menemukan dimana Anggela?". Tanya Leonardo. Dia tidak bisa menyalahkan Edgar.


Edgar menggeleng dengan lemesnya "Tidak Leon. Entah kemana dia membawa istriku. Tolong aku Leon, bantu aku menemukan istriku. Aku takut terjadi sesuatu padanya. Aku takkan bisa hidup tanpanya hiks". Tangis Edgar kembali pecah

__ADS_1


Leonardo merengkuh tubuh sahabat sekaligus adik iparnya itu. Tak bisa dibohongi bahwa dia juga panik bukan main.


"Tenang lah. Dia wanita kuat. Dia akan baik-baik saja". Ucap Leonardo menenangkan. Padahal hatinya juga panik dan merasakan kehilangan


Leonardo melepaskan pelukkan Edgar. Dia berusaha memberikan kekuatan pada Edgar.


"Ayo kita cari dia". Leonardo menepuk bahu Edgar "Istri dan anak-anak mu akan baik-baik saja". Ucap Leonardo.


Oscar datang dengan beberapa pasukkan polisi.


"Permisi Tuan. Kami sudah melacak KB mobil yang dikendarai Nona Anggela berdasarkan rekaman CCTV yang kami periksa". Ucap Oscar.


"Dimana mereka?". Tanya Edgar menyeka air matanya dengan kasar.


"Disini". Edgar menunjuk layar iPad nya "Ayo kita susul".


Mereka semua masuk kedalam mobil. Puluhan pengawal ikut mencari. Anggota kepolisian serta anak buah Leonardo juga dikerahkan bersama untuk mencari dimana keberadaan Eidra.


Edgar tak bisa membayangkan jika sampai terjadi sesuatu pada istri nya. Dia lebih memilih mati dari pada kehilangan Eidra. Eidra adalah nafasnya, bagaimana bisa dia hidup sedangkan nafasnya itu saja tidak ada?


Edgar sungguh menyesal karena tidak memberi penjagaan yang ketat pada istrinya. Harusnya dia tidak mengikuti kata Eidra. Sekarang dia menyesal sangat menyesal.


Brayn menyetir tanpa ekspresi. Tatapannya tajam kedepan. Tanpa ada yang menyadari bahwa dia mencengkeram kuat stir mobil itu. Tidak, Anggela tidak boleh tertangkap. Brayn mencintai wanita itu. Apalagi Anggela tengah mengandung anaknya.


Brayn sudah pernah melarang Anggela untuk tidak bermain-main dengan keluarga Edgar namun Anggela tidak mendengar sama sekali bahkan memberi nya obat tidur agar tak mengacaukan rencananya untuk datang ke acara ulang tahun Keizo.


.


.


.


.


Keizo dan Buana juga ikut turun tangan mencari dimana Eidra. Buana, mengerahkan semua anggota dan orang kepercayaan nya untuk mencari keberadaan menantunya itu.


"Bagaimana Dedi?".


Saat ini mereka sudah berada didalam mobil. Buana benar-benar geram dengan apa yang dilakukan oleh Anggela. Buana pastikan bahwa Anggela akan tinggal nama.


"Saya sudah menemukan dimana lokasinya Tuan. Tuan Muda Edgar dan Tuan Muda Leonardo sedang menuju kesana". Jawab Dedi


"Baik".


"Apa rencana kita selanjutnya?". Tanya Keizo pada Buana


"Ikuti permainan Baskoro. Kita lihat sampai dimana dia mampu mempermainkan kita. Dia tidak tahu sedang berhadapan dengan siapa?". Tangan Buana terkepal "Jika sedikit saja kulit menantuku tergores oleh tangannya. Maka aku akan ganti dengan satu potongan jarinya". Ucap Buana


Keizo mengangguk. Dia cukup panik ketika mendapat kabar bahwa Eidra diculik. Karena setahu Keizo, Edgar memberikan penjagaan yang ketat pada istrinya itu dan kenapa bisa kecolongan?


**Bersambung.......


Ed & Ei

__ADS_1


Apakah mereka akan menemukan Eidra??? Rencana apa yang akan dilakukan Buana untuk membalas Baskoro... Yukkkk ikutin terus kisah mereka yaaaaaa....


Mana sajen buat author 😔 Dikasih donnkkk, biar gak digantungin lagi....🤧**


__ADS_2