Istri Kecil CEO Lumpuh

Istri Kecil CEO Lumpuh
Daddy Vs Son's


__ADS_3

Happy Reading 🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹


Lima tahun kemudian....


Edgar menatap kue ulang tahun yang bertulisan angka 26 diatasnya. Dia mengerutu kesal. Bagaimana tidak? Istrinya baru berusia 26 tahun. Sedangkan dia sudah berusia 41 tahun. Ahhh jauh sekali selisih usianya. Ingin rasanya Edgar mempermuda dirinya agar serasi dengan Eidra.


Eidra semakin hari semakin cantik. Pesonanya membuat siapa saja yang melihatnya terkagum-kagum. Sedangkan Edgar semakin hari semakin tua, bagaimana dia tidak mengerutu kesal. Apalagi jika dibandingkan, mereka bagai Kakak dan adik saja. Bukan pasangan suami istri.


"Dad, kenapa lama? Kapan kita beri Mommy surprise?". Gerutu Eleano, putra sulung Edgar dan Eidra.


"Tunggu sebentar Son".


Edgar mengambil kaca. Dia menatap wajahnya di cermin.


"Masih tampan. Tidak berkeriput. Tapi kenapa serasa sangat tua dari istriku". Gerutu Edgar dalam hati.


"Son, coba lihat wajah Daddy. Apakah Daddy ini sangat tua?". Tanya Edgar pada putranya yang baru berusia enam tahun itu.


"Daddy memang tua". Sahut Eleano dengan wajah polosnya


"Cihh kau ini. Supaya kau bisa merebut Mommy dari Daddy kan?". Tuding Edgar memincingkan matanya pada Eleano.


"Memangnya kenapa, dia kan Mommy ku?". Tanya Eleano heran. Mereka sering memperebutkan Eidra.


"Dad, Kakak. Kenapa kalian lama sekali? Nanti Mommy terbangun". Elnaro datang menghampiri kedua orang itu.


"Kakak mu ini ingin merebut istri Daddy". Tungkas Edgar.


"Cihh, Daddy yang ingin merebut Mommyku". Eleano tak mau kalah dia menatap Edgar tajam.


Elnaro menggeleng kepala saja. Bocah berusia enam tahun itu tampak dewasa diumurnya yang masih belia.


"Sudahlah kalian ini. Ayo cepat. Dad bawa kuenya".


"Kau memerintah Daddy Son?". Edgar memincingkan matanya


"Tidak. Hanya menyuruh". Ketus Elnaro berlalu pergi.


Ketiga orang itu masuk kedalam kamar Eidra. Tampak Eidra tengah terlelap bersama putri kecilnya, Elsyia. Sejak kecil sampai berusia enam tahun, ketiga anak Eidra tidak pernah tidur terpisah dengan nya. Sudah biasa dan tak kala Edgar mengerutu kesal. Karena waktunya bersama Eidra selalu terganggu oleh ketiga kecambah hasil lembur nya itu.


"Sayang bangun". Edgar berbisik ditelinga istrinya.


Eidra mengeliat. Begitu juga dengan Elsyia. Kedua wanita beda generasi itu kompak menujukkan ekspresi wajah menggemaskannya.


"Happy birthday to you. Happy birthday to you. Happy birthday. Happy birthday sayang".

__ADS_1


Edgar bersama kedua putranya kompak menyanyikan lagu selamat ulang tahun.


Mata Eidra berkaca-kaca. Tanpa sadar wanita itu menangis bahagia.


"Kenapa Mommy menangis?". Elysia menyeka air mata Eidra.


"Hiks Mommy, malu belum mandi". Wajah Edgar berubah masam mendengar ucapan istri kecilnya.


"Sudah sayang tiup dulu lilinnya jangan menangis". Seru Edgar.


"Tiup lilinya Mom". Teriak ketiga bocah itu kompak.


Edgar menatap ketiga anaknya tajam. Dia tidak suka jika ketiga anaknya itu lebih akrab dengan istrinya. Harus dia yang paling akrab. Jiwa cemburu pria itu tak berubah sama sekali.


"Bby, kau ini kenapa sih menatap mereka seperti itu?". Protes Eidra


"Sayang aku tidak rela mereka lebih akrab denganmu dari pada aku. Kau itu istriku sayang".


"Astaga Bby, aku ini Mommy mereka. Kau ini ingin membuatku guling-guling kepala saja". Gerutu Eidra.


"Geleng-geleng Mommy". Ralat Elnaro.


"Mommy, kapan tiup lilinnya? Nanti melumer". Seru Eleano.


"Iya kita tiup sama-sama yaaa".


Mereka berlima meniup lilin itu secara bersamaan. Eidra dan Elsyia berjingkrak senang.


Eidra memotong kue itu dengan pelan, pakai irama dan penuh perasaan sesuai dengan suasana hatinya saat ini.


"Sayang aku duluan". Ucap Edgar. Dia tidak terima jika Eidra menyuapi ketiga anaknya duluan.


"Ck, Daddy tidak bisa begitu. Harusnya Mommy menyuapi kami duluan". Protes Elnaro.


"Iya Daddy curang". Elsyia dan Eleano menjawab kompak.


"Sudah. Sudah. Daddy saja yang duluan yaa.. Kasihan dia nanti merajuk lagi. Daddy sudah tua, nanti kalau merajuk tambah tua. Kecuali kalau kalian siap punya Daddy baru". Eidra cekikikan melihat wajah kesal suaminya.


"Sayang".


"Buka mulutmu Bby". Eidra menyuapi suaminya sambil tersenyum simpul.


"Selamat ulang tahun ya sayang. Terima kasih sudah hadir dihidupku. Aku mencintaimu". Edgar mengecup bibir istrinya.


Kompak Eleano dan Elnaro menutup mata Elsyia dengan tangan kanan mereka sedangkan tangan kiri mereka menutup mata mereka.

__ADS_1


"Dad kalau mau bermesraan jangan didepan kami". Gerutu Eleano.


"Iya Dad, kau mengotori mata suciku". Sambung Elnaro.


"Kau membuat kami iri Dad". Imbuh Elsyia.


Edgar tak peduli, dia menampilkan wajah tanpa dosa. Anak-anak nya harus tahu bahwa Eidra adalah miliknya dan tidak ada yang boleh merebut istri kecilnya itu walaupun anak nya sendiri.


"Bby, kau ini. Didepan anak-anak main sosor-sosor segala". Protes Eidra.


"Sini anak-anak Mommy". Eidra menyuapi ketiga anaknya secara bergantian.


"Selamat ulang tahun Mommy". Elsyia memeluk Eidra sambil memberikan kecupan hangat di pipi wanita itu.


"Terima kasih sayang". Balas Eidra.


"Selamat ulang tahun Mommy". Eleano dan Elnaro kompak memeluk Eidra.


"Eittsss, jangan cium istri Daddy sembarangan". Sergah Edgar saat kedua putranya hendak mencium pipi Eidra.


"Bby". Tegur Eidra.


"Tidak sayang kau itu milikku. Biarkan saja nanti mereka cari pasangan sendiri". Ujar Edgar.


"Daddy jahat". Kedua bocah tampan itu kompak mengerecut bibir mereka kesal.


Edgar acuh saja. Cemburu tidak memandang bulu bukan? Mau anak atau siapa saja, cemburu itu selalu terasa. Sungguh pikiran Edgar tak ada obatnya.


Eidra memijit pelipisnya. Suaminya ini semakin hari semakin aneh. Masa pada putranya sendiri saja cemburu. Tak ubahnya Edgar berdebat dengan kedua putranya hanya untuk memperebutkan Eidra.


Eidra tak habis pikir, dulu suaminya ini tinggal diplanet mana? Kenapa cemburu tidak tahu tempat? Pada anak sendiri saja cemburu, apalagi orang lain. Sungguh ingin membuat Eidra guling-guling kepala saja.


Eleano putra pertama Edgar dan Eidra. Sifatnya menuruni Edgar. Cemburuan. Posessif dan dingin. Tapi paling perhatian dan peka terhadap sekitarnya.


Elnaro putra kedua Edgar dan Eidra. Sifatnya kombinasi. Dia pencemburu. Tapi humble dan humoris. Penurut dan apa saja yang diperintahkan Eidra selalu dikerjakan dengan baik.


Elsyia, putri ketiga Edgar dan Eidra. 100% Sifat Eidra melekat pada putrinya itu. Cerewet. Berisik. Berbicara tanpa jeda. Pokoknya semua sifat Eidra menurun pada putrinya itu.


Kehidupan mereka harmonis dan bahagia. Ketiga anak Edgar dan Eidra, adalah anak-anak yang cerdas yang penurut. Edgar dan Eidra juga kompak mengurus ketiga anaknya tanpa bantuan babysister atau para pelayan.


T A M A T


Cinta adalah ketika kau menemukan orang yang tepat. Menjadikan dia satu-satunya yang kau miliki. Menyakinkan nya bahwa cinta sejati selalu berpulang pada rumahnya_EDGAR BUANA_


Cinta adalah ketika kau bisa menerima kekurangan dan kelebihan nya. Menjadikan kelebihan dan kekurangan itu sebagai kekuatan untuk mempererat hubungan_EIDRA DICAPRIO_

__ADS_1


❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️


__ADS_2