Istri Kecil CEO Lumpuh

Istri Kecil CEO Lumpuh
Ekstra Part 6


__ADS_3

Happy Reading 🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹


Malam telah tiba. Malam yang telah lama dinantikan oleh Edgar dan Eidra, sedang mereka nikmati.


Tampak ketiga saudara kembar itu sibuk dengan segala persiapan memperingati ulang tahun kedua orangtuanya. Jauh-jauh hari mereka sudah menyiapkan segala sesuatunya.


Dekorasi. Makanan. Serta souvernir yang nanti akan diberikan kepada para tamu undangan. Namun sayang, Edgar melarang ketiga anaknya untuk mengundang orang luar kecuali keluarga. Edgar tidak mau kecolongan lagi. Siapa tahu diluar sana banyak munsuh yang sedang mengintai. Edgar tidak kejadian yang sudah-sudah terjadi lagi.


Tampak keluarga besar berdatangan. Sayang sekali, karena Buana dan Elizabeth sudah menghadap sang Pencipta. Jika saja kedua orang itu masih ada. Pasti keduanya akan begitu bahagia melihat kebahagiaan anak dan cucu mereka.


Tampak Keizo dan Pristy disana. Keduanya sudah sangat berusia. Bahkan sudah memakai tongkat. Meski begitu aura ketampanan dan kecantikan tak berkurang sama sekali.


Ada Margaretha yang datang bersama kedua putranya, Orlando dan Oscar. Ada Lisna dan juga Silva serta anak-anak mereka.


Erwin dan Raina serta kedua anaknya. Julio dan anak-anak nya juga ada disana.


Tak ketinggalan Leonardo dan Eve juga hadir disana. Hanya saja kurang Adelle, wanita itu akan menyusul karena sedang melakukan pemotretan bersama Shella.


Ada Bima dan Susi juga disana bersama anak tunggal mereka. Karena saat melahirkan Susi menjalani operasi sesar dimana rahimnya sedikit bermasalah dan dibalik. Itulah sebabnya dia hanya memiliki satu anak saja.


Ketiga saudara kembar itu memakai baju yang sama. Elsyia sengaja membuat baju untuk kedua Kakaknya.


Sementara Eidra mengenakan gaun yang dirancang putrinya. Gaun indah yang sengaja dilukis untuk Eidra. Elsyia memang berbakat jika masalah mendesain tak heran jika dia menjadi salah satu desainer berbakat di negara ini.


Edgar juga tampak gagah dengan jas mahal yang melekat ditubuhnya. Meski usia sudah tak muda lagi tapi aura ketampanan mantan CEO ternama itu tetap mempesona. Wajahnya tegas. Rahangnya kuat. Meski rambut putih sudah mulai tumbuh dikepalanya.


"Sayang".


Edgar merengkuh pinggang istrinya mereka sedang berada didalam kamar untuk siap-siap.


"Iya Bby". Eidra menatap suaminya penuh cinta.


"Selamat ulang tahun pernikahan yang ke 23 sayang. Semoga kita selalu bersama selamanya. Terima kasih sudah menjadi istri terbaik buat aku. Terima kasih juga selalu mencintaiku. Meski aku sudah tua dan kau masih muda. Tapi kau tidak sama sekali membandingkan aku dengan pria muda lainnya". Ucap Edgar menatap Eidra


Eidra terkekeh mendengar suaminya menyebut dirinya tua.


"Iya Bby. Terima kasih juga yaaa sudah hadir dihidupku. Aku juga mencintaimu".


Edgar mengecup bibir istrinya sekilas. Bibir Eidra selalu menjadi candu Edgar. Lagi dan lagi gairah nya selalu membuncah saat menyentuh istri kecilnya itu.


"Ya sudah ayo. Anak-anak sudah menunggu".


Eidra mengalungkan tangannya dilengan kekar Edgar. Kedua nya keluar dari kamar.

__ADS_1


Keduanya terlihat serasi. Gaun yang dipakai Eidra membungkus tubuhnya dengan sempurna. Dia masih begitu cantik diusia yang ke 43 tahun. Kecantikan nya tak berkurang dengan usia yang bertambah.


.


.


.


.


"Ahhh aku bisa ketinggalan. Ayo Shella".


Adelle mengerutu. Akibat fotografer nya yang ketinggalan membuatnya juga harus ditinggalkan duluan oleh kedua orangtuanya.


Dari tadi gadis itu terus mengerutu. Dia sama sekali tak menjaga image nya sebagai seorang model ternama. Terkesan blak-blakkan.


"Kak bisa tidak kau berhenti marah dulu. Telinga ku sakit mendengar omelanmu itu?". Gerutu Shella yang duduk disamping kemudi.


"Ck kau ini. Bagaimana tidak Kakak marah. Fotografer menyebalkan itu sengaja mengulur waktu. Jika saja belum tanda tangan kontrak, sudah pasti Kakak lempar kamera nya itu". Ucap Adelle emosi. Bahkan dia berbicara dengan menggebu-gebu.


Shella hanya mencebik kesal. Dia juga kesal sebenarnya. Tapi tidak juga harus terus mengomel kan? Percuma juga mengomel sampai berbuih-buih, sampai air liur muncrat keluar karena yang dimarahin juga tidak ada disini, gerutu Shella.


"Kakak mau singgah sebentar beli minum. Gantian nyetir". Adelle keluar dari mobil. Dia memarkir mobilnya disebuah minimarket.


Shella heran, kenapa Adelle tidak pakai supir pribadi saja. Atau mengajak managernya untuk menjadi supir. Malah lebih suka menyetir sendiri. Kalau capek kan ngomel-ngomel juga ujung-ujungnya, gerutu Shella


Adelle masuk. Kebanyakan mengomel membuat tenggorokan nya kering. Dia butuh yang dingin-dingin untuk meredakan emosinya. Jangan sampai dia mengomel ketika sudah sampai di villa Edgar. Bisa-bisa rencananya gagal memeluk Eidra. Karena Edgar pasti menjaga istrinya itu seperti sebuah telur yang digenggam dengan erat.


Brakkkkkkkkkkkkkkkkkkkk


"Awwwwwwww".


"Maaf Nona saya tidak sengaja". Pria itu mengambil kantong belanjaan Adelle.


"Ihhh kalau jalan itu pakai ma.......". Adelle sejenak terdiam memperhatikan pria gondrong yang menyedorkan kantong plastik nya "Uncle Brayn bukan?". Adelle menujuk wajah pria itu.


Kening sang pria berkerut. Kenapa gadis ini bisa mengenalnya? Setahunya dia tidak kenal gadis semuda ini.


"Apa kita saling kenal?". Tanyanya balik.


"Astaga Uncle. Ini aku Adelle, anaknya Ayah Leon". Seru Adelle


Brayn terkejut "Adelle". Benarkah ini Adelle? Adelle yang gadis kecil itu? Adelle putri dari wanita yang begitu Brayn cintai?

__ADS_1


"Iya Uncle aku Adelle". Sahut Adelle


"Iya Adelle ini Uncle". Sahut Brayn tersenyum hangat. Gadis ini benar-benar cantik. Sama seperti Ibunya


"Uncle apa kabar? Kapan Uncle keluar dari penjara? Kenapa rambut Uncle panjang sekali?". Cecar Adelle


Brayn terkekeh "Kemarin. Uncle sehat. Kau apa kabar? Bagaimana dengan Tuan Leon?". Tanya Brayn balik. Matanya menatap Adelle dengan dalam.


"Ayahku sehat Uncle". Sahut Adelle "Ohh ya Uncle, bagaimana jika Uncle, ikut Adelle ke Villa nya Uncle Ed. Malam ini Anniversary pernikahan mereka?". Tawar Adelle.


Brayn terdiam sejenak. Dia belum siap bertemu dengan orang-orang dimasa lalunya. Dia masih merasa bersalah. Rasanya Brayn tidak pantas berada disana.


"Tapi........".


"Ayolah Uncle. Sekalian bertemu Ayahku. Ayah pasti juga merindukan mu". Rayu Adelle tanpa dia sadari dia memeluk lengan Brayn. Hingga membuat pria itu terkejut.


"Ayo Uncle please. Ya ya ya". Tak lupa Adelle menampilkan wajah imutnya.


Brayn menghela nafas. Dia hanya takut jika nanti diusir dari sana. Apalagi dia adalah mantan dari Ibunya Adelle.


"Baiklah". Sahut Brayn tersenyum.


"Yeiiiii". Adelle berjingkrak senang.


Setelah selesai membayar belanjaan nya. Adelle mengajak Brayn masuk kedalam mobil nya.


Brayn masih sangat tampan diusia nya yang ke 52 tahun. Rambut panjang yang diikat mengulung itu menampilkan otot-otot tubuhnya. Siapapun wanita pasti akan terpesona, meski pun dia terbilang pria yang sudah tua.


"Dia siapa Kak?". Kening Shella berkerut heran saat Brayn ikut masuk kedalam mobil.


"Uncle Brayn. Mantan asisten Ayah. Dia akan ikut kita". Sahut Adelle sambil memang sealbeat nya.


"Brayn". Brayn mengulurkan tangan pada Shella


"Shella Uncle". Sambut Shella.


**Bersambung.....


Takdir cinta Ed & Ei


Bagaimana reaksi Leon saat bertemu Brayn???


Yuk ikutin terus**.

__ADS_1


__ADS_2