Istri Kecil CEO Lumpuh

Istri Kecil CEO Lumpuh
Impian Adelle


__ADS_3

Happy Reading 🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹


Adelle menatap Eve yang dengan telaten dan sabar memasangkan seragam sekolahnya. Gadis yang masih duduk dibangku Taman Kanak-kanak itu tersenyum simpul.


"Kenapa Kak Eve tidak jadi Mommy Adelle saja?".


Eve terkejut mendengar pertanyaan anak dari majikannya itu.


"Kenapa Nona berbicara seperti itu?". Eve menggeleng sambil terkekeh dia memperbaiki seragam Adelle


"Adelle ingin punya olang tua lengkap sepelti teman-teman Adelle Kak". Ucap gadis itu sendu "Adelle ingin bahagia sepelti yang lainnya. Bisa diantelin ke sekolah sama Ayah dan Ibu. Dijemput Ayah dan Ibu. Bisa makan malam sama Ayah dan Ibu. Adelle ingin".


Eve terkesiap mendengar ucapan Adelle. Eve selama ini tak pernah memperhatikan perasaan anak majikannya itu. Dia sebatas mengurus.


"Nona Kecil".


"Adelle ingin punya Ibu, sepelti Baby Bala, dan Tlipel El". Adelle terisak.


"Nona".


Eve merengkuh tubuh munggil Adelle kedalam pelukkannya. Adelle benar-benar mengungkapkan perasaan nya sebagai seorang anak yang merindukan sentuhan tangan seorang Ibu.


Setelah melahirkan Adelle, Anggela mengugat cerai Leonardo. Sehingga Adelle tidak sempat melihat wajah Ibunya sendiri.


"Cup cup Nona jangan menangis yaaaaaa". Eve menenangkan Adelle.


"Hiks hiks. Adelle lindu Ibu. Adelle ingin punya Ibu, hiks hiks". Gadis itu menangis segugukan dipelukkan Eve.


"Sttttttttttt. Adelle jangan menangis. Kan ada Aunty Ei, Aunty Nana dan Kak Eve yang bisa jadi Ibu nya Adelle". Eve melepaskan pelukan Adelle lalu menyeka air mata gadis kecil itu.


"Tapi Adelle mau Kak Eve jadi Ibu nya Adelle". Ucap gadis itu segugukan.


Adelle terkesiap. Apa maksudnya menjadi Ibu Adelle?


"Adelle".


Leonardo masuk kedalam kamar putrinya. Dia sudah lama menunggu diluar tapi Adelle dan Eve belum juga keluar-keluar, seperti biasa dia akan mengantar putrinya itu ke sekolah sambil berangkat ke kantor.


"Kenapa menangis Nak?". Leonardo berjongkok menyamakan tingginya dengan Adelle "Bilang sama Ayah siapa yang buat Adelle menangis?". Cecar Leonardo menyeka air mata putrinya.


Gadis itu menggeleng "Adelle ingin Kak Eve menjadi Ibu Adelle hiks". Isak Adelle.


Leonardo langsung terkesiap mendengar perkataan putrinya. Menjadi Ibu Adelle? Apa maksudnya? Sama seperti Eve, Leonardo juga bingung.


"Maksudnya apa Nak?". Tanya Leonardo menatap putrinya.


"Adelle mau Kak Eve jadi Ibu Adelle". Ucap Adelle sekali lagi.


Leonardo menatap Eve yang menunduk. Dia bingung. Maksud Adelle ini apa?


"Tidak perlu ditanggapi ucapan Nona Kecil Tuan". Ucap Eve "Ayo Nona, kita berangkat sudah mau siang nanti terlambat". Ucap Eve

__ADS_1


Leonardo mengandeng tangan putrinya. Sedangkan Eve membawa tas Adelle. Dia menjadi salah tingkah saat Adelle memintanya menjadi Ibu sambung. Eve sadar jika dia dan Leonardo berbeda. Eve hanya anak pembantu dan bekerja sebagai pengasuh. Mana pantas bersanding dengan Leonardo yang seorang CEO perusahaan ternama. Upik Kayu bersanding dengan Pangeran Api, tentu tidak akan cocok. Pikir Eve.


"Adelle sudah mau berangkat?". Sapa Eidra


"Iya Aunty Ei". Sahut Adelle tersenyum.


Wajah Edgar langsung ditekuk kesal. Pokoknya Edgar selalu cemburu jika Eidra dekat-dekat Adelle.


"Ya sudah kita sarapan dulu yuk".


Mereka semua sarapan. Ocehan Eidra dan Adelle memenuhi meja makan.


Erwin sampai geleng-geleng kepala salut. Erwin tak bisa bayangkan jika punya istri seperti Eidra, pasti kepalanya akan pusing mendengar ocehan wanita ajak tiga itu. Selalu saja dia menemukan kosa kata yang entah dari mana asalnya.


.


.


.


.


Leonardo mengantar Adelle dan Eve ke sekolah. Seperti biasa, Eve akan menjadi pengawal setia Adelle dan selalu menemani Nona Kecilnya itu.


"Kak Eve, apakah Kak Eve siap menjadi Ibu Adelle?". Adelle masih saja membahas tentang Ibu.


Leonardo yang sedang menyetir terkesiap mendengar ucapan putrinya.


"Adelle mohon Kak. Adelle ingin punya Ibu". Adelle menggenggam tangan Adelle. Mereka berdua duduk dibangku penumpang. Sedangkan Leonardo menyetir.


"Adelle maksudmu apa?". Tanya Leonardo sambil menyetir.


"Ayah, Adelle mau Kak Eve jadi Ibu Adelle". Ucap gadis itu setengah memaksa.


"Menikahnya dengan Kak Eve, Ayah".


Leonardo dan Eve terkejut. Kedua orang itu saling melihat bingung. Dari mana Adelle tahu masalah pernikahan. Gadis itu masih terlalu kecil untuk paham masalah menikah.


"Adelle".


"Adelle mohon. Impian Adelle, ingin punya keluarga yang utuh. Sepelti teman-teman Adelle". Renggek gadis itu bergelut manja dilengan Eve.


Leonardo menghela nafas panjang. Adelle adalah gadis keras kepala yang semua keinginannya harus diikuti. Jika tidak, dia bisa merenggek-renggek setiap hari.


"Kenapa harus menikah Nak? Kan Kak Eve juga sudah setiap hari menjaga Adelle. Jadi sudah seperti Ibu sendiri". Ucap Leonardo.


"Adelle tidak mau tahu, Ayah harus menikah dengan Kak Eve. Biar Kak Eve jadi Ibu sungguhan Adelle". Ucap Adelle merajuk.


"Nona.......".


"Kak Eve mau ya menikah dengan Ayah? Please, Adelle mohon". Gadis itu sampai menangkupkan tangannya didada.

__ADS_1


"Tuan".


Leonardo memberi kode agar Eve mengangguk saja. Dari pada Adelle merenggek terus. Bisa repot dia. Bisa tidak ke kantor karena sibuk mengurus anaknya itu.


"Baiklah Nona Kecil". Sahut Eve memaksa senyum diwajah cantiknya.


"Ye ye ye ye ye Kak Eve jadi Ibu Adelle". Gadis itu berjingkrak girang "Terima kasih Kak Eve". Dia memeluk Eve dengan senang.


Eve membalas pelukkan Adelle. Dia mengusap kepala anak majikkanya itu. Meski ucapannya iya itu berbohong tapi setidaknya Adelle tidak akan merenggek.


Sampai disekolah Adelle, Leonardo menghentikan mobilnya.


"Kak Eve, ikut Ayah saja. Bial Adelle sekolah sendili. Nanti jangan lupa jemput Adelle".


Adelle mencium pipi Eve dan Leonardo secara bergantian.


"Adelle".


"Nona".


Namun gadis itu sudah keluar dari mobil dengan wajah senang dan gembira nya. Dia senang akan memiliki Ibu. Jadi dia bisa pamer pada teman-teman nya bahwa dia juga punya Ibu.


"Duduklah didepan". Tintah Leonardo.


"Baik Tuan". Eve pindah ke depan.


Leonardo menjalankan mobilnya meninggalkan sekolah Adelle.


Seketika suasana jadi canggung. Keduanya tampak diam.


"Eve".


"Tuan".


"Kau duluan saja". Ucap Leonardo


"Mohon jangan di tanggapi ucapan Nona Kecil Tuan. Dia hanya anak-anak". Ucap Eve tak enak hati. Eve takut dituduh meracuni pikiran Adelle.


"Kenapa?". Kening Leonardo berkerut "Kau tidak mau menikah denganku?". Leonardo memincingkan matanya "Apa kau sudah punya kekasih?". Tanya Leonardo bertubi-tubi.


"Bu-bukan maksud saya begitu Tuan". Eve langsung gugup ketika melihat wajah marah Leonardo "Maksud saya, ucapan Adelle itu hanya asal-asalan saja". Imbuh Eve.


"Apa salahnya kita mengikuti ucapan Adelle". Ucap Leonardo santai.


Eve terkejut mendengar ucapan Leonardo. Dia tidak mengerti apa yang diucapkan pria itu.


Eve tak menjawab seketika badannya panas dingin karena menahan gugup. Ahhh kenapa Adelle memaksanya menjadi Ibu sambung?


**Bersambung....


Ed & Ei**

__ADS_1


__ADS_2