
Happy Reading 🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹
"Pagi Ayah. Pagi Ibu. Pagi Adik kesayangannya Kakak".
Sapa Adelle baru keluar dari kamarnya. Tak lupa gaun mahal dan mewah itu melekat ditubuh rampingnya. Sebagai seorang model tentu Adelle harus menjaga penampilan dan fostur tubuhnya agar tetap ideal.
Adelle mencium pipi adiknya dengan gemes.
"Ishhhh Kak Adelle jangan cium-cium. Aku bukan anak kecil". Protes Alfredo mengusap pipinya dengan kesal.
"Hehhee".
Adelle mengacak rambut adik laki-laki nya itu dia memang sangat menyayangi adiknya walaupun beda itu.
Leonardo dan Eve hanya tersenyum gemes melihat pertengkaran kedua anaknya.
"Kau ikut ke Anniversary Uncle Ed dan Aunty Ei?". Tanya Leonardo pada putri nya
"Tentu saja Ayah. Aku sudah membatalkan semua syuting demi bisa hadir". Jawab Adelle sambil mengunyah rotinya.
"Ya sudah berangkat sama-sama saja". Sambung Eve sambil menuangkan susu dalam gelas untuk putri
"Terima kasih Bu".
Eve mengangguk dengan senyum. Menjadi Ibu sambung Adelle adalah sesuatu yang menyenangkan untuk Eve. Adelle sangat menyanyangi Eve dan begitu juga sebaliknya. Tidak membedakan antara anak kandung dan Ibu kandung.
"Bagaimana kuliahmu Fred?". Tanya Adelle melirik adiknya.
"Baik". Jawab Alfredo ketus. Dia masih tidak terima Adelle mencium nya.
"Sudah makan dulu nanti bicranya".
__ADS_1
Mereka lanjut sarapan pagi. Kelihatan sangat harmonis dan saling menghormati satu sama lain. Adelle dan Alfredo memang sering berdebat iseng-isengan. Adelle yang suka mencium adiknya, membuat pria berusia 19 tahun itu merenggut kesal. Dia bukan anak kecil lagi. Dia seorang pria yang sudah besar dan duduk dibangku kuliah.
Setelah makan, Adelle berpamitan untuk pemotretan dan malam nanti dia akan ke villa Edgar dan Eidra untuk hadir dalam acara merayakan hari ulang tahun pernikahan Edgar dan Eidra.
Alfredo juga berpamitan untuk berangkat ke kampus. Selain mahasiswa bisnis, Alfredo juga menjadi pemimpin perusahaan Dicaprio Group. Perusahaan milik Leonardo. Kini perusahaan itu berkembang begitu pesat. Meski terbilang muda tapi jiwa kepimpinan Alfredo sudah terlihat. Dia memang anak bungsu tapi tidak manja.
Sementara Leonardo dan Eve menghabiskan masa tua mereka dirumah berdua. Setelah kepergian Elizabeth yang cukup menguras emosi. Keduanya berusaha ikhlas, tohh semua orang juga akan kembali kepadaNya nanti. Hanya beda waktu dan tempat saja.
"Teh nya sayang". Adelle meletakkan secangkir teh manis didepan suaminya.
"Terima kasih sayang". Senyum Leonardo mengambil cangkir istrinya dan meminumnya.
Karena termakan usia dan pandangan mulai kabur, Leonardo sudah mengenakan kacamata minus begitu juga dengan Adelle. Mereka hanya beda dua tahun saja. Jadi terlihat menua bersama.
"Aku sudah siapkan hadiah untuk Edgar dan Eidra". Senyum Eve menunjukkan paper bag berukuran besar itu
"Iya sayang terima kasih. Tapi Edgar dan Eidra itu tidak butuh apa-apa yang mereka butuhkan hanya kasih sayang dari orang-orang terdekat saja. Mereka sudah punya segalanya". Ucap Leonardo dia menarik istrinya dan menyandarkan kepala wanita itu didada bidang miliknya.
"Iya sayang aku tahu. Tapi ini sebagai apresiasi bahwa aku menyanyangi mereka". Sahut Eve sambil mengelus dada bidang suaminya.
Leonardo tersimpul. Dia mengusap kepala wanita itu. Dulu Leonardo hampir tidak percaya dengan adanya cinta. Setelah penghianatan Anggela membuat nya trauma untuk menjalin hubungan. Tapi setelah bertemu Eve, Leonardo mengubah pemikiran nya tersebut. Eve yang mengajarkannya untuk kembali jatuh cinta, karena mereka pernah sama-sama kehilangan. Benar kata pepatah mengatakan bahwa mereka yang pernah kehilangan jauh lebih menghargai kebersamaan dan berharap kehilangan itu takkan terulang kembali.
Seorang pria paruh baya tengah keluar dari kantor polisi. Penampilan nya seperti bandit. Rambut panjang, brewok menghiasai dagunya. Kulitnya tampak keras meski masih terlihat putih. Dia menenteng tas yang diyakini berisi pakaian-pakaian yang dia pakai selama mendekam dijeruji besi.
Dia mengirup udara segar sebanyak-banyaknya. Setelah melewati masa hampir 22 tahun. Hari ini dia dibebaskan sesuai dengan hukuman yang dijatuhkan kepadanya.
Senyumnya mengembang. Puluhan tahun terkurung didalam rutan, menjadikan dia sosok pria yang lahir baru. Setelah uring-uringan karena kehilangan. Setelah hidup tanpa arah dan tujuan, akhirnya hari ini dia bisa mengukir kisah baru.
Dia tidak lagi larut dalam kesedihan dan kehilangan. Yang terapal dalam dadanya adalah bagaimana caranya hidup menjadi orang baik. Kesalahan dan kehilangan yang dia alami beberapa puluh tahun yang lalu membuatnya sadar bahwa sesuatu yang dimulai dengan cara yang salah akan berakhir juga dengan cara yang menyakitkan.
Pria itu berjalan keluar dengan pelan. Sudah lama tidak menghirup udara segar seperti ini. Rasanya begitu lega. Nyaman dan tenang.
__ADS_1
Dia berjalan kearah pemakaman umum. Dia terus berjalan hingga sampai disebuah pemakaman yang sudah usang. Terbukti dari rumput-rumput yang tumbuh diatas nya.
Pria itu berjongkok. Senyumnya mengembang, tangannya terulur mengusap pusara.
"Anggela". Gumamnya.
Hatinya sedikit teriris karena selama pemakaman ini berusia puluhan tahun, tidak ada satu orang pun yang mengunjungi atau sekedar menaburkan bunga diatasnya.
"Apa kabarmu disana Anggela?". Dia masih terus mengusap pusara itu "Aku rindu". Tanpa permisi, air matanya meleleh begitu saja "Aku berjanji akan menjaga putrimu. Aku berjanji Anggela". Ujarnya lagi.
Dia berdiri dan menarik dalam dalam. Lalu kembali berbalik.
Sampai di apartement nya yang dulu. Dia langsung merebahkan badannya. Apartement ini tak berubah. Untuk saja dia masih ingat kata sandinya.
Apartement yang dulu menjadi saksi kisah perjalanan cinta nya masih terlihat begitu mewah. Tak ada yang berubah. Tidak ada juga orang yang masuk kesini. Semua tatanan barang masih sama. Tempatnya duduk untuk menangis juga masih sama. Meski semua barang-barang itu ditempeli oleh debu-debu yang melekat. Meja-meja terlihat memutih karena tempelan debu tersebut.
Segera pria itu bangkit dan membereskan apartementnya. Rambut panjang nya diangkat. Jacketnya dia lepas begitu saja. Hingga menampikan otot-otot perutnya
Selama dipenjara dia dilatih banyak hal. Hingga dia tidak canggung lagi mengerjakan apapun.
Setelah kurang lebih dua jam. Apartement itu kembali bersih seperti dulu.
Keringat membasahi keningnya dan mengucur sampai kebawah.
Segera pria itu mandi. Dia membersihkan diri cukup lama dikamar mandi. Rambutnya yang panjang dan tebal itu sedikit membuat nya lama untuk mandi.
Dia mencukur brewok diwajahnya. Hingga wajahnya kembali tampan. Tapi rambutnya tetap dibiarkan panjang. Rasanya dia lebih percaya diri dengan rambut panjang seperti itu. Anggap saja penampilan baru
**Bersambung.......
Takdir cinta Ed & Ei
__ADS_1
Jika ada typo boleh dikoreksi ya guyss...
LoveUsomuch ❤️**