Istri Kecil CEO Lumpuh

Istri Kecil CEO Lumpuh
Lama Tak Bersua


__ADS_3

Happy Reading 🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹


"Eliza".


"Buana".


Buana dan Elizabeth saling melihat satu sama lain. Lama sekali, mereka tidak bersua. Puluhan tahun. Sangat lama. Sejak saat itu keduanya tak pernah lagi bertemu. Hanya Leonardo yang selalu setia menemui Buana.


"Apa kabarmu Eliza, bagaimana kau ada disini?". Cecar Buana.


"Kabarku baik Buana. Eidra putriku, dia menikah dengan Edgar putranya Keizo".


Buana terkesiap. Benarkah? Jadi Eidra adalah putri Elizabeth. Astaga, kenapa dunia ini benar-benar sempit.


"Edgar putraku. Dialah Ezra yang kucari selama ini". Ucap Buana.


"Apa?". Leonardo, Erwin dan Pristy terkejut bukan main.


"Benarkah Paman, bahwa Ezra adalah Edgar?". Ulang Leonardo.


"Iya Leon". Sahut Buana tersenyum halus "Eliza aku masih tidak mengerti bagaimana bisa menantuku adalah putrimu?". Ucap Buana belum sadar dari keterkejutan nya.


"Yahh begitulah Buana. Eidra memang putriku. Aku sudah membuktikannya". Elizabeth tersenyum halus.


"Bagaimana kau bisa tahu jika Ayah kandung Edgar, Buana?". Tanya Pristy. Dia mengenal Buana dari cerita Keizo.


"Iya Pristy. Kami terpisah sejak penyerangan tiga puluh tahun lalu". Jawab Buana.


Pristy tak habis pikir. Bagaimana bisa takdir begitu dekat pada mereka. Edgar adalah putra dari Buana sahabat Keizo. Eidra ada putra Elizabeth.


Buana masih menatap Elizabeth dengan senyuman. Dulu mereka berteman saat remaja berbagi kisah saat di Inggris.


"Kita tiup lilin dulu ya. Mereka sudah mendemo tidak sabar ingin melihat Grandfa nya tiup lilin". Ujar Eidra mengelus perutnya. Membuat mereka terkekeh.


"Ayo".


Semua orang sudah menanti acara peniupan lilin. Sebuah cake sangat besar yang sengaja dipesan Pristy untuk suaminya.


Pristy dan Keizo sangat bahagia. Meski awalnya mereka adalah orangtua yang jahat. Tapi mereka menyadari bahwa yang mereka lakukan adalah hal yang salah. Tak bisa dipungkiri kadang harta bisa membuat orang buta. Harta bisa membuat orang melakukan hal-hal gila.


"Selamat ulang tahun kami ucapkan. Selamat panjang panjang umur kita kan doakan. Semoga sejahtera sehat sentosa. Semoga panjang umur dan bahagia".


"Tiup lilinnya. Tiup lilinnya. Tiup lilinnya. Sekarang juga. Sekarang juga. Sekarang juga".

__ADS_1


Eidra dan Adelle yang paling heboh diantara mereka. Bahkan kedua wanita berbeda generasi itu terlihat antusias dengan tepukkan tangan sambil bernyanyi tak tentu arah dengan suara lengkingan membuat yang lainnya terkekeh gemes melihat tingkah dua wanita itu.


"Satu...... Dua....... Tiga....".


Hussssshhhhhhhhhhhhh


"Yeiiiiiiiiiiiii". Seru Eidra dan Adelle.


"Ayo potong kue nya Daddy Mertua". Eidra menyerahkan piring kecil dan pisau pada Keizo.


"Terima kasih Nak". Senyum Keizo.


Acara berlangsung meriah. Orang-orang terlihat bahagia. Para tamu undangan juga tersenyum hangat melihat keharmonisan keluarga Bagara. Apalagi kehadiran Eidra dan Adelle yang membuat acara heboh semakin membuat gemes dengan ucapan dan tingkah mereka.


Keizo berkaca-kaca. Tak mengira jika hidup nya bisa sebahagia ini ketika dia membuang egonya dan menyadari semua kesalahannya. Begitu juga dengan Pristy wanita paruh baya itu tak henti-hentinya mengucap syukur atas nikmat yang Tuhan berikan padanya. Kedua putranya, kedua menantunya dan cucunya adalah titipan Tuhan yang paling indah. Meski pernah melakukan kesalahan dimasa lalu, tapi dia bisa memperbaiki diri dan berdamai dengan hatinya.


Buana juga tersimpul. Dia masih belum percaya. Lebih tepatny tidak percaya. Namun lihatlah yang terjadi. Setelah penantian puluhan tahun. Setelah air mata yang menemani masa-masa sendirinya kini dia bisa kembali bertemu putranya bahkan sahabat-sahabat lamanya.


Elizabeth juga bahagia. Hidup yang dulu begitu menyiksa kini berubah menjadi kebahagiaan yang tak bisa diukur. Elizabeth tak sabar menanti kedatangan ketiga cucu kembarnya. Kembali Eidra dikehidupan nya seperti membangkitkan rasa yang sudah lama mati.


.


.


.


.


Dia tersenyum smirk sambil mengantung kacamata itu dibajunya.


"Aku datang".


Dia masuk dengan langkah arrogant dan sombong, seakan dia adalah wanita paling cantik didunia. Dia tidak peduli dengan larangan Brayn, bahkan dia sengaja memberi pria itu obat tidur agar tidak mengacaukan rencana nya.


Para tamu undangan berbisik-bisik tentu saja mereka tahu siapa wanita itu. Wanita yang sepuluh tahun lalu sempat menjadi model top internasional dan artis papan atas bahkan pernah mendapat beberapa penghargaan diberbagai ajang modeling.


"Hai Edgar".


Mereka yang tengah asyik berbincang-bincang sambil tertawa dengan ucapan Eidra melihat kearah wanita itu.


"Anggela".


Edgar dan Leonardo membalalakkan matanya. Bagaimana wanita iblis itu ada disini?

__ADS_1


"Anggela?". Gumam Elizabeth yang baru melihat mantan menantunya itu.


Begitu juga Erwin dan Julio yang terkejut melihat kedatangan Anggela.


"Hai semua. Apa kabar?". Anggela menyapa dengan senyuman manisnya seolah-olah kedatangan nya telah ditunggu oleh mereka.


Adelle menatap Anggela dengan intens. Kenapa melihat Anggela seperti melihat gambar dirinya? Saat Adelle lahir dan berusia tiga bulan, Anggela mengugat cerai Leonardo sehingga Adelle tidak tahu bagaimana wajah Ibunya.


"Apa yang kau lakukan disini?". Tanya Leonardo dingin. Dia berjuang keras melupakan Anggela. Jujur saja dulu Leonardo begitu terobsesi dengan Anggela.


Sedangkan Edgar melingkarkan tangannya dipingang Eidra. Dia takut jika Anggela mencelakai istrinya itu.


Anggela cuek-cuek saja. Dia malah tersenyum kearah Edgar dengan licik. Lalu Anggela melihat Keizo yang berwajah datar.


"Selamat ulang tahun Ayah Mertua". Anggela mengulurkan tangannya. Namun Keizo sama sekali tak menjawab.


Seketika suasana menjadi hening. Orang-orang terdiam. Apalagi kedatangan Anggela seperti menguak masa lalu yang menyakitkan.


"Bibi, kenapa wajahmu mirip denganku?". Tanya Adelle digendongan Leonardo.


Anggela menatap Adelle. Kenapa dia bisa melihat wajah kecilnya diwajah Adelle?


Anggela malah tak menjawab. Dia menatap Edgar dengan damba. Edgar semakin tampan dan pesona nya tak terkalahkan. Apalagi sekarang sudah bisa berjalan, semakin membuatnya ingin kembali pada edgar.v


"Sayang, apa kau tidak rindu aku?". Ucap Anggela dengan nada manjanya. Edgar tak bergeming dia menampilkan wajah datarnya.


Eidra rasanya ingin tertawa, tapi takut dosa. Apalagi suasana tiba-tiba hening.


"Hai Kakak Pelakor apa kabar?". Sapa Eidra tertersenyum simpul "Sudah lama kita tidak bertemu? Apa kau tidak ingin menyapaku Kakak Pelakor?". Senyum Eidra mengejek.


Tangan Anggela terkepal kuat. Hatinya panas dipanggil pelakor. Dia tidak terima. Padahal dia memang Pelakor.


"Berhenti memanggilku Pelakor. Kaulah yang pelakor". Hardik Anggela.


"Jangan meneriaki istriku Anggela". Bentak Edgar dengan nafas memburu.


"Bby". Eidra mengelus dada suaminya supaya suaminya itu tidak tersurut emosi.


Bersambung....


Ed & Ei


Ehem seperti nya Buana dan Elizabeth memiliki hubungan tak biasa....

__ADS_1


Penasaran...


Ikutin terus yukkkkkkk....


__ADS_2