Istri Kecil CEO Lumpuh

Istri Kecil CEO Lumpuh
Eksekusi


__ADS_3

**Happy Reading 🌹🌹 🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹


WARNING ⚒️⚒️⚒️⚒️⚒️⚒️


Adengan seram, sadis. Buat yang gak suka skip aja ya guys**........


Buana duduk dikursi dengan kaki saling menumpu. Disela jarinya terselip rokok yang dia sesap dari tadi. Asap rokok itu dia hembuskan keatas hingga membentuk gumpalan.


Keizo dan Dedi hanya melihat saja apa yang akan dilakukan Buana pada Robby dan Astrid, salah sendiri membangunkan harimau yang sedang tidur.


Robby dan Astrid diponis hukuman mati. Dengan tuduhan pembunuhan berencana terhadap Eidra. Mereka berdua juga terlibat dalam kasus kecelakaan dan penculikan Eidra yang dimana mereka juga terlibat didalamnya.


Buana meminta kepada pihak kepolisian biar dia saja yang mengeksekusi kedua manusia itu. Meski sempat ditolak, tapi Buana berhasil membujuk kepolisian tentu saja dengan bantuan Oscar.


Buana menatap tajam Robby dan Astrid yang terlihat sekarat akibat pukulan anak buahnya. Jiwa Mafia pria itu kembali lagi meronta-ronta. Dia tidak akan membiarkan siapapun hidup dengan tenang karena sudah mengusik keluarga.


Wajah Robby dan Astrid lebam dan biru-biru. Bahkan diwajah Robby terdapat beberapa sayatan yang diyakini bekas belati anak buah Buana.


"Lepaskan aku brengsekkkk". Sentak Robby berusaha memberontak. Tangannya diikat begitu kuat.


Sedangkan Astrid sudah tak mampu melawan. Seluruh tubuhnya serasa remuk redam.


Buana hanya tertawa sinis "Apa katamu melepaskan mu?". Ejek Buana "Kau tahu kan Robby sedang berhadapan dengan siapa?". Buana meraih tongkat nya dan bangun dari duduknya "Kau sudah menyakiti menantu kesayangan ku. Ehem, aku memberimu pilihan ingin mati dengan cara apa?". Ejek Buana menatap Robby.


"Lepaskan aku Buana. Aku berhak balas dendam karena Eidra yang menyebabkan Anggela meninggal". Sentak Robby


Buana malah tertawa keras. Sambil menggeleng. Dia yang salah. Dia yang menyalahkan orang lain. Sungguh manusia tidak tahu diri, pikir Buana.


"Kurasa kau bukan orang bodoh Robby". Ucap Buana "Jangan berpura-pura seakan tidak tahu masalah kecelakaan itu. Kau terlibat dalam penculikan Eidra. Maksud mu ingin membunuh Eidra tapi malah Anggela yang mati". Buana menggeleng "Kau tahu Robby? Itulah hukuman untuk orang jahat seperti Anggela". Ucap Buana menatap Robby tajam "Anggela sudah menyakiti putraku. Dia juga menyebabkan menantuku koma, dia hampir membunuh ketiga cucuku. Harusnya aku yang balas dendam Robby, bukan kau". Buana mencengkram dagu Robby dengan kuat. Nafasnya memburu menahan amarah


"Tapi kenapa kau yang ingin balas dendam? Hmmm". Buana semakin kuat mencengkram dagu Robby "Jangan berani-berani mengubah hukum karma. Jika kau Ayah yang baik kau tidak akan memberikan Anggela pada orang lain hanya karena keadaan miskin". Sindir Buana.


Bagai tamparan diwajah Robby. Dia mencerna ucapan Buana. Benar jika dia Ayah yang baik, harusnya dia merawat putrinya dan berjuang bersama. Bukan malah memberikannya pada orang lain.


"Kau mulai berpikir Robby? Apa kau menyesal sekarang Robby? Tapi sayang terlambat. Kau tidak akan bisa melarikan diri dari kematian. Meski belum waktunya Tuhan mencabut nyawamu. Tapi aku yang akan membunuhmu secara perlahan". Tatap Buana tersenyum smirk.


"Dedi".


Dedi maju "Ini Tuan". Dedi menyerahkan belati pada Buana.


Buana tersenyum licik sambil mengelus belati nya itu. Belati dari Boss nya saat dia masih menjadi anggota Mafia.


Sedangkan Keizo bergidik ngeri. Dia tidak tahu seberapa kejamnya Buana. Karena saking lamanya terpisah.


Buana beralih pada Astrid. Saat dia jadi Mafia, sebenarnya dia paling pantang membunuh dan menyakiti wanita. Tapi kali ini, tidak ada toleransi. Mau wanita atau pria sama saja, jika menyakiti keluarga maka akan mendapat hadiah yaitu mati gratis tanpa melalui proses sakit yang lama.


"Haaaiii Astrid. Kau masih mengingatku?".


Astrid mendongkrakkan kepalanya "Buana?". Lirih Astrid.


"Yaahh benar aku Buana. Kau masih mengingatku?". Buana tersenyum licik.


Astrid adalah wanita yang pernah menghancurkan hubungan nya dan Elizabeth, sehingga mereka harus putus dan hubungan keduanya kandas.


"M-maafkan aku Buana". Ucap Astrid gugup melihat belati ditangan Buana.


"Memaafkan mu?". Ejek Buana "Kau ini lucu sekali. Meminta maaf setelah menghancurkan ku berkali-kali lipat. Pertama, kau membuat aku dan Eliza terpisah dengan mengadu domba kami dengan kedua orangtuaku. Kedua kau terlibat dalam rencana menculik menantuku. Dan ketiga kau hampir membunuhnya. Bagaimana bisa aku memberimu maaf?". Buana tersenyum sambil menggeleng sinis.


Buana mengelus kan belati itu diwajah mulus Astrid.


"Buana ku mohon jangan Buana. Jangan". Astrid histeris melihat belati itu yang Buana mainkan diwajahnya.

__ADS_1


Sretttttttttttttttttttttt


"Arghhhhhhhhh".


"Astrid".


Buana menurihkan belati itu diwajah Astrid. Hingga darah segar mengalir dibagian wajahnya.


"Buana aku mohon jangan sakiti istriku". Renggek Robby berusaha memberontak.


Sretttttttttttttttttttttt


"Arggghhhhh".


"Astrid".


Kembali Buana menurihkan belati itu dibagian wajah Astrid yang lainnya. Buana tertawa senang melihat Astrid menjerit kesakitan. Sekian puluh tahun pensiun didunia Mafia dan pensiun membunuh. Sekarang dia bisa kembali merasakan hobby nya yang dulu.


"Arghhhhhhhhh".


"Arghhhhhhhhh".


Teriak Astrid histeris menahan rasa pedih diwajahnya. Darah mengalir hingga membasahi bagian tubuhnya yang lain.


"Astrid". Robby hanya bisa berteriak melihat istrinya disiksa.


"Bagaimana perasaan mu Robby? Saat melihat orang yang kau sayangi disakiti orang lain?". Robby hanya bisa menangis sambil melihat istrinya yang masih berteriak kesakitan.


"Begitu juga aku. Sekarang kau tahu kan bagaimana perasaanku? Pasti kau berniat membalaskan dendam padaku kan? Begitu juga aku. Jadi jangan lagi memohon padaku agar dilepaskan, karena sampai kapanpun aku takkan melepaskan orang-orang yang sudah mengusik ku". Ujar Buana


Buana berjalan kearah Robby dengan tertatih karena kakinya tidak bisa berjalan normal, akibat tembakkan tiga puluh tahun silam.


"Dedi".


Dedi membuka ikatan tali Robby, lalu mengambil tangan pria itu dan membentangkan nya ditanah.


Keizo membantu Buana untuk berjongkok. Sedikit kesusahan jika Buana ingin berjongkok.


"Tutup matamu Kei". Keizo menurut. Dia bukan Mafia, tadi saja sudah setengah mati menahan ketakutan saat Buana mengores wajah Astrid.


Tak tak tak tak tak tak tak tak tak tak


"Arghhhhhhhhh".


"Arghhhhhhhhh".


"Arghhhhhhhhh".


Buana memotong jari-jari tangan Robby. Teriakan Robby terdengar menyeramkan. Pria itu berguling-guling ditanah. Darah muncrat berkeluar beriringan dengan teriakan Robby yang menggema.


"Robby". Teriak Astrid.


Keizo hampir pingsan melihat darah muncrat bak air pancur. Mengerikan. Menyeramkan. Begitulah, ketika salah pilih munsuh.


"Hahahaha".


Buana tertawa penuh kemenangan saat melihat Astrid dan Robby berteriak histeris dengan darah yang mengalir diwajah dan tangan keduanya.


Kesepuluh jari tangan Robby dipotong oleh Buana. Seperti dia mencincang daging ayam.


"Ehem, masih kurang". Buana tersenyum licik.

__ADS_1


"Dedi".


Dedi menyeret Astrid mendekat pada Buana. Sedangkan Keizo sudah termuntah-muntah. Seumur hidupnya baru kali ini menyaksikan neraka secara langsung didepan matanya.


"Bunuh saja aku Buana. Bunuh". Teriak Astrid.


Buana menyeringai "Kematian terlalu mudah untukmu Astrid. Aku ingin kau mati dan merasakan sakit yang tidak akan bisa kau lupakan ketika kau sudah mati nanti".


"Buka mulutnya".


Dedi membuka mulut Astrid secara paksa. Buana menarik lidah Astrid.


Sretttttttttttttttttttttt


"Arghhhhhhhhh".


Sekali tarikan lidah Astrid terputus.


"Astrid". Lirih Robby sudah tak mampu. Jari-jari tangannya sakit luar biasa.


"Arghhhhhhhhh".


"Arghhhhhhhhh".


"Huwekkkkkkkkk". Keizo termuntah-muntah.


Astrid tergeletak ditanah dengan darah mengalir dimulutnya.


"Arghhhhhhhhh".


"Arghhhhhhhhh".


"Arghhhhhhhhh".


Teriakkannya menggema diruangan gelap itu. Benar-benar penyiksaan tersadis yang pernah dilihat Keizo.


"Dedi".


Dedi menyeret Robby mendekat pada Buana. Dedi membuka mulut Robby dengan paksa saat pria itu berusaha memberontak.


Buana memasukkan lidah Astrid kedalam mulut Robby. Dia menutup mulut Robby dan memaksa pria itu menelan lidah Astrid.


"Telan brengsekkkk. Telan". Teriak Buana ditelinga Robby.


Robby menggeleng dengan tangis. Tapi Buana terus memaksa hingga akhirnya Robby menelan lidah Astrid.


"Huweekkkkkkkkkk". Seluruh isi perut Keizo keluar. Dia benar-benar tidak tahan. Menyesal dia tadi mengikuti Buana.


Brakkkkkkkkkkk


Buana mendorong tubuh Robby "Dedi bereskan semuanya. Kurung mereka. Jangan dikasih makan dan minum. Biar mereka mati perlahan". Ucap Buana.


"Baik Tuan".


Buana membersihkan wajahnya yang terkena cipratan darah Robby dan Astrid.


Sedangkan Keizo bergidik ngeri. Selama hampir empat tulus tahun terpisah dia tak menyangka jika sahabat nya ini begitu haus darah. Dulu Buana hanya remaja yang polos dan tidak tahu apa-apa. Tapi sejak pindah ke Inggris dia berubah menjadi manusia kejam dan sadis.


Bersambung...


Ed & Ei

__ADS_1


__ADS_2