
Happy Reading 🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹
Brayn menatap kosong kearah luar jendela kamar Apartementnya. Tatapan nya menghembus kedasar langit diatas.
"Mungkin pergi dari sini adalah jalan terbaikku. Aku akan memulai lagi dari awal hidup disana".
Dia memasukkan barang-barang nya kedalam koper milik nya.
Setelah bernegosiasi dengan pikirannya sendiri. Brayn memutuskan untuk pergi ke luar negeri. Dia hanya ingin melupakan segala kejadian pahit dihidupnya. Melupakan Anggela. Meski tak sepenuhnya bisa. Tapi itu adalah jalan terbaik. Dari pada bertahan disini.
Brayn hanya takut jika Edgar dan Leonardo merasa terganggu dengan kehadiran nya disini. Dia orang asing. Dia adalah seorang penjahat yang diberikan sebuah kebebasan untuk menghirup udara segar. Dia juga tidak punya alasan untuk bertahan disini.
"Anggela". Dia meraih sebuah potong yang selalu dia pajang diatas nakasnya "Aku akan memantau putrimu dari jarak jauh. Sesuai dengan ucapan ku untuk menjaganya. Aku akan memastikan nya baik-baik saja, karena aku juga mengganggap nya putriku sendiri. Kau tidak perlu khawatir ya, meski aku pergi menjauh tapi bukan berarti aku lepas dari janji dan tanggungjawabku. Aku mencintaimu". Dia mencium foto itu sejenak lalu memasukkannya kedalam koper besar milik nya.
Setelah semua barangnya dimasukkan, Brayn menutup kembali kopernya. Dia hanya membawa satu koper saja, membawa barang-barang penting.
Brayn menyeret kopernya keluar dari kamar. Dia mengunci kamar itu. Pria itu menghela nafas berat, hidupnya selalu seperti ini sendiri dan kesepian sudah biasa. Hanya sejak kehadiran Anggela dia merasa sedikit berwarna.
Brayn menyeret kopernya keluar apartment. Dia mengunci pintu apartement itu dengaj rapih. Dia tidak akan menjual apartement ini, nanti dia akan memerintahkan orang untuk mengurus apartement ini agar tetap terjaga dan terawat kebersihan nya.
Brayn menatap apartement yang menjadi saksi kisahnya bersama Anggela. Semua telah pergi. Anggela dan calon anaknya sudah pergi. Brayn harus ikhas dan mencoba melepas.
Brayn memasuki lift dan dia akan menuju bandara. Dia sudah yakin dengan keputusan nya untuk pergi. Bertahan juga tidak ada gunanya disini. Brayn malah merasa tidak tenang dan aman. Lebih baik pergi dan menenangkan hati ditempat yang lebih nyaman.
"Adelle".
Brayn terkejut ketika melihat gadis itu tiba-tiba ada di depan Apartement nya
"Uncle". Adelle tersenyum sumringah. Namun senyumnya memudar saat Brayn menyeret koper ditangannya "Uncle mau kemana?". Kening Adelle berkerut.
"Uncle ingin pindah Adelle". Brayn mencoba menahan gejolak didalam dadanya "Uncle pamit yaaa". Dia tersenyum kecut.
"Lho pindah kemana? Kenapa harus pindah Uncle?". Cecar Adelle heran.
"Uncle menemukan pekerjaan disana. Jadi Uncle harus pindah". Kilahnya "Ada apa Adelle kesini?". Tanya Brayn lembut.
Adelle menghela nafas panjang "Tidak. Tadi nya ingin mengajak Uncle makan siang. Tapi Uncle malah mau pergi". Jawab Adelle sendu.
"Uncle minta maaf yaa bukan menolak. Tapi pesawat Uncle sebentar lagi berangkat". Ujar Brayn.
"Ya sudah ayo Adelle antar saja". Tawarnya
"Tidak usah Adelle. Uncle sudah pesan taksi". Tolak Brayn tak enak hati.
__ADS_1
"Cancel saja. Ayo masuk". Adelle masuk duluan kedalam mobilnya.
Mau tak mau Brayn juga ikutan masuk kedalam mobil. Kenapa rasanya secanggung ini ya?
Sepanjang perjalanan menuju bandara Brayn hanya diam saja. Berbeda dengan Anggela yang terus mengoceh tak ada hentinya. Dia selalu menemukan topik pembicaraan untuk menghidupkan suasana. Sementara Brayn hanya menanggapi dengan senyum dan anggukan kepala.
Sampai di bandara, Brayn langsung turun diikuti oleh Adelle.
"Terima kasih sudah mengantar Uncle sampai kesini". Ucapnya tersenyum hangat.
"Uncle".
Seketika tubuh Brayn menegang saat Adelle memeluknya erat. Ahhh ada apa ini? Apa ada yang tidak beres dengan jantungnya.
"Uncle jaga diri baik-baik yaaa. Jangan lupa sama Adelle". Ucap gadis itu.
Brayn mengangguk dengan senyum kaku. Dia masih berusaha menormalkan detak jantungnya.
"Uncle berangkat".
Dia segera menyeret kopernya. Tidak baik berlama-lama dengan Adelle, ada sesuatu yang tidak bisa Brayn jelaskan dengan kata-kata.
Brayn sudah mengutus seorang untuk menjaga Adelle disini. Jadi dia bisa memantau gadis itu lewat orang suruhannya.
"Morning sayang".
"Morning Bby". Balas Eidra
"Sayang kan ada pada pelayan kenapa harus kau yang menyiapkan sarapan pagi?". Protes Edgar
Eidra malah tersenyum mendengar ucapan suaminya "Aku ingin mengurus anak dan suamiku sendiri. Untuk urusan perut, aku harus turun tangan". Jawab Eidra.
"Ya ya baiklah. Aku tidak akan menang berdebat denganmu itu". Ketus Edgar membantu istrinya menata sarapan pagi mereka
"Pagi Dad. Pagi Mom".
Triple El menghampiri kedua orangtua mereka. Seperti biasa mereka akan sarapan pagi bersama sebelum melakukan aktivitas masing-masing.
"Triple El, rencana besok Daddy dan Mommy akan liburan ke luar negeri. Kalian jangan ikut ya?". Ujar Edgar pada ketiga anaknya.
"Cihh Daddy curang mana bisa seperti itu". Protes Elsyia.
"Iya. Daddy selalu menyingkirkan kita". Sambung Elnaro.
__ADS_1
"Agar Daddy bisa berduaan terus dengan Mommy kan?". Eleano memincingkan matanya. Apalagi menatap Edgar tersenyum devil.
"Kalian mau punya adik baru?". Edgar menaik turunkan alisnya
"Bby". Eidra mencubit pinggang suaminya dengan gemes "Anak-anak besok persiapkan barang-barang kalian yaa. Kita akan liburan bersama. Jangan dengarkan kata Daddy kalian".
"Yeiiii Mommy the best". Seru ketiganya.
Sementara Edgar merenggut kesal. Habis sudah angan-angan nya menghabiskan waktu bersama Eidra. Padahal dia sudah merencanakan sesuatu untuk membuat istrinya itu mendesah diatas ranjang. Tapi jika ketiga kecambah itu ikut, sudah pasti waktunya akan terganggu.
"Sayang". Renggek Edgar
"Jangan manja Bby. Biarkan mereka ikut. Kau ini, ada atau tidak ada nya mereka kau tetap minta jatah kan? Sudah tua, tidak cukup satu ronde". Gerutu Eidra.
"Sayang jangan berbicara terlalu vulgar didepan mereka". Bisik Edgar gemes. Istrinya ini masih saja berbicara asal keluar kentut.
Sementara Triple El hanya diam saja mendengar ucapan vulgar sang Mommy. Sudah biasa Eidra berbicara seperti itu. Hanya saja tetap berbeda rasanya.
Edgar membawa istri dan ketiga anaknya untuk liburan. Dulu Eidra pernah bermimpi agar bisa liburan bersama dan baru sekarang Edgar bisa mewujudkan impian istrinya itu.
Edgar selalu berharap kehidupan masa tua nya akan selalu baik. Istri kecilnya. Anak-anak nya dan semua anggota keluarga nya selalu diberikan kesehatan hingga nanti.
The end'.......
Hai guys cukup sampai disini dulu ekstra Partnya yaaa... Makasih buat yang udah ikutin......
Jangan lupa untuk follow akun author biar selalu dapat notifikasi terbaru karya author....
Yuk mampir ke karya author yang akan segera rilis beberapa hari kedepan.
Emergency Couple ( Menceritakan pasangan yang gagal menikah karena sebuah insiden dihari pernikahan mereka. Calon suaminya menghilang tiba-tiba, akibat gagalnya pernikahan dengan pria yang dia cintai membuat Ayah nya serangan jantung karena begitu syok, pernikahan yang sudah dipersiapkan dengan sangat matang harus gagal di hari H. Selang beberapa waktu sang Ibu juga menghadap sang pencipta. 7 tahun berlalu keduany dipertemukan lagi, bagaimanakah mereka menyingkapi cinta yang sudah lama mati) Tunggu yaaa bentar lagi rilis.....
Go from away Mr. Cancer (Diharapkan membaca Love Story' CEO terlebih dahulu. Disini mencerita kan seorang gadis cantik yang berjuang melawan penyakit kanker ditubuh nya, hingga pertemuan nya dengan seorang dokter tampan pemilik rumah sakit membuat nya semakin semangat untuk berjuang. Bagaimana kah kisahnya? Terlalu banyak bawang disini wkwwk)
Makasih semua...
Jangan lupa selalu mampir ke karya author yang lagi ongoing.
Pacarku Presdir
Pernikahan kedua Suamiku....
God blesss u..........
__ADS_1