ISTRI RAHASIA TUAN MUDA

ISTRI RAHASIA TUAN MUDA
Menikah


__ADS_3

BRAKK...


Shaka mendobrak sekeras-kerasnya pintu kamar mandi hingga rusak, Gloria yang sedang memejamkan matanya sambil berendam di bathup sangat terkejut dengan apa yang Shaka lakukan, dia segera bangkit dan meraih handuk untuk menutupi tubuhnya.


"Ada apa, kenapa kau merusak pintu itu!!." Teriak Gloria


"Kau yang kenapa !, kenapa kau mandi sangat lama bahkan tak menjawabku dari tadi aku memanggilmu Gloria." Ucap Shaka dengan nada sedikit tinggi.


"Aku khawatir kau berbuat nekat, bisa saja kau bunuh diri dengan menenggelamkan dirimu dalam bak mandi." Shaka Mulai memelankan suaranya.


"Apa!!, jadi kau mendo'akanku bunuh diri." Saut Gloria.


"Bukan, bukan itu maksudku, aku bilang aku khawatir kalau kau kenapa-kenapa." Shaka mencoba menjelaskan dengan mengibaskan tangannya.


"Aku memang sangat terpukul atas apa yang kau perbuat padaku, tapi aku tak sebodoh itu untuk melakukan bunuh diri, aku sudah berbuat dosa, diriku sekarang kotor karena ulahmu dan aku tak mau menambah dosa lagi dengan menghilangkan paksa nyawaku."


Gloria melangkahkan kakinya keluar dari kamar mandi melewati Shaka begitu saja. Sedangkan Shaka yang melihat itu hanya bisa menghembuskan nafas berat.


"Aku sudah menyuruh orang menyiapkan pakaian untukmu, pakailah aku menaruhnya di atas ranjang." Ucap Shaka lalu bergegas memulai ritual mandinya dengan pintu yang sudah rusak karena ulahnya sendiri.


***


Setelah Gloria selesai mengenakan pakaiannya dia duduk di tepi ranjang, pandangan matanya menyusuri setiap jengkal ruangan itu dan berhenti saat dia melihat baju yang tak berbentuk lagi. Ya, itu adalah baju milik Gloria yang telah koyak karena ke gilaan Shaka, lelaki yang berniat ia tolong.


Gloria memungut baju itu dan membuangnya ke tempat sampah yang ada di kamar, lalu ia mengalihkan kembali pandangannya pada celana hitam yang semalam ia pakai, celana yang menjadi saksi bahwa Gloria kehilangan kesuciannya semalam, dia merogoh saku dan mengambil handphone yang masih aman di dalam saku celana itu, mencoba menghidupkannya namun sialnya ternyata baterainya habis.


***


Setelah Shaka menyelesaikan mandi dan sedikit perdebatan kecil dengan Gloria, akhirnya mereka memutuskan segera ke luar dari hotel. Shaka memaksa mengantarkan pulang Gloria meski berkali-kali Gloria menolaknya.


"Apakah ini sudah benar?, kau yakin ini memang jalannya?." Tanya Shaka saat melewati pemukiman padat dan gang-gang kecil.


"Iya Tuan, aku yang lebih tau jalan ini karena aku melewatinya setiap hari." Jawab Gloria sedikit kesal karena Shaka bertanya sepanjang jalan.


"Lurus saja kita hampir sampai."

__ADS_1


Tak butuh waktu lama merekapun tiba di sebuah rumah yang sederhana, rumah kecil dengan pagar kayu yang mengelilinginya.


"Terima kasih kau sudah mengantarku." Gloria segera turun dari mobil tanpa berbasa-basi lagi.


"Kau tak menyuruhku mampir Gloria?." Tangan Shaka menarik satu tangan Gloria.


Gloria mengerutkan keningnya dan berbalik menghadap Shaka, "Tidak, kau langsung balik saja."


Shaka menghembuskan nafas kasar dan melepas cengkraman tangannya. "Kita menikah besok, aku akan menjemputmu."


"Hmm..." hanya itu yang keluar dari mulut Gloria sambil menganggukan kepala.


Akhirnya Shaka melajukan mobilnya menjauh dari rumah Gloria menuju kediamannya.


Pada dasarnya Arshaka merupakan lelaki yang baik meski ia sedikit dingin kepada orang lain, tapi jika dia membuat kesalahan dia akan mempertanggung jawabkan nya sebaik mungkin, apalagi itu menyangkut hal pribadi.


Arshaka terlahir dari keluarga pengusaha yang memiliki perusahaan di banyak daerah bahkan di luar negri, tentu posisinya pun tak boleh diremehkan sudah 7 tahun ia menduduki jabatan sebagai CEO sejak usianya masih 23 tahun.


Dengan keseriusannya dalam bisnis, ia mampu membuat perusahaan ARS group mencapai puncak kesuksesan sebagai salah satu perusahaan ternama di dunia.


***


Dering ponsel membuyarkan lamunan Gloria, sungguh banyak sekali yang mengganjal pikiran wanita berparas cantik tersebut.


"Gloria!! ini sudah jam 11, kenapa kau tak masuk kelas hari ini, aku menelfon berkali-kali kenapa handphone mu baru bisa di hubungi, apa kau tak tau aku begitu khawatir, apa kau sakit?, apa aku perlu kerumahmu?. "


Cerocos suara wanita dari ujung telfon, itu adalah Yuna sahabat baik Gloria.


"Stop, stop Yuna! telingaku bisa tuli mendengar ocehanmu, bertanyalah satu-satu."


"Katakan kenapa kau tak pergi kuliah tanpa bilang dulu padaku."


"Ahh iya maafkan aku, aku tidak enak badan jadi aku baru bangun tidur dan ponselku ternyata kehabisan baterai." Gloria terpaksa berbohong kepada Yuna.


"Kau sakit?, sepulang kuliah aku akan mengantarmu kerumah sakit."

__ADS_1


"Tidak usah Yuna sayang, aku hanya butuh istirahat setelah itu aku akan sembuh."


"Okay.. okay.. istirahatlah yang cukup, bye Gloria mmuuah."


Maafkan aku Yuna, aku terpaksa bohong padamu, aku tak mungkin menceritakan apa yang sebenarnya terjadi, aku belum siap. Gumam Gloria dalam hati.


***


Malam yang sunyi dan hening, hanya ada deru nafas yang terdengar di telinga Gloria, bukan nafas orang lain tapi nafasnya sendiri.


Gloria masih tak percaya kalau dirinya akan menikah besok, menikah dengan lelaki yang tak ia kenal, menikah tanpa adanya rasa cinta, sungguh jauh dari mimpinya.


"Ibu Ayah, besok Gloria akan menikah, doakan Gloria semoga bahagia dengan pernikahan yang akan ku jalani, aku rindu ibu dan ayah."


Lirih Gloria sambil memejamkan matanya, butiran airmata lolos dari mata indah yang sayu itu.


Orang tua Gloria meninggal saat dia masih SMA, Ayah Gloria meninggal karena kecelakaan kerja, satu tahun kemudian ibunya pun meninggal karena sakit - sakitan, sejak itu Gloria harus menghidupi dirinya sendiri, dia rela bekerja setelah pulang sekolah, mengambil cucian dan menyetrika baju milik tetangganya.


Setelah lulus SMA barulah Gloria bekerja sebagai Office girl di hotel, dan dia tak menyangka pekerjaan yang ia tekuni justru membawanya kepada nasib yang tak ia inginkan.


***


Di rumah Shaka


"Sam, cepatlah datang kerumahku, ku beri waktu 30 menit." Ucap Shaka pada seseorang yang sedang ia telfon.


Setelah 30 menit lamanya nampak sebuah mobil masuk ke pekarangan rumah mewah milik Shaka.


Seorang lelaki tampan turun dari mobil dengan tergesa-gesa, berjalan secepat mungkin agar tak di marahi oleh bos nya.


"Ada apa Bos, kenapa kau menyuruhku kesini, apa kau tidak tau aku sedang sibuk banyak pekerjaan yang harus ku selesaikan gara-gara kamu tidak masuk kantor, dan sekarang kau malah menyuruhku kesini."


"Hei..Hei..!! siapa yang bos disini, kenapa kau malah memarahiku Sam!!." Bentak Shaka, Samuel adalah sekretaris sekaligus sahabat baik Shaka.


"Besok aku menikah, siapkan semuanya." Ucap Shaka santai.

__ADS_1


"APA!!! menikah!!!." Sam terkejut dengan apa yang di ucapkan bos nya.


__ADS_2