
Tanpa mereka tahu, ada sepasang mata yang memperhatikan mereka dari jauh.
"Jadi dia adalah Arshaka, jadi suamimu adalah lelaki berkuasa itu Gloria." Jacob menghela nafas lalu memejamkan matanya sejenak.
Tentu saja ia tak tahu jika lelaki yang pernah ia temui di rumah sakit adalah Arshaka Zalleo, CEO yang terkenal sombong dan dingin. Memang namanya begitu familiar, siapa yang tak pernah mendengar nama Arshaka bahkan hampir semua orang memuji nama itu. Namun tak ada yang tahu pasti bagaimana rupanya, karena tak ada media manapun yang berani berurusan dengannya. Jika saja Shaka tak datang langsung ke STAR University hari ini, Jacob pun tak akan tahu ternyata orang yang dijumpainya kemarin adalah sang pemilik kampus tempatnya mengajar.
***
"Gloria.. Gloria!! Harusnya tadi kau ikut aku, ternyata Tuan Arshaka memang sangat tampan. Sial aku tak bisa memotret nya gara-gara pengawalnya tak membolehkan.!" Ucap Yura. "Aaah andai saja aku punya suami seperti dia, lengkap sudah hidupku." Lanjut Yura sambil menghayal.
"Memangnya dia mau sama kamu Yun?." Ejek Gloria.
"Kau benar!! Dia tidak akan melirik ku sama sekali. Lihatlah aku baru saja membuka biodata nya, ternyata Tuan Arshaka sudah menikah.! OMG... Hatiku sangat terluka. Dan lihat juga ini, dia mencantumkan nama istrinya! Gloria Angelica!." Yuna menyodorkan layar ponselnya ke muka Gloria.
"Apa!!" Gloria terperanjat kaget, matanya langsung membulat sempurna.
"Kenapa Glo?." Yuna terheran. "Gloria Angelica bukan hanya namamu, jangan syok seperti itu." Yuna bahkan tak curiga sedikitpun.
"Aaa iya, kau benar. Istrinya pasti seorang wanita yang cantik." Gloria seakan memuji dirinya sendiri. "Eh, apa dia tak mencantumkan foto istrinya?." Gloria bertanya untuk memastikan.
"Tidak! Aku jadi sedikit ragu, bisa saja dia mengubah statusnya hanya untuk menghindar dari para wanita. Mmm atau juga dia sengaja merahasiakan istrinya dari publik." Yuna menaruh satu jarinya di dahi seakan ia sedang memikirkan masalah berat.
"Sudah sudah! Kenapa jadi bahas istri Tuan kaya itu. Lebih baik kau beritahu aku, kenapa dia tadi kesini." Gloria berkata serius.
"Apa kau tak tahu kampus ini miliknya?," Yuna mencondongkan tubuhnya kedepan, sedangkan gloria menjawab dengan gelengan.
"Baiklah, sekarang ku beritahu bahwa kampus ini adalah miliknya, dan dia akan memberi kesempatan bagi mahasiswa disini untuk magang di perusahaannya, ARS Corp yang sangat terkenal itu." Yuna berbicara dengan serius. "Dan aku sudah mendaftarkan namaku tadi, ini sebuah kesempatan yang langka. Kau juga harus daftar ayo aku temani."
"Ah tidak tidak, aku tak ingin. Lagipula aku pernah bekerja di ARS Hotel, aku rasa itu hampir sama. Bukankah hotel itu juga miliknya kan?."
"Oooh baiklah." Yuna hanya mengangguk.
Krucuk.. Krucuk.. Terdengar suara dari perut Gloria, sepertinya cacing dari dalam perutnya sudah demo karena tadi pagi ia melewatkan sarapan.
"Aku lapar, ayo kita makan di cafe depan kampus." Ajak Gloria memegang perutnya.
__ADS_1
"Siaaap" Yuna menyaut dengan semangat.
**
Kehadiran Shaka di STAR University membuat suasana kampus di hari itu sangat berbeda dari biasanya, banyak sekali yang mendaftar sebagai mahasiswa magang di perusahaan nya atau hanya sekedar bisa berbincang dengan Bos besar itu sendiri meski tak ada sautan. Tentu saja sangat susah mengambil hati seorang bos sombong seperti Shaka. Namun tetap saja banyak mahasiswa yang mencoba mencari perhatian meski mereka tahu status Shaka sudah menikah.
"Bos, istrimu sudah keluar dari lingkungan kampus. Dia memasuki cafe di seberang jalan." Sam berbisik pelan di telinga Shaka. Sontak Shaka langsung berdiri dari duduknya meninggalkan para dosen dan mahasiswa yang berada disana.
"Baiklah, Ayo kita pergi sam. Suruh yang lain menyelesaikan ini dengan cepat." Shaka memandang sekilas ke arah mahasiswa yang masih mengisi formulir untuk magang.
"Bos, kita kembali ke kantor sekarang?." Tanya Sam saat keduanya sudah berada di dalam mobil.
"Kita menyusul istriku." Ucap Shaka.
"Apa!!, kenapa tidak berjalan saja. Cafe nya ada di seberang sana." Sam menunjuk sebuah cafe di seberang kampus.
"Itu akan melelahkan. Kalau bisa menggunakan mobil kenapa harus berjalan." Shaka berkata dengan dingin.
"Kau sangat menjengkelkan, kenapa aku punya bos sepertimu."
"Kalau kau tak suka, kau boleh keluar dari pekerjaanmu. Bahkan aku tak memaksamu untuk bekerja denganku, aku bisa mencari sekretaris yang lain." Ucap Shaka dengan santai.
"Isssh." Shaka hanya berdesis.
"Kita sudah sampai, segera turun dan temui istrimu bos." Ucap Sam saat mobil mereka sudah terparkir rapi di parkiran cafe.
"Tidak, aku akan melihatnya dari sini." Shaka menatap ke luar jendela mobil, matanya menyapu setiap pengunjung yang ada didalam cafe dari balik kaca besar cafe yang transparan, hingga ia menemukan sosok yang di cari sedang duduk dan menyantap makanan.
Sam menghela nafas lalu berkata, "Untuk apa kau susah-susah seperti ini bos? pertama kau mengunjungi kampus, kedua kau membuka magang untuk mahasiswa, ketiga kau menguntit istrimu seperti kau kurang kerjaan saja."
Flash back
Shaka dan Gloria sudah terlelap dan mengunjungi alam mimpi mereka, namun tiba-tiba Shaka terbangun saat ia bermimpi Gloria kembali kepada kekasih masalalunya yang bernama Jacob.
"Ah.. Ternyata hanya mimpi." Gumam Shaka sambil menyeka keringat yang membasahi dahinya. "Aku tidak boleh membiarkan lelaki itu menganggu Gloriaku lagi."
__ADS_1
Shaka meraih ponsel yang ia taruh di atas nakas saat terlintas ide dalam otaknya, lalu ia menghubungi seseorang.
"Hallo.." Terdengar suara serak lelaki dari ujung telfon.
"Sam, besok atur ulang jadwal ku karena aku akan berkunjung ke STAR University pada pagi hari. Dan buatkan aku formulir magang di perusahaan kita untuk para mahasiswa di sana." Ucap Shaka.
"Ha? Apa?." Sam tak terlalu mendengar karena ia masih mengantuk.
"Sam, aku tak akan mengulang ucapanku lagi. Aku ingin besok pagi semua nya sudah selesai." Shaka menutup panggilannya.
Flashback off
"Istriku hamil jadi aku harus memastikan dia selalu baik-baik saja dan tidak ada kecoak yang menganggunya."
"Ooh jadi seperti itu." Sam mengangguk, sedetik kemudian dia baru sadar "Apa! Hamil?." Ia sedikit meninggikan suaranya.
"Hmm."
"Kau tak bilang padaku tentang hal sepenting ini?." Nada bicara Sam masih tinggi.
"Aku suaminya, jadi kau tak harus tahu tentang kehamilan istriku." Pandangan Shaka masih fokus menatap Gloria yang berada di dalam cafe.
"Ck.. Jadi ini alasanmu menelfonku di tengah malam." Sam berdecak kesal.
"Hmm."
"Kau suruh saja pengawal menjaga nona Gloria, kenapa kau harus turun tangan sendiri? Dasar bos bodoh!."
Shaka mengedip-ngedipkan matanya beberapa kali. Benar!! Mengapa ia tak terpikirkan hal seperti itu, apa karena terlalu bahagia dan khawatir membuatnya menjadi bodoh. Aaah sepertinya semua harus ia atur dari awal, bahkan Samuel saja belum ia berikan misi yang sudah ia rencanakan.
***
Silahkan tekan like dan tulis komentar sebagai dukungan untuk Author.
Thank you.
__ADS_1
.
.