ISTRI RAHASIA TUAN MUDA

ISTRI RAHASIA TUAN MUDA
Kemunculan Jacob 1


__ADS_3

Shaka terdiam, ia berfikir harus menjelaskan kepada Gloria mulai darimana. Beberapa saat kemudian barulah ia membuka suara.


"Aku..." Shaka nampak ragu, ia menggantung kata-kata nya. "Apakah aku harus mengatakan ini? Tidak! Belum saatnya Gloria tahu." Dalam hati Shaka.


"Sayang aku akan menceritakan nya lain kali, yang jelas ini tak ada hubungannya tentang wanita. Kau harus percaya padaku." Shaka berbicara dengan mantap.


Shaka belum siap membongkar semuanya, ia tak mau Gloria meninggalkannya apabila mengetahui fakta yang sesungguhnya. Karena tak menutup kemungkinan istrinya itu akan membencinya bahkan lebih.


Gloria menghela nafas, "Baiklah" Meski Gloria ingin tahu ia juga sadar diri jika lelaki di depannya bukanlah lelaki sembarangan. Yang harus ia lakukan saat ini hanyalah percaya pada suaminya, itu saja.


"Bagus.. Ayo kita kembali ke kamar, aku sedikit lelah setelah berkutik dengan semua dokumen ini." Shaka mengelus pucuk kepala Gloria, lalu memeluk Gloria yang ada di sampingnya dengan satu tangannya. Mereka berdua keluar dari ruang belajar dan pergi menuju kamar.


***


Seperti biasanya, pagi ini Gloria pergi kuliah di antar oleh supir dari rumah Shaka yang kini telah menjadi supir pribadinya. Ia menyuruh supirnya menepikan mobil sedikit jauh dari lingkungan kampus agar tidak ada yang melihatnya turun dari mobil mewah itu. Setelah itu ia menyuruh supirnya segera pergi agar mobilnya tidak menjadi pusat perhatian jika saja ada orang yang lewat.


Namun sepertinya keberuntungan sedang tidak berpihak padanya pagi ini, karena Yuna baru saja melihat Gloria turun dari mobil mewah berwarna merah mengkilap itu.


"Gloria..! Wait me." Teriak Yuna yang masih jauh di belakang sana.


Gloria spontan menghentikan langkahnya, "sejak kapan Yuna ada di sana? Kenapa aku tak melihatnya tadi." Gumam Gloria sangat pelan.


"Glo!! Aku tadi lihat kamu." Ucap Yuna setelah berhasil mengsejajarkan dirinya disamping Gloria. "Kamu turun dari mobil siapa? Bagus sekali mobilnya." Lanjutnya.


"Aaah itu.." Gloria bingung bagaimana harus menjawabnya.


"Oh! Oh! Aku tahu itu pasti suamimu ya? Kau pernah bilang suamimu seorang supir, pasti itu tadi mobil bos suamimu kan?."


Gloria mengedipkan matanya beberapa kali. Pemikiran sahabatnya ini terkadang susah di tebak, tapi itu membuat Gloria tersenyum lega.


"Iya kau benar, tadi suamiku mengantarku dengan mobil bosnya. Lain kali aku akan memperkenalkan nya denganmu."


"Ah iya! Kau masih berhutang menjelaskan bagaimana kau bisa menikah dengan suamimu itu."


"Ku pikir kau sudah lupa, ceritanya terlalu panjang jadi agak sulit menjelaskannya." Gloria menggaruk kepalanya yang tak gatal.


"Kalau terlalu panjang pendek kan saja." Yuna mencoba merayu.


"Baiklah, seperti ini ceritanya, awalnya aku bertemu dengannya setelah itu kami menikah." Ucap Gloria pada Yuna yang serius mendengarkan perkataannya.


"Hanya itu?? Itu terlalu pendek!." Ucap Yuna kesal.

__ADS_1


"Pokoknya ceritanya seperti itu, lain kali aku ceritakan lagi."


Gloria dan Yuna tiba di depan kelas, mereka berdua masuk dan duduk di bangku yang biasa mereka tempati. Tak selang berapa lama datanglah dosen memasuki ruangan.


Prak... Laptop di tangan Gloria terjatuh saat melihat dosen itu masuk kelas. Sehingga semua perhatian tertuju padanya, termasuk sang dosen.


"Glo... Ada apa sih?" Tanya Yuna sambil memungut laptop Gloria yang terjatuh lalu menaruhnya di atas meja Gloria.


"Tttidak.. Hanya saja tanganku tiba-tiba kebas." Gloria mencari alasan. " Jacob.. Bagaimana bisa dia menjadi dosen disini." Gumam Gloria dalam hati.


"Saya dosen baru yang akan mengajar kelas ini mulai hari ini. Kalian bisa memanggil saya Mr. Jacob." Ucap sang dosen yang berdiri di depan.


Tak lama kemudian kelas dimulai, namun saat sedang serius menyimak pelajaran dari Mr. Jacob sang Dosen baru yang cukup tampan, tiba-tiba ponsel Gloria berdering.


"Ini hari pertama saya mengajar disini, ternyata mahasiswa disini tidak punya kedisiplinan. Ponsel siapa yang berdering!!." Teriak Mr. Jacob dengan keras, membuat seisi ruangan terasa tegang.


Gloria meraih ponselnya di tas dengan tangan berkeringat dingin, nampak dilayar tertulis Suamiku. Gloria segera menolak panggilan, namun ponselnya kembali berdering tanpa henti sehingga seluruh perhatian tertuju padanya.


"Kau! Segera keluar!!" Teriak Mr. Jacob menunjuk ke arah Gloria.


"Tapi..."


"Silahkan keluar, saya tak suka dengan murid yang tidak disiplin. Jika kau tak menyukai kelas saya lain kali jangan hadir dari pada membuat keributan dengan suara keras dari ponselmu!." Belum sempat Gloria meneruskan kalimatnya Mr. Jacob sudah memotongnya.


Jacob memandang Gloria hingga Gloria benar-benar keluar dari ruangan, lalu Jacob memejamkan matanya sejenak sebelum ia kembali memulai pelajaran.


**


Gloria menahan tangis bukan karena ia sudah dibentak dan harus keluar kelas, namun ia sedih karena bertemu dengan seseorang yang pernah membuat hatinya terluka.


Ponsel Gloria masih berdering dengan nyaring, ia menatap layar ponselnya lalu menggeser tanda berwarna merah. Lalu mematikan ponselnya.


Gloria menatap jauh ke arah lapangan kampus yang luas, dilihatnya beberapa mahasiswa sedang duduk di bangku sambil memangku laptop. Gloria melangkahkan kakinya kesana, ia ikut duduk di antara mahasiswa yang sedang sibuk menatap layar laptop mereka. Pikirannya masih melayang kepada lelaki bernama Jacob yang sekarang menjadi dosennya.


Cukup lama, hingga Gloria merasa bosan dan memutuskan untuk pulang. Ia berjalan menuju halaman kampus namun tiba-tiba matanya menangkap sosok supirnya yang masih menggunakan setelan jas lengkap sedang berlari menghampirinya.


"Nona.." Ucap supir itu dengan nafas tersengal.


"Nona aku mencarimu sejak tadi." Supir itu menyerahkan ponsel yang ia pegang.


"Shaka.. " Gumam Gloria saat melihat wajah Shaka di sambungan video call. Ia menelan salivanya, pasti Shaka akan memarahinya saat ini juga.

__ADS_1


"Kenapa kau mematikan ponselmu.? Kau membuatku khawatir." Shaka berkata dengan sangat lembut.


"Kau tak marah padaku? Maaf tadi aku masih ada kelas." Diluar dugaan Gloria, ternyata Shaka malah mengkhawatirkannya.


"Kenapa aku marah?, apa kuliahmu sudah selesai sekarang?"


"Ya, aku baru saja mau pulang." Manik mata coklat Gloria masih khusyuk menatap layar ponsel.


"Baiklah segeralah pulang, aku menunggumu dirumah." Tut... Sambungan telfon terputus, lalu Gloria mengembalikan ponsel milik supirnya.


"Pak, kenapa tuan mudamu sudah dirumah jam segini." Tanya Gloria kepada sang supir.


"Tadi Tuan Muda tergesa-gesa pulang kerumah karena ponsel nona tidak aktif, setibanya dirumah tuan langsung bertanya pada saya tentang nona. Saya memberitahukan bahwa nona masih berada dikampus, jadi Tuan segera menyuruh saya menjemput nona untuk memastikan keadaan nona." Supir itu menjadikan panjang lebar.


"Jadi dia sungguh mengkhawatirkan aku." Gumam Gloria.


"Benar nona, sebaiknya nona segera pulang."


Gloria mengikuti supirnya dari belakang, lalu ia menghentikan langkah kakinya saat melihat mobil mewah yang biasanya di gunakan untuk mengantarnya terparkir sembarangan di area parkiran kampus.


Mobil itu terlihat sangat mencolok sehingga mencuri perhatian dari mahasiswa lain.


"Pak kenapa kau parkir disini?." Tanya Gloria.


"Tadi saya terburu-buru nona." Ucap sang supir sambil membukakan pintu untuk Gloria, dengan segera ia masuk dan pura-pura tak tahu jika ada banyak mata yang memperhatikannya.


"Gloria..." Gumam Jacob pelan yang melihat Gloria dari jauh.


Terdengar bisik-bisik dari teman-teman Gloria dan mahasiswi lain setelah melihat Gloria masuk kedalam mobil mewah.


"Gila! Itu mobil pengeluaran terbaru!"


"Limited edition guys.. "


"Itu kan Gloria, pasti dia jadi simpanan om-om yang tadi."


"Wah parah tuh anak."


"Lo nggak pantes naik mobil mewah itu, dasar anak yatim murahan.!!." Ucap Joelly, salah satu teman Gloria yang selalu iri dan membencinya.


.

__ADS_1


.


.


__ADS_2