
"Because you are my wife.."
Lalu tiba-tiba Shaka mengangkat tubuh mungil Gloria, ia menggendongnya dan menurunkannya di atas tempat tidur. Ia berbaring di samping Gloria, menopang kepala menggunakan tangannya agar leluasa mengamati setiap inci wajah wanita itu.
Mulai dari bola matanya yang teduh, hingga rambutnya yang semakin panjang berwana coklat gelap yang kontras dengan kulit putihnya. Lalu turun ke hidungnya yang mancung dan yang terakhir mata Shaka terhenti pada bibir cherry milik Gloria yang kini menjadi candu untuknya.
"Why? Ada yang salah dengan wajahku, sayang?"
"Kau semakin cantik, dan..." Celetuk Shaka terhenti.
"Dan?" Gloria menaikkan satu alisnya.
Sudut bibir Shaka melengkung ke atas, "Dan semakin berisi."
Gloria seketika melotot, "Berisi? Apa maksudmu aku gendut? Apa kau sedang mengataiku secara tidak langsung?" Ucapnya tak terima. Gendut merupakan kata larangan bagi seorang wanita.
"No! Aku bilang kau semakin berisi." Tangan kanan Shaka mere*mas gunung Gloria dan tangan kirinya mere*mas bokong wanita itu. Gloria tak sempat menghindar karena gerakan Shaka begitu mendadak.
"Ukurannya semakin besar. Kau semakin sexy honey.. " Lirih Shaka di telinga Gloria. Darahnya selalu memanas dan berdesir hebat setiap kali dekat dengan wanita tercintanya itu.
"Stop!"
"No.. Aku menginginkanmu malam ini."
***
Shaka memandangi Gloria dari samping, ia mengulum senyum saat melihat wajah cemberut wanita itu sejak ia bangun tidur.
"Sayang.." Panggil Shaka.
"Jangan bicara denganku, aku tak ingin mendengarnya!" Jawab Gloria cepat.
"Why?"
__ADS_1
"Aku tak mau bicara denganmu!"
"Tapi kau baru saja bicara denganku sayang." Remeh Shaka.
Gloria menengok ke samping lalu menatap tajam lelaki di sebelahnya itu.
"Apa salahku?" Shaka bertanya heran, mereka baru bangun tidur dan istrinya sudah marah padanya.
"Kau pikirkan saja sendiri!" Ketus Gloria.
"What? Aku benar-benar tak tahu apa salahku sayang." Bujuk Shaka dengan wajah memelas, membuat wajah tampannya terlihat begitu imut meski sebenarnya sungguh tak cocok dengan karakternya yang tegas.
"Ishh.." Gloria berdesis, "Kau ingat janjimu semalam?" Tanya Gloria dan di jawab gelengan oleh Shaka.
"Kau berjanji hanya sebentar, tapi kau malah melakukannya berjam-jam. Lihat tubuhku di penuhi bekas merah ulahmu, mau di taruh dimana mukaku ini jika ayah dan ibu melihatnya." Jelas Gloria dengan jengkel, ia menunjuk kissmark yang memenuhi tubuhnya termasuk leher.
"Bukankah semalam kau sangat menikmatinya, honey? Kau bahkan meneriaki namaku sepanjang malam." Sahut Shaka dengan santainya, ia memutar kembali memorinya saat bercinta dengan Gloria semalam.
"Aaah.. Shaka..." Shaka menirukan suara Gloria saat menikmati permainan dengannya. Ia bahkan menirunya dengan nada se-sexy mungkin.
Shaka terkekeh, "Ayolah sayang.. Jangan pura-pura melupakan itu."
"Sudah! Aku tak mau bicara denganmu lagi tuan muda, cepat keluar dari kamarku! Pintunya ada sebelah disana." Gloria menunjuk pintu besar yang berjarak cukup jauh dengannya, dia seolah menjadi tuan rumah di mansion Zalleo.
"Jangan cemberut seperti itu, kau jadi semakin manis dan aku jadi menginginkannya lagi." Shaka menangkup pipi Gloria.
"Kita harus melakukannya sesering mungkin agar kita lebih cepat mendapatkan penggantinya. Aku hanya sedang mencoba berusaha agar dia hadir kembali disini, sayang." Lanjut Shaka, tangannya kini beralih mengelus lembut perut datar Gloria.
Gloria mematung sejenak, ia termenung. Yang di katakan Shaka memang benar. Tiba-tiba cairan bening jatuh dari pelupuk wanita itu, "Maafkan aku, sayang." Bibirnya bergetar menahan suaranya agar tak terisak.
"Jangan menangis." Shaka menghapus airmata Gloria dengan bibirnya. "Aku berjanji jika kita sudah memilikinya lagi aku akan menjaga kalian sebaik mungkin, meski harus bertaruh nyawa sekalipun aku tak akan membiarkan orang lain menyakiti kalian agar kejadian itu tak terulang kembali." Lanjutnya dan di jawab anggukan oleh Gloria.
Di detik selanjutnya bibir mereka saling berpungutan, dan tangan kekar Shaka menarik tengkuk Gloria agar lebih mendekat kepadanya. Semakin lama kedua orang itu semakin menikmati ciuman mereka, hingga perusuh datang mengganggu aktifitas mereka.
__ADS_1
"Shit! Lanjutkan! Aku tak melihat apapun." Sam berteriak keras setelah ia membuka pintu kamar Shaka, lalu ia menutup matanya dengan berkas yang ia pegang di tangannya.
PRANG..
Shaka melempar lampu tidur di dekatnya ke arah sekretarisnya itu, "Stupid!" Teriaknya sambil menatap tajam Samuel ia mengutuk keras lelaki itu yang sembarangan masuk ke dalam kamarnya.
"Bos.. Tindakanmu bisa melukaiku!" Sam menjauh secepat mungkin meski tanpa menghindarpun lemparan Shaka tak akan mengenainya.
"Lancang!! Dasar Bodoh! Cepat keluar dari kamarku!!"
BRAK
Secepat kilat Samuel keluar dari kamar Shaka lalu membanting pintu kamar itu, "Kenapa aku selalu memergoki mereka saat bermesraan, sial! Mereka membuatku tegang." Samuel berucap kesal, "Padahal aku jauh-jauh terbang ke sini untuk memberi laporan penting kepada Bos, tapi aku malah melihat pemandangan yang tak menguntungkan untukku!." Ia masih bergerutu kesal.
"Aku harus menemui wanita-wanitaku sekarang juga, masa bodoh jika bos mencariku. Salahkan saja dirinya sendiri yang membuat nafsuku memuncak seketika." Gumam Samuel kesal sambil berjalan keluar mansion.
Ia se-enak hati menyalahkan Shaka, padahal jika di pikir sebenarnya dialah yang salah karena masuk ke kamar orang tanpa permisi. Masih untung yang ia lihat hanya sekedar ciuman, bagaimana jika yang ia lihat adalah percintaan panas bos nya. Mungkin Samuel takkan bisa menahan nafsunya saat itu juga.
***
"Sangat memalukan.." Gloria menutup wajahnya dengan telapak kedua telapak tangannya, sesekali ia bergeleng cepat karena terlalu malu. "Kenapa sekretaris Sam tiba-tiba berada disini? Bukankah ia di indonesia?" Tanya Gloria setelah pikirannya sedikit tenang.
"Aku yang menyuruhnya kembali ke Spanyol, Ada hal penting yang harus ku bicarakan dengannya. Sayang.. Lusa aku akan pergi ke hawai untuk menemui beberapa investor besar, apa kau mau ikut denganku?" Shaka menatap lekat wajah Gloria yang masih memerah.
"Hah? Bolehkah?" Tanya Gloria.
"Tentu saja, anggap saja aku mengajakmu honeymoon meski terlambat."
Mendengar kata honeymoon mata Gloria seketika berbinar-binar, wanita mana yang tak mau menghabiskan waktu berdua bersama orang terkasih nya.
"Baiklah! Aku jadi tak sabar."
***
__ADS_1
Happy Reading.. see you