ISTRI RAHASIA TUAN MUDA

ISTRI RAHASIA TUAN MUDA
Mr. Zalleo 2


__ADS_3

"Shiit!!" Shaka mengumpat dalam hati, ia menengok ke belakang dan mendapati sebuah mobil di belakang mobilnya, lalu matanya terkunci pada seseorang berbaju yang memegang senapan di tangannya. Tak lama kemudian mobil itu melesat kencang dan hilang di balik lalu lalang kendaraan.


"Bos.. Kau baik-baik saja? Sial, aku tak memperhatikan mobil itu tadi." Umpat Samuel dari balik setir.


"Ya Sam.. Tapi tidak dengan dia." Shaka mengelus lembut punggung Gloria ketika ia merasakan tubuh wanita itu bergetar ketakutan, "Tenanglah sayang, kau akan selalu aman selama bersamaku." Ucapnya menenangkan wanita di pelukannya.


"Aku sudah menghubungi pengawal, mereka akan sampai sebentar lagi bos," Ujar Sam mengembalikan ponsel ke dalam sakunya. Ia tak mungkin melanjutkan perjalanan menggunakan mobil itu karena peluru yang di tembakan orang berbaju hitam tadi berhasil menembus ban mobil nya.


Tak butuh waktu lama, beberapa mobil hitam yang di tumpangi pengawal Shaka sampai di tempat kejadian. Setelah menepikan mobil beberapa pengawal langsung keluar dari mobil mereka dan berlari ke arah bos nya.


Setelah Gloria cukup tenang, Shaka keluar dari mobil nya dengan raut wajah yang sulit di tebak. Semua pengawal pun kompak merasakan firasat buruk yang akan menimpa mereka.


"Tak berguna!!"


Bug.. Bug..


Benar saja! Tak hanya umpatan yang keluar dari mulut Shaka, ia juga melayangkan Bogeman kepada pengawalnya satu persatu. Terutama pada pengawal yang di utus ibunya.


"Mengendarai mobil saja kalian tak becus! Bagaimana bisa kalian tertinggal jauh di belakang mobilku, karena kebodohan kalian BE'ORS berhasil menguntit ku! Dasar sampah!!"


Ia mengumpat tiada henti hingga seseorang meraih tangannya, "Sudah.. Jangan marahi mereka, yang terpenting tak ada yang terluka di antara kita."


"Sayang.. Ayo masuk ke dalam mobil yang lain, kita harus secepat mungkin sampai rumah." Suara Shaka melunak ketika berbicara pada wanitanya.


"Sam! Kau yang setir. Aku tak percaya jika pengawal bodoh ini yang menyetir mobil. Bisa saja nyawaku hilang sebelum sampai rumah."


"Siap bos."


Tepat 30 menit, mobil yang di tumpangi Shaka masuk ke dalam pekarangan mansion mewah milik orangtuanya.


"Kita sudah sampai bos." Sam turun dari mobil terlebih dahulu kemudian berinisiatif membukakan pintu untuk bosnya yang sedari tadi suasana hatinya sedang buruk.


"Sam!! Apa kau mencoba merayu istriku?!!"

__ADS_1


Sungguh sial, mungkin karena kurang konsentrasi dan asal membuka pintu ternyata pintu mobil yang ia bukakan adalah sisi dimana Gloria duduk.


"Eh.." Samuel sampai tak bisa berkata-kata, niat hati ingin memperbaiki suasana hati bos nya, malah sepertinya ia membuatnya lebih buruk.


"Jangan pernah macam-macam Sam! Atau kau akan ku pecat sekarang juga."


Tidak salah, suasana hati Shaka benar-benar semakin buruk karena ulah Samuel.


"Ti.. Tidak bos! Kau salah faham. Aku tak sengaja, aku bermaksud membuka pintu untukmu tapi entah kenapa aku berjalan ke sisi yang salah." Elak Sam sambil mengibas-ngibaskan tangannya di depan wajah.


"Jangan mengelak! Kau pikir aku tak tahu apa isi otak kotormu itu! Hanya ada ****** murahanmu dan bercinta dengan mereka yang memenuhi otak kecilmu itu. Jangan pernah berpikir menjadikan istriku salah satu dari mereka!"


"Kau berpikir terlalu jauh bos.. Sepertinya otakmu itu yang semakin mengecil."


"Sial! Kau--"


"Sangat cantik..."


Gumaman Gloria berhasil menghentikan perdebatan dua lelaki itu, Shaka menoleh ke arah Gloria yang sedang mematung menatap ke arah mansion milik orang tuanya.


"Kau suka? Ayo masuk kau bisa melihat lebih dalam lagi," Ucap Shaka namun tak ada sautan dari orang yang ia ajak bicara.


Bahkan, Gloria tak bergeming sedikitpun dari tempat duduknya. Wanita itu masih menatap penuh takjub pada pilar-pilar besar yang menyanggah mansion mewah di depannya.


Ia kira rumah Shaka adalah rumah terbesar dan termewah yang pernah ia lihat, namun perkiraannya meleset jauh ketika ia melihat bangunan di depannya sekarang. Mansion milik mertuanya ini 3 kali lebih besar dari kediaman Shaka, bayangkan saja ukurannya, bangunan ini bahkan terlihat seperti hotel atau mungkin istana kerajaan. Ia pasti akan tersesat jika masuk ke dalamnya.


"Sayang..." Shaka mencoba memanggil Gloria tetapi Gloria seakan tak mendengarnya.


Karena geram, Akhirnya Shaka keluar dari mobil kemudian menggendong tubuh Gloria dari tempat duduknya.


"Aah..!" Gloria terperanjat ketika merasakan tubuhnya melayang, ia reflek melingkarkan tangannya ke leher jenjang Shaka.


"Aku memanggilmu dari tadi dan kau tak mendengarnya, dengan begini akan mempersingkat waktu daripada menunggumu yang tak kunjung berdiri dari tempat dudukmu." Gerutu Shaka sambil berjalan cepat ke dalam mansion.

__ADS_1


Beberapa pelayan yang berpapasan dengannya menunduk hormat dan tak ada yang berani berkomentar tentang wanita yang berada dalam gendongan tuan muda mereka, meski banyak sekali pertanyaan yang kini terlintas di otak mereka. Bagaimana tidak! Wanita itu berbeda dengan wanita yang terakhir kali tuan mudanya ajak ke Mansion milik keluarga Zalleo itu.


"Cepat turunkan, aku malu di lihat orang-orang itu." Bisik Gloria.


Shaka menaikkan satu alisnya, "Orang-orang? Siapa?."


"Mereka." Gloria menunjuk ke arah beberapa wanita dan pria yang memakai seragam pelayan.


"Sayang... Jangan jadikan pelayan sebagai alasan."


Setelah berjalan cukup jauh, tibalah Shaka di kamar miliknya di lantai 2. Ia membawa Gloria masuk dan membaringkan wanita itu di atas ranjang berukuran ekstra.


"Sekarang istirahatlah sayang, kau tahu kan aku masih harus menyelesaikan beberapa urusan?" Ucap Shaka menatap mantap manik mata coklat Gloria.


"Tapi--" Perkataan Gloria terpotong saat Shaka mengeluarkan kembali suaranya.


"Aku tak menerima bantahan sayang, istirahatlah dengan nyaman dan aku akan menyuruh pelayan untuk menyiapkan segala kebutuhanmu."


Gloria mengangguk, lalu Shaka mengecup singkat kening Gloria, "Good girl..."


Shara mengerutkan keningnya saat melihat ekspresi aneh Gloria, "Why? Kenapa raut wajahmu seperti itu?"


"Kau tanya kenapa? Sayang.. Apa kau tak bisa membaca membaca raut wajahku yang khawatir ini?"


"Jangan cemas, aku pastikan aku akan baik-baik saja dan segera kembali. Tidurlah selagi aku pergi." Shaka mengecup kening Gloria lagi dan turun ke bibir mungil wanita itu.


"Hati-hati suamiku," Ucap Gloria setelah ciuman mereka berakhir.


Di detik berikutnya Shaka sudah memunggunggi Gloria dan berjalan ke luar pintu.


"Sam!!" Teriak Shaka keras setelah menutup pintu kamarnya rapat.


"Sam!!" Teriaknya sekali lagi.

__ADS_1


"Samuel!!"


**


__ADS_2