
"Sayang.. Gloriaku." Ucap Shaka dengan suara seraknya yang khas, ia segera berlari menghampiri Gloria yang baru saja turun dari mobil dan langsung berhambur memeluknya.
"Tuan muda kau kenapa?." Tanya Gloria yang bingung dengan tingkah Shaka.
"Sudah ku bilang aku bukan Tuanmu, jadi berhenti mengucap kata Tuan muda. Jangan sekali-kali kau menolak panggilan telfonku lagi. Kau membuatku khawatir mengerti?." Ucap Shaka dengan sorot mata yang tajam.
"Kata supir kau terburu-buru pulang karena tak bisa menghubungi ku. Maafkan aku, gara-gara aku pasti pekerjaanmu banyak yang tertunda." Gloria memasang wajah bersalahnya.
"Pekerjaanku tak lebih penting dari kamu, Gloriaku." Shaka membelai pipi Gloria yang merona. Sentuhan dan kata-kata lelaki itu begitu lembut, sangat lembut. Membuat Gloria merasakan sesuatu yang bergemuruh di dadanya.
***
Gloria menatap laptopnya yang ia taruh di atas meja sedari tadi, beberapa kali ia menyalakannya namun hasilnya nihil. Ia menghela nafas kasar dan mencoba mengutak-atik laptop itu namun tetap saja percuma.
Tanpa Gloria sadari, Shaka yang sedang duduk di sofa untuk mengecek beberapa berkas memperhatikan tingkahnya sejak tadi. "Kenapa kau melihat laptopmu dari tadi?" Tanya Shaka.
"Ini, sepertinya rusak karena tadi aku tidak sengaja menjatuhkannya." Gloria memperlihatkan laptopnya yang mati.
"Yasudah, buang saja! Aku akan membelikan mu yang baru. Bahkan yang tercanggih." Mata Shaka kembali tertuju pada berkas yang ia baca. Begitu mudahnya Shaka berucap, lelaki itu akan membeli laptop tercanggih bagaikan seperti membeli sebuah kacang.
"Ini adalah benda pertama yang kubeli setelah aku gajian saat bekerja di hotelmu." Gloria mengingat kembali betapa sulitnya ia bekerja di ARS Hotel.
"Sudahlah, lebih baik kita tidur. Malam sudah semakin larut." Shaka menyimpan berkas-berkas yang ia pegang lalu merebahkan dirinya di atas tempat tidur yang nyaman. Di susul Gloria yang membaringkan tubuhnya di samping Shaka.
Ketika Gloria akan memejamkan matanya, tiba-tiba Shaka menindih tubuh mungil Gloria.
"Suamiku apa yang kau lakukan, cepat turun! Kau sangat berat." Gloria bahkan tak bisa menggerakkan badannya karena terkunci oleh tubuh besar Shaka.
"Ayo Olahraga malam sebelum tidur." Ucap Shaka tepat di telinga Gloria.
"Olahraga malam?" Gloria faham betul apa yang dimaksud suaminya itu.
"Ya, olahraga di atas ranjang." Tangan nakal Shaka menyusup ke baju tidur Gloria dan meremas sesuatu yang menjadi favoritnya. Spontan desahan kecil keluar dari mulut Gloria.
"Sayang..." Shaka berbisik dan menciumi leher Gloria yang jenjang, hingga Gloria ikut terhanyut dalam buaian Shaka. Beberapa saat kemudian terjadilah olahraga malam yang Shaka inginkan.
***
"Woow.. Semuanya lihat! sugar baby punya laptop baru. Ini laptop mahal guys.. Pasti ia membelinya dengan uang dari hasil menjadi seorang simpanan om-om yang kemarin!." Joelly berteriak tepat di depan Gloria, kini semua mata melihat ke arah Gloria dengan tatapan sinis.
"Apa sih Joelly, lo jangan sembarangan bicara." Yuna segera berdiri lalu mendorong tubuh Joelly.
__ADS_1
"Kalau nggak jadi sugar baby, bagaimana dia bisa beli laptop mahal ini. Lo jangan tertipu dengan wanita ****** seperti dia." Ucap Joelly pada Yuna, "Dasar wanita murahan!!!." Imbuh Joelly menatap jijik pada Gloria lalu pergi dari hadapan Gloria dan Yuna.
"Udah Yun, biarkan saja." Gloria mencegah Yuna yang akan mengejar Joelly.
"Kamu nggak boleh biarkan dia begitu saja Glo. Mulutnya akan menjadi semakin liar." Ucap Yuna kesal.
"Tidak masalah oranglain berkata jelek tentang ku, yang penting kamu tetap percaya aku."
"Itu tentu saja. Aku selalu percaya padamu. Meski kamu nggak jelasin apa-apa aku tetap percaya. Kita udah lama temenan jadi aku paling tau bagaimana sifat sahabatku."
"Thanks Yuna sayang." Kedua sahabat itu saling berpelukan.
Tanpa mereka berdua tahu, Mr. Jacob sudah berada di ambang pintu dan mendengar semua percakapan mereka termasuk perdebatan dengan Joelly.
***
Grep.. Sebuah tangan kekar menarik lengan Gloria saat ia baru saja keluar dari toilet kampus.
"Jacob.. " Lirih Gloria, ternyata orang yang menariknya adalah Jacob.
"Ikut aku." Jacob membawa Gloria ke lorong yang sepi.
"Gloria, aku sangat merindukanmu" Tiba-tiba Jacob memeluk tubuh Gloria begitu saja.
"Jacob, stop! What are you doing?"
" Gloria, listen to me!"
"Memang apa yang harus ku dengarkan dari bedebah seperti kamu." Gloria mendorong paksa tubuh Jacob.
"Ayo kita mulai hubungan kita dari awal lagi, aku masih mencintaimu."
Gloria mengangkat satu sudut bibirnya, "Memulai hubungan lagi kau bilang? No Jacob!! Kau sendiri yang mengakhiri hubungan kita!". Teriak Gloria.
" Sayang.. Aku punya alasan, aku bisa jelaskan itu." Tangan Jacob membelai pipi Gloria, namun Gloria segera menyentak nya.
"Jangan pernah lagi memanggilku sayang, itu terdengar menjijikkan."
"Kembalilah padaku Gloria. Aku berjanji tidak akan meninggalkanmu lagi."
"No! Aku sudah memiliki yang lebih baik darimu."
__ADS_1
"Apakah itu lelaki yang menghampirimu ke kampus dengan mobil mewah kemarin?. Gloria kau tak harus menjadi seorang simpanan pria tua, kembalilah padaku." Jacob menarik tangan Gloria lagi.
PLAKK..
Gloria menampar dengan keras pipi Jacob, "Kau tak tahu apa-apa tentangku Jacob." Gloria segera berlari meninggalkan Jacob yang memegang pipinya yang merah karena tamparan Gloria.
"Aku tak akan melepaskanmu lagi sayang.." Lirih Jacob lalu ia pergi dari tempat itu.
Flashback
Beberapa tahun silam.
Sepasang kekasih bercanda tawa di sebuah taman ditengah kota, "Jacob berjanjilah kau akan selalu bersamaku."
"Ya, aku janji sayang." Jacob mengeluarkan kotak kecil sari sakunya, lalu membukanya di depan kekasihnya. "Gloria, will you marry me?." Jacob berlutut dan menyodorkan kotak cincin itu.
"Are you sure?" Gloria terkejut, ia tak menyangka Jacob akan melamarnya secepat ini.
"Yes dear" Jacob mengangguk. Dengan segera Gloria pun membalasnya dengan anggukan lalu dia menghambur ke dalam pelukan Jacob.
"I love you Gloria."
"love you too.. "
Flasback off
**
Gloria berlari kembali ke toilet, ia menumpahkan airmatanya yang dari tadi ia bendung. Kenapa di saat ia sudah mulai menata hidup baru, kekasih masalalu nya malah muncul di hadapannya.
Luka yang sudah hampir sembuh kini tergores kembali. Sakit, sangat sakit. Gloria teringat betapa sakit hatinya dulu saat orang yang di cintainya pergi tanpa ada kabar.
Flashback.
Hari berlalu, bulan berlalu, bahkan tahun pun berlalu. Waktu terus berjalan tapi Gloria masih menunggu Jacob datang untuk memenuhi janjinya. Janji untuk menikah dan hidup selamanya bersamanya. Hahaha!! Terkadang Gloria ingin tertawa keras, meluapkan segala emosi yang bergejolak di dadanya. "Kau sungguh bodoh Gloria!! Kau masih saja menunggu seseorang yang mungkin saja sudah melupakanmu!." Gloria merutuki dirinya sendiri.
Gloria sedikit demi sedikit melupakan Jacob, hingga suatu hari saat bekerja ia bertemu Shaka dengan kejadian yang tak terduga.
Flashback off.
***
__ADS_1