
Flash back
Dengan langkah gontai karena lelah Gloria tetap melanjutkan pekerjaannya sebagai office girl di sebuah hotel mewah, tak peduli peluh keringat membasahi wajah nya yang cantik jelita dan kaki yang sedikit bergetar karena tenaga nya sudah banyak terkuras dia tetap menyemangati dirinya sendiri. Gloria tak pernah mengeluh sedikitpun dengan kehidupannya yang berbeda dengan teman temannya, dia harus bekerja keras agar bisa menyambung hidup dan meneruskan kuliah.
"Sudah hampir tengah malam aku harus bergegas menyelesaikan pekerjaanku, kalau tidak besok aku akan telat bangun." Lirih Gloria dengan tangannya memegang sapu dan pel. Ya dia dan beberapa orang yang perkerjaan ya sama dengannya sedang membersihkan sebuah ruangan besar yang baru selesai di sewa untuk sebuah acara kalangan elit.
Sesekali dia menyeka anak rambut yang menghalangi keningnya.
"Semangat Gloria.. Semangat!!". Dia menyemangati dirinya sendiri sambil mengepel lantai yang dia injak.
Selang 1 Jam akhirnya Gloria menyelesaikan semuanya. Dia bergegas pulang karena waktu sudah menunjukkan pukul 12 malam. Dia menyusuri lorong hotel yang sepi karena memang sebagian penyewanya sudah terlelap dan terbuai di alam mimpi.
"Kenapa kepalaku pusing?.. pasti karena terlalu lelah, ah iya aku juga belum makan malam".
Krucukkk... tiba-tiba terdengar suara cacing dari perut Gloria yang memprotes untuk segera di kasih makan.
"Aku memikirkan makan malam dan sekarang perutku terasa sangat lapar", keluh Gloria sambil tangannya mengelus perut.
BRUK...
Tiba-tiba dia mendengar suara gaduh dari ujung lorong, dia segera mencari tau asal suara tersebut. Dan dia menemukan seorang pemuda yang tergeletak di depan pintu kamar dan beberapa kotak yang berceceran, dari dalam kotak tersebut terlihat beberapa perhiasan dan gaun mewah. Mungkin kotak itu tak sengaja terbuka karena terjatuh.
"Tuan.. anda tidak apa-apa?". Tanya Gloria yang berniat menolong pemuda tersebut namun tak ada sautan.
"Tuan.." Gloria mencoba memanggilnya sekali lagi.
"Hhmm.. Siapa itu". Sahut pemuda yang terlihat mabuk tersebut. Ya, pemuda itu adalah Arshaka.
"Tuan biar ku bantu berdiri", Gloria meraih tubuh Arshaka membantunya berdiri, sangat berat, dengan tenaga yang ekstra akhirnya tubuh mungil Gloria berhasil menyanggah tubuh pemuda yang berpostur tinggi tersebut.
Tanpa berkata sepatah katapun Shaka menyodorkan kartu akses untuk membuka kamar. Gloria meraihnya dan segera membuka pintu, Gloria memapah tubuh Shaka yang sangat berat dengan susah payah lalu membaringkannya di sofa, kemudian Gloria kembali keluar untuk mengambil kotak milik Shaka yang berceceran di depan pintu kamar hotel dan menaruhnya di meja dekat sofa tempat Shaka sedang berbaring.
Tak ada niat di benak Gloria untuk mengambil kotak itu dan membawanya pulang, meski didalamnya terdapat barang yang mahal, namun itu bukanlah miliknya jadi tentu saja bukan hak nya.
"Tuan, saya menaruh barang anda di meja, saya harus segera pulang, semoga anda baik-baik saja". Ucap Gloria dengan pelan.
__ADS_1
GREP...
Saat kakinya akan melangkah menuju pintu keluar tiba-tiba ada yang menarik tangannya, seketika Gloria menoleh dan benar saja Shaka yang menarik tangan Gloria.
"Jangan.. Jangan pergi", Lirih Shaka
"Jangan tinggalkan aku Cassy".
"Maaf Tuan, saya bukan Cassy." Segera Gloria menimpali ucapan Shaka. Barangkali Cassy adalah kekasih lelaki tersebut dan lelaki itu salah mengenali orang karena dia sedang mabuk, begitulah pikir Gloria.
Namun bukannya melepaskan tangan Gloria, malah Shaka semakin mengeratkan genggamannya, dengan langkah perlahan Shaka mendekati Gloria.
" Tuan, Anda salah or... " Belum juga Gloria menyelesaikan kalimat nya Shaka sudah ******* bibir Gloria, seketika Gloria memberontak memukul mukul pundak Shaka namun seolah tak ada artinya. Shaka semakin liar menciuminya, hingga dia merasa kehabisan oksigen, tangan Shaka menggerayangi tubuh Gloria. Airmata Gloria mulai luruh membasahi wajahnya yang jelita.
Kini Shaka mendorong tubuh Gloria hingga keduanya terjatuh di atas sofa.
"Tuan kumohon lepaskan saya." Isak Gloria, tangannya tak henti hentinya memukuli dada Shaka yang kekar.
Sungguh efek alkohol yang mengerikan, Shaka tak perduli tangisan Gloria yang ada di depannya.
Baju Gloria di robek paksa oleh Shaka.
Tangannya semakin liar menyusuri apapun di balik baju yang sudah koyak itu hingga berhenti pada gundukan sintal milik Gloria, dia meremas nya lalu ******* gundukan sintal tersebut.
Gloria meronta sejadi jadinya, airmata sudah membanjiri seluruh wajah gadis itu. Namun apa daya tenaganya semakin lama semakin lemah hingga dia hanya bisa pasrah.
Apakah aku akan kehilangan harta yang selalu kujaga selama ini?
Apakah ini adalah akhir dari hidupku?.
Begitulah yang ada di benak Gloria.
Setelah Shaka puas menyusuri setiap jengkal tubuh bagian atas Gloria, kini dia beralih melepas paksa celana yang Gloria kenakan. Sedangkan Gloria yang tenaganya sudah habis terkuras tak sanggup lagi melawan, hanya bisa menangis dan menggigit bibir bawahnya hingga berdarah.
"Sayang.. Jadilah milikku". Terdengar suara Shaka yang serak, dia berhasil membuang seluruh pakain Gloria, terlihatlah tubuh yang begitu mulus dan menggugah gairah. Kini dia mulai beralih menanggalkan pakaian yang dia kenakan.
__ADS_1
Shaka mulai membuka paksa pangkal kaki Gloria dan terjadilah hal mengerikan yang tak pernah Gloria bayangkan.
Flashback off
***
"Gila lo !!, Lo tidurin anak orang!." Teriak Samuel dengan satu jari menunjuk ke muka Shaka.
"Mabuk gue!, gue kira dia Cassy. Tapi saat gue bangun pagi hari, ternyata dia wanita lain."
"Yaudah, biarin aja. Kasih aja cewek itu uang. Beres..!!." Sudut bibir Samuel sedikit terangkat keatas, kepalanya mengangguk pelan. Dia fikir dia sudah menemukan solusi yang sempurna.
"Brengsek lo !, lo pikir gue kayak lo !!, habis tidurin anak orang langsung lo tinggal kabur gitu aja." Segera mengelak ide gila yang di lontarkan sekretaris nya itu. "Ini pengalaman pertama gue, lagipula cewek itu juga masih segelan. Gue yang pertama buka segel nya Sam. Jelas lah gue harus tanggung jawab, gue bukan cowok brengsek kayak lo..!!" Imbuh Shaka.
"Yakin lo mau nikahin cewek yang lo sendiri gak tau identitasnya?." Sam sedikit mencondongkan wajahnya kearah Shaka.
"Itu tugas lo..! Namanya Gloria, dia staf cleaning servis di Hotel gue, cari informasi lebih lanjut tentang dia." Perintah Shaka sambil menyesap segelas kopi hitam.
"Wah!! Wah!! Lo bener-bener gila.. Karyawan sendiri lo embat! Dasar Bos cabul lo..!!."
"Sialan lo..! Lo bilang gue bos cabul!." Shaka menyemburkan kopi yang ia minum hingga mengenai baju Samuel.
"Santai bos.. Santai.. baju gue nggak salah apa-apa." Mengelap bajunya dengan tisu.
"Pergi lo sana! Gue tunggu 2 jam lagi semuanya harus udah siap." Shaka melempar koran yang ia pegang hingga hampir mengenai muka Samuel.
.
.
.
.
.
__ADS_1