ISTRI RAHASIA TUAN MUDA

ISTRI RAHASIA TUAN MUDA
Pengganggu Kecil


__ADS_3

Waktu menunjukkan pukul 03.00 dini hari, suara dering ponsel membangunkan Shaka yang baru saja terlelap, tertulis nama Samuel ketika ia melihat layar benda pipih itu. "Dasar sekretaris sialan! Tidurpun masih saja kau ganggu." Gumam Shaka kesal, ia turun dari ranjang agar Gloria tak terbangun saat ia mengangkat telfon.


"Ada apa!!." Ketus Shaka saat menempelkan ponselnya di antara telinga.


"Bos, CEO Perusahaan PJ. Export meninggal sore tadi." Ucap Sam di balik telfon.


"Apa hubungannya denganku, kau mengganggu tidur ku hanya untuk memberi kabar yang tidak penting!." Geram Shaka, andai Sam ada di depan nya saat ini pasti sekretaris itu sudah mendapatkan pukulan keras di kepalanya.


"Bos apa kau lupa!! Dia adalah Tuan Pedro joeslin, ayah dari gadis yang kau hakimi tempo lalu, tentu saja ada hubungannya denganmu! Kau yang membuatnya seperti itu." Teriak Sam.


"Cih..! Itu karena ulah anaknya sendiri. Aku bahkan belum menyentuh Pria tua itu sedikitpun." Shaka tak mau mengambil pusing.


"Satu hal lagi, istrinya menggila gara-gara PJ. Export bangkrut! Dan Joelly, wanita itu mencoba bunuh diri setelah pemakaman ayahnya tengah malam tadi. Kau luar biasa bos!! Kau benar-benar menghancurkan gadis iblis itu!" Terdengar tawa puas Sam dari sana.


"Dia memang pantas mendapatkan nya setelah apa yang ia lakukan terhadap istri ku."


"Kau benar bos.. Yasudah, lanjutkan lagi tidurmu bos, aku juga akan melanjutkan tidurku bersama wanita-wanita ku." Ucap Sam sambil terkekeh.


"Dasar lelaki brengsek!! Pantas saja aku mendengar desahan ******-jalangmu itu."


"Haha ayolah bos.. Aku juga butuh hiburan setelah bekerja keras untukmu beberapa hari terakhir ini." Benar, Sam memang bekerja keras selama seminggu ini karena hampir separuh pekerjaan Shaka di limpahkan kepada Sam.


"Ck.. Terserah kau saja." Ketus Shaka lalu memutus panggilan telfonnya dan berjalan kembali ke ranjangnya.


Shaka menatap Gloria yang tertidur sangat pulas, terukir sedikit senyum di bibir wanita itu. Entah apa yang ia mimpikan, mungkin saja ia bertemu dengan bayi mungilnya di surga, bayi yang belum sempat ia ketahui bagaimana wajahnya.


Dengan perlahan Shaka mengecup setiap jengkal wajah Gloria tanpa sisa, ia semakin gemas saat Gloria menggeliat kan badannya. Ia tertawa kecil, namun tawanya segera hilang saat pandangannya turun ke perut Gloria yang sedikit terlihat karena baju tidurnya tersingkap. "Sayang.. Kau pernah ada disini." Ia meraba perut rata Gloria.


Sebenarnya perasaannya masih begitu sangat terluka, tapi sebagai lelaki ia di tuntut sebisa mungkin terlihat tegar di setiap situasi dan kondisi apapun. Ia berbaring menghadap Gloria, merengkuh tubuh mungil wanita itu, lalu mulai memejamkan matanya lagi.


***


Cup.. Shaka mengecup singkat bibir Gloria saat wanita itu mengerjap matanya, "Morning kiss.." Ucap Shaka lembut sembari tersenyum hangat. Setelah mendapat telfon dari Samuel fajar tadi, ia tak bisa tertidur lagi meski mencoba memejamkan matanya berulang kali, akhirnya ia hanya berbaring di samping Gloria menunggu wanita itu bangun dari tidur.


Cup.. Gloria membalas ciuman di pipi Shaka.

__ADS_1


"Kau semakin berani ya.." Shaka menarik ke atas satu sudut bibirnya.


"Tentu saja, kenapa tidak! Bukankah kau lebih suka wanita agresif.." Gloria merangkak perlahan ke atas tubuh Shaka, kemudian menelusuri dada Shaka dari balik baju tidurnya.


"Cukup! Turun dari tubuhku sayang." Ucap Shaka dengan suara seraknya, wajahnya memerah padam. Bukan karena menahan amarah melainkan karena ia mencoba menahan sesuatu yang sedang mengeras di bawah sana.


"Hahaha baiklah." Gloria segera turun lalu berlari ke kamar mandi sambil tertawa lantang setelah sukses menggoda suaminya.


"Shit!." Umpat Shaka sambil mengatur nafasnya yang masih menderu. Andai saja Gloria tidak dalam keadaan habis keguguran, tentu saja ia langsung melahap nya tanpa sisa. Aaah betapa malang nasib lelaki itu sekarang, untuk melepaskan hasrat saja harus ia tahan kuat-kuat.


Setelah nafasnya mulai stabil, ia lebih memilih menyulut sepuntung rokok yang ia ambil dari dalam laci. Menikmati setiap asap yang menari bebas di dalam paru-paru nya, bisa saja ia masuk ke dalam bathroom untuk mandi bersama Gloria, namun ia urungkan karena ia tak kan bisa mengendalikan sifat liarnya sebagai lelaki jika melihat tubuh polos wanita yang ia cintai itu.


"Jangan terlalu sering merokok, aku masih ingin hidup lama bersamamu." Ucap Gloria yang baru saja keluar dari dalam kamar mandi.


"Memang apa hubungannya merokok dengan kita hidup bersama?," Shaka menoleh ke arah Gloria sambil menaikkan satu alisnya.


Gloria berkacak pinggang, "Apa kau tak tahu slogan merokok dapat membunuhmu!."


"Kau mencemaskan ku, sayang?." Seringai Shaka membuat wajahnya semakin terlihat tampan.


Seringai Shaka semakin lebar, "Oke.. Sebelum membuat anak aku harus memastikan lawanku cukup kuat untuk menandingi ku, ganti bajumu dan tunggu aku selesai mandi setelah itu aku akan membuat makanan untukmu." Ia mematikan puntung rokoknya.


Gloria mengangguk, ia segera masuk ke dalam ruang ganti untuk mengganti bathrobe yang ia kenakan dengan pakaian yang nyaman. Sedangkan Shaka sudah juga sudah tak terlihat lagi karena lelaki itu sudah masuk kedalam kamar mandi.


***


"Aku tak cukup yakin kau bisa memasak." Ucap Gloria saat Shaka mulai memakai apron masak.


"Aku juga tak yakin." Shaka membuka kulkas dan melihat satu persatu bahan makanan yang tersedia di sana.


"Kalau tak yakin kenapa kau memasak?, aku rasa sebaiknya kau berhenti mencoba sebelum kau meledakkan dapurmu."


"Berhentilah bicara, sekarang katakan kau mau makan apa?" Shaka berbalik menghadap ke Gloria.


Gloria menghela nafas, "Terserah asalkan bisa di makan." Gloria menampakan senyum di wajah cantiknya.

__ADS_1


"Oke... Mari kita mulai." Sesaat kemudian Shaka sudah berkutat dengan peralatan memasak dan bahan-bahan yang sudah ia pilih.


"Bibi Rick.. Apa tak masalah jika tuan muda mu melakukan ini?." Tanya Gloria pada bibi Rick yang baru saja tiba di dapur.


Bibi Rick membulatkan matanya saat melihat tuan mudanya memasak sendiri di dapur, "Sepertinya tak masalah nona." Bibi Rick sedikit ragu dengan yang ia ucapkan sendiri, karena bagaimanapun ini pertama kali bagi tuan mudanya menyentuh dapur.


Gloria menopang kepalanya dengan satu tangannya di dagu, sesekali ia melebarkan matanya karena terpana oleh Shaka. Lelaki itu terlihat sangat tampan meski memakai kaos dan celana santai rumahan. Apalagi dengan apron yang melingkar manis di tubuhnya, "Memasak pun dia masih terlihat sangat tampan." Gumam Gloria.


Dan juga, Gloria merasa takjub sekaligus terharu melihat lelaki di depannya itu ternyata begitu lihai memasak bagaikan koki profesional. "Bibi Rick, apa tuan muda mu itu memang ahli dalam segala hal?." Gumam Gloria yang masih bisa di dengar bibi Rick.


"Sepertinya iya nona." Bibi Rick sendiri hampir tak percaya kalau tuan mudanya sangat pandai meracik masakan.


Beberapa saat kemudian Shaka membawa sepiring makanan ke depan Gloria, "Silahkan di nikmati nona muda." Ucapnya menirukan seorang pelayan.


"Terimakasih, kau memasak omelet?." Gloria memutar-mutar piringnya. "Mmm.. Ini kelihatan enak."


Ia memotongnya lalu memasukkan omelet buatan suaminya ke dalam mulutnya, "Delicious.. Kau sungguh koki terbaik suamiku.!."


"Kalau begitu habiskan, aku akan sering-sering memasakkan makanan untukmu." Shaka mengelus pucuk kepala Gloria.


"Kau memang suami idaman." Puji Gloria yang membuat Shaka melambung tinggi. "Buka mulutmu suamiku, kau juga harus menikmati masakanmu yang lezat ini."


"Tidak-tidak.. Aku sudah kenyang setelah memasak." Tolak Shaka karena ia memang kenyang setelah membuat makanan untuk Gloria.


Tiba-tiba suara ponsel dari saku Shaka menghancurkan momen indah Shaka di pagi hari. "Apa!!." Bentak Shaka pada seseorang yang menelfonnya.


"Bos.. Kenapa kau belum juga berangkat ke kantor.. Aku merindukanmu." Rengek Samuel seperti anak kecil.


"Cih! Bilang saja kau kerepotan dengan pekerjaan yang ku berikan padamu." Remeh Shaka.


"Hehe kau memang paling mengerti aku bos.. Kalau begitu segeralah datang ke kantor, kalau tidak jari-jari ku akan patah karena terlalu lelah."


"Hmm"


"Aku tungg...."

__ADS_1


Tut.. Tut.. Shaka mengakhiri panggilannya sebelum Sam selesai berbicara. "Dasar pengganggu.!." Gumam Shaka.


__ADS_2