ISTRI RAHASIA TUAN MUDA

ISTRI RAHASIA TUAN MUDA
Kembali Ke Rumah


__ADS_3

"Mungkin dia masih tidur."


"Tidur??." Gloria mengernyit bingung karena ia tak melihat Sam di dalam rumah, lalu dimana pemuda itu tidur.


"Ya, tidur di dalam mobil."


"Astaga... Sayang cepat kau bangunkan sekretaris Sam, dia pasti lelah tidur di dalam mobil semalaman." Gloria terperanjat dari duduknya.


"Jangan pikirkan dia, kalau dia lelah pasti akan mencariku nanti. Ayo kembali ke dalam rumah kau mau memasak untukku kan?." Shaka langsung membopong tubuh Gloria tanpa permisi.


"Aaahh sayang.. Kau kebiasaan!." Jerit wanita itu yang kini berada dalam gendongan Shaka.


Setelah mereka masuk kedalam rumah, Gloria segera memasak makanan sederhana karena bahan-bahan yang ada tak memungkinkan untuk memasak hidangan favorit Shaka.


"Sayang.. Tak apa kan jika kau sarapan dengan makanan sederhana seperti ini?." Gloria menyajikan Ikan goreng dan tumis sayur di atas meja makan.


Menu yang ada di hadapan Shaka kali ini sungguh berbeda dengan sarapan yang biasanya para pelayan sajikan di rumahnya, mulai dari sandwich hingga beragam menu lainnya.


"Selama itu kau yang memasak, apapun makanannya akan terasa nikmat." Shaka tersenyum lembut pada Gloria, lalu mengecup tangan Gloria.


"Kau sangat pintar merayu, bisakah aku minta tolong padamu untuk memanggil kan sekretaris Sam, suamiku? Kasihan jika ia melewatkan sarapan."


"Tidak!! Aku akan menghabiskan semua makanan buatanmu." Tolak Shaka. Kenapa ia harus memanggil Samuel, sekretaris itu pasti akan mengganggu moment sarapan paginya bersama sang istri.


"Jangan seperti anak kecil, kalau kau tak mau memanggil sekretaris Sam biar aku sendiri yang memanggilnya." Ucap Gloria cemberut kemudian mulai melangkahkan kakinya dengan tertatih.


"Baiklah-baiklah.. Aku akan memanggil sekretaris sialan itu!. Kau duduklah disini dan tunggu aku." Shaka menepuk kursi dan mempersilahkan Gloria duduk. Lalu dengan berat hati ia keluar untuk memanggil Samuel.


Gloria menyunggingkan senyum yang menambah kecantikan wajahnya. "Nah.. Begitu baru bagus."


PLAK..


"Sayang...!!." Teriak Sam langsung terbangun dari tidurnya gara-gara seseorang memukul kepalanya.

__ADS_1


"Sayang..! Sayang! Kau pasti sedang bermimpi kotor bersama ******-jalangmu!!." Bentak Shaka geram.


"Bos... Kau mengganggu mimpiku yang indah." Sam mengusap kepalanya dan mengucek matanya yang masih mengantuk.


"Cepat masuk ke rumah, istriku sudah menunggu untuk sarapan. Silahkan lanjut tidur dan mimpi kotormu itu jika kau ingin perutmu kelaparan!." Setelah berkata Shaka langsung pergi begitu saja.


Mendengar kata sarapan mata Sam langsung berbinar, karena sejak semalam cacing dalam perutnya meronta-ronta minta di beri makan. "Bos.. Tunggu aku!!."


Setibanya mereka di meja makan Sam duduk di kursi setelah menyapa nona mudanya. Akhirnya mereka bertiga memulai sarapan dengan tenang di iringi suara sendok dan garpu yang saling beradu.


***


Disinilah Gloria sekarang, kembali lagi di kamar yang memberinya cerita bersama orang yang ia cinta, dan kembali lagi pula ia ke dalam dekapan hangat orang tercinta.


Flash back


"Sayang... Maukah kau kembali ke rumah kita?." Tanya Shaka saat suapan terakhir telah habis di mulutnya.


"Ya, tentu." Jawab Gloria tanpa pikir panjang, ia sendiri sudah rindu dengan suasana rumah megah milik suaminya itu.


Uhuk.. Uhuk... Sam tersedak minuman yang ia teguk. "Bos.. Kau mengagetkan ku.."


"Cepat siapkan mobil, kita pulang sekarang!!." Pinta Shaka sembari melingkarkan tangannya ke pinggang Gloria.


"Bos.. Setidaknya biarkan aku menghabiskan makanku dulu, lagipula mobilmu sudah ada di depan rumah apalagi yang harus di siapkan." Rengek Sam dengan mulut penuh makanan.


"Suamiku, biarkan Sam menyelesaikan sarapannya dulu." Ucap Gloria lembut pada siang suami.


"Kau selalu membela sekretaris sialan ini." Shaka menepuk keras punggung Sam hingga sekretaris itu tersedak makanan yang ia kunyah.


Uhuk.. Uhuk.. Ia terbatuk-batuk dan menepuk-nepuk dadanya berulang kali.


Gloria yang melihatnya segera menyodorkan segelas air putih dan langsung di teguk habis oleh Sam, "Terimakasih nona."

__ADS_1


Akhirnya setelah drama kecil di meja makan selesai, ke tiga orang itu pulang kembali ke rumah Shaka.


Flashback off


"Jangan pernah pergi dari rumah lagi, apalagi berfikir untuk meninggalkanku." Shaka mendekap erat tubuh Gloria dari belakang.


"Bukankah kau sendiri yang menyuruhku? Siapa yang berteriak cerai padaku? Aku bahkan tak pernah punya niat jauh darimu apalagi meninggalkanmu." Gloria berbalik badan sambil mengerutkan keningnya.


"Iya.. Iya.. Semua salahku." Shaka mengelus lembut pucuk kepala Gloria lalu mengecup kening wanita terkasihnya itu. "Angin semakin dingin, sebaiknya kita masuk atau kau akan sakit." Shaka membopong tubuh mungil Gloria lalu berjalan perlahan ke ranjang.


Setelah membaringkan Gloria ke ranjang Shaka menindih tubuh Gloria, lalu ia melum*t bibir istrinya yang begitu menggoda dan membuka kancing bajunya satu persatu. Namun Gloria sama sekali tak membalas aksi Shaka sehingga lelaki itu menghentikan aktifitasnya. "Sayang, kenapa?."


"Kau hanya menginginkan tubuhku, kau meminta maaf padaku agar kau bisa bercumbu denganku lagi kan?. Bahkan baru sehari kita berbaikan dan sekarang kau ingin melakukannya, jadi ini membenarkan kata-kata ku bukan? Kau hanya ingat bercinta saat bersama ku." Lirih Gloria yang masih berada di bawah tubuh Shaka.


"Tidak!!." Shaka menjatuhkan tubuhnya di samping Gloria. "Aku tak akan melakukannya jika kau tak memperbolehkan. Maafkan aku, aku benar-benar mencintaimu." Shaka membawa Gloria ke dalam dekapannya.


"Sayang.. Percayalah, aku sungguh mencintaimu. Jangan pernah berfikir aku hanya menginginkan tubuhmu." Lanjut Shaka seraya mengelus lembut rambut Gloria.


Gloria menelusup kan wajahnya ke dada bidang Shaka, "Aku juga mencintaimu." Gloria mengangkat wajahnya, memperhatikan wajah tampan Shaka lalu ia mel*m*t bibir suaminya.


Setelah berciuman cukup lama ia mendorong tubuh kekar Shaka hingga ia berada di atas tubuh lelaki itu, kemudian ia kembali mel*mat bibir Shaka dan mulai memainkan jemarinya menelusup ke bagian bawah Shaka.


Shaka yang mendapat perlakuan agresif dari Gloria membuat darahnya berdesir hebat, bagaimana tidak! Ia memang menginginkan nya sedari tadi dan sekarang istrinya malah menggodanya. "Sepertinya kau yang lebih menginginkan tubuhku, tanganmu bahkan tak bisa berbohong." Bisik Shaka di telinga Gloria saat keduanya telah mengakhiri ciuman, nafasnya menderu menikmati permainan tangan Gloria di bagian sensitif nya.


"Ya..." Balas Gloria dengan suara menggoda. "Ayo lakukan."


Shaka yang semakin terpancing dengan hasrat ingin bercinta nya yang sudah di ubun-ubun segera mendekatkan wajahnya dan hendak mencium kembali bibir Gloria, namun tiba-tiba Gloria menghentikan semua aktifitasnya dan berbaring di samping Shaka.


"Sayang.. Ayo tidur." Ucap wanita itu dengan senyum jahil di bibirnya.


"What!!. Kau sudah menggodaku dan sekarang kau menyuruhku tidur?." Shaka menatap tajam wanita di sampingnya.


Tanpa menjawab Gloria hanya tersenyum lalu memejamkan matanya.

__ADS_1


"Kau semakin pandai menyiksaku." Keluh Shaka sambil mengatur nafasnya yang masih menderu. Setelah cukup tenang, ia memeluk Gloria lalu ikut memejamkan mata. Malam ini ia tak bisa menuntaskan hasratnya kepada wanita yang kini tidur manis di pelukannya, akhirnya ia hanya melewati malam dengan tidur tenang dan lelap.


***


__ADS_2