ISTRI RAHASIA TUAN MUDA

ISTRI RAHASIA TUAN MUDA
Because you're my wife


__ADS_3

Seorang laki-laki duduk santai di tepi kolam renang sambil menyesap minuman dingin yang ia pegang, kemudian ia menghisap rokok yang baru saja ia nyalakan.


Ia memejamkan mata, menikmati setiap asap rokok yang mengepul dimulut lalu menari bebas di paru-paru nya.


Momen seperti ini menjadi pesta tersendiri bagi dirinya setelah berhasil menuntaskan masalahnya satu persatu, apalagi kabar baik dari rumah sakit beberapa hari lalu yang memberitahu jika ayahnya sudah sadar dan di perbolehkan pulang hari ini.


"Sudah cukup."


Tiba-tiba pesta santainya terganggu saat seseorang merebut puntung rokok yang ia pegang dan membuangnya jauh.


"Bukankah kau berjanji untuk berhenti menyesap benda berasap itu? Apa selama ini kau selalu diam-diam merokok saat aku tak berada di samping mu, suamiku?"


Gloria berkacak pinggang dengan wajah merah menahan kesal.


"Eh.. Itu.." Shaka hanya bisa menggaruk tengkuknya yang tidak gatal karena tak bisa menemukan alasan yang tepat untuk mengelak istrinya.


"Itu apa?!" Gloria memajukan wajahnya.


"Mmm.. Itu.. Sedikit sulit." Akhirnya hanya itu yang bisa Shaka ucapkan.


"Kau harus mencoba, itu demi kesehatanmu. Kau tak mau kan pewaris satu-satunya keluarga Zalleo mati muda karena merokok?, heh.. Mungkin itu akan jadi berita konyol yang akan di sukai publik terutama pesaingmu."


"I know.. I know honey."


Shaka berdiri dari duduknya lalu mengecup bibir merona wanita di hadapannya agar tak melanjutkan bicaranya.


"Kau...--"


Gloria hendak membuka mulut lagi namun Shaka menciumnya sekali lagi.


"Berhentilah marah-marah, aku merasa seperti anak kecil yang di marahi ibu tua karena membuat kesalahan. Ayo kita jemput Ayah ke rumah sakit, sayang."


***


"Ibu.. Ayah.." Sapa Gloria pada 2 orang yang terlihat sedang bercengkrama.


Merasa di panggil, kedua orang itu menoleh ke asal suara dan mendapati anak beserta menantunya sedang berjalan ke arah mereka. Ibu Shaka tersenyum dan berbisik di telinga suaminya, "Mereka sangat serasi bukan? Lihatlah wanita itu, dia adalah orang yang kau sakiti namun ia merawatmu seperti ayahnya sendiri saat kau tak berdaya seminggu yang lalu. Kita sungguh beruntung bisa memiliki nya."


"Kenapa Ibu berbisik kepada ayah?" Shaka sudah melontarkan pertanyaan terlebih dulu sebelum tuan besar Zalleo sempat menjawab ucapan istrinya. Ia menduga yang di bisikkan ibunya adalah perihal dirinya.


"Memangnya kenapa? Terserah Ibu, aku berbisik kepada suamiku sendiri. Jika kau iri lakukanlah dengan istrimu."


Shaka menepuk keningnya, "Ayah.. Lihat tingkah ibu. Sangat menjengkelkan." Gerutunya.

__ADS_1


Tuan besar Zalleo terkekeh menyauti gerutuan putranya hingga muncul kerutan samar di wajahnya yang masih lebam.


"Kemarilah sayang..." Pinta Tuan Zalleo, suaranya masih terdengar sedikit lemah karena terhalang oleh jahitan di sudut bibirnya.


Shaka mendekatkan dirinya ke arah ranjang dimana ayahnya sedang duduk sekarang.


"Stop, aku tak memanggilmu." Cekal Tuan besar Zalleo.


Seketika Shaka mematung sambil mengumpat dalam hati, untung saja Samuel sedang tak bersamanya sekarang, kalau tidak pasti pemuda bermulut pedas itu akan menyindir habis dirinya.


Ya, Samuel sudah kembali ke Indonesia untuk menghandle perusahaan yang berada di sana.


"Kau.. Kemarilah menantu ayah."


Kini Gloria yang mendekat, menggeser kursi ke depan ranjang lalu duduk di atasnya.


"Ayah yakin akan pulang hari ini? Apa tak sebaiknya di rawat lebih lama lagi? Kita harus memastikan kondisi Ayah benar-benar pulih sebelum Ayah pulang."


Wajah cemas Gloria tak bisa ia sembunyikan, ia meracau bukan tanpa alasan melainkan ia melihat masih banyak lebam di tubuh mertuanya.


"Ayah sudah sembuh, terimakasih sudah mengkhawatirkan ayah. Harusnya aku tak pantas menerima perlakuan baik darimu. Aku--"


"Sudah ayah, jangan di pikirkan lagi. Aku sudah memaafkan ayah atas kejadian itu. mulai sekarang Ayah jangan mengungkitnya lagi. Bisakan?" Gloria menyela perkataan mertuanya karena ia tahu topik apa yang akan mertuanya itu bicarakan. Apalagi kalau bukan tentang kematian ayahnya 6 tahun lalu.


"Iya Ayah.. Aku juga beruntung bisa memiliki kalian." Gloria memeluk Ayah mertuanya penuh bahagia, di susul Ibu Shaka dan yang terakhir Shaka.


"Istriku yang terbaik.." Gumam Shaka, mereka berempat saling memeluk penuh kasih sayang.


***


Gloria memandang kosong ke arah langit malam dari balkon kamarnya. Dimanapun ia bertinggal, balkon kamar masihlah tempat favoritnya.


Sesekali ia menghela nafasnya ketika rasa suntuk menghampirinya. Ya, tepat setelah kepulangan Ayah Shaka dari rumah sakit 1 bulan yang lalu Shaka mengumumkan ke seluruh penghuni rumah yang terdiri pembantu dan pengawal bahwa Gloria adalah istrinya.


Entah apa yang terlintas di pikiran suaminya itu, tanpa membuat pengumuman pun nantinya para penghuni rumah akan tahu jika Gloria adalah istrinya. Bukankah begitu??


Flashback


"Kau lihat wanita itu? Apa menurut kalian dia kekasih tuan muda Shaka?"


"Jangan bercanda, tuan muda dulu pernah membawa pulang kekasihnya dan itu bukanlah dia."


"Tapi lihatlah! Wanita itu sangat dekat dengan Tuan muda bahkan dengan Tuan besar."

__ADS_1


"Ah.. Bisa saja dia hanya wanita one night stand milik Tuan muda. Bukankah itu hal biasa yang di lakukan seorang pria? Mereka bercinta dalam satu malam dan saling melupakan di pagi harinya."


"Oh! Kau benar! Tapi bukankah tuan muda sedikit gila jika membawa pulang wanita one night standnya?"


"Kau yang gila! Tuan muda bukan orang seperti itu. Lagi pula wanita itu disini sudah sebulan jadi kalian jangan asal membuat kesimpulan."


Beberapa pembantu saling bergosip di sela-sela pekerjaan mereka, tanpa mereka sadari seorang lelaki yang mereka panggil tuan muda mendengar semua yang mereka bicarakan.


Ayolah.. Itu terdengar panas di telinga Shaka, ia mendengar istrinya di katakan sebagai wanita one night standnya? Mereka jelas tak tahu apa-apa.


Amarah lelaki itu langsung naik ke ubun-ubun. Namun ia mencoba menahannya sebisa mungkin karena ia tak mau membuat keributan mengingat kondisi ayahnya yang belum sehat.


1 jam kemudian ia mengumpulkan semua penghuni rumahnya, dan mengenalkan Gloria di depan mereka semua bahwa Gloria adalah istrinya. Selepas itu tanpa sepengetahuan orangtuanya ia memecat pembantu yang bergosip tentang istrinya itu.


Flash back off


Dan semenjak itu, Shaka melarangnya melakukan apapun. Meski hal kecil seperti membuat susu di malam hari atau sekedar menyiapkan sarapan untuk Shaka, semuanya akan di kerjakan oleh pembantu.


Ia bahkan jarang makan satu meja bersama orangtua Shaka, karena Shaka menyuruh pembantu membawakan makanan ke kamar.


Bukankah suaminya itu keterlaluan?


Apa ini yang di sebut possesive husband?


"Bosan sekali..." Gumam Gloria, dan tepat setelah ia mengeluh ponsel miliknya berbunyi. Ia meraihnya dan ternyata Yuna yang menelpon.


Terjadilah perbincangan panjang lebar di antara dua sahabat yang kini berada beda negara, cukup lama hingga seseorang memeluk Gloria dari belakang.


"Siapa?" Tanya Shaka yang penasaran karena Gloria terus tertawa sejak tadi.


"Yuna," Jawab Gloria tanpa bersuara, ia hanya menggerakkan bibirnya. Sesaat kemudian ia mengakhiri bincang rindunya bersama sahabatnya itu.


"Ayo tidur." Ajak Shaka dengan posisi masih memeluk Gloria dari belakang.


"Sebentar, aku akan membuat susu. Apa kau mau aku buatkan juga sayang?"


"Biarkan pembantu yang membuatnya." Cegah Shaka saat Gloria hendak melangkahkan.


"Kau.." Gloria hampir saja mengeluarkan kata-kata buruk untuk suaminya namun segera ia bungkam. "Aku bisa membuatnya sendiri sayang... Kenapa harus menyuruh pembantu?"


"Kau nona di rumah ini jadi biarkan mereka melayanimu, dan yang lebih penting dari itu.." Shaka menjeda kalimatnya lalu mendekatkan bibirnya ke telinga Gloria, "Because you are my wife.."


***

__ADS_1


__ADS_2